Gandeng BPN Oknum Cina Inhu, Terbitkan Sertifikat Dan Serobot Lahan Milik TNI

Hukum211 Dilihat

Foto: Pemilik Tanah Priyayong (Dok.Mi)

MediaInvestigasi.Net. Inhu Riau – Dugaan Penyerobotan Lahan oleh Cina Rengat berinisial AS, alias Asun , yang mengambil paksa lahan milik TNI atas nama Priyayong, Hal ini terjadi di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Tepatnya di jalan lintas timur Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat. Riau.

Hal ini di sampaikan Priyayong ALS Ayonk yang tanah nya di ambil paksa Oleh sdr Asun. Kamis 06 Mei 2024.

“Sempat diterbitkan sertifikat tanah atas nama Masjan , dari suku cina , masjan ini menjadi raja tanah dan bahkan namanya harum dan dikenal dalang mafia tanah khususnya wilayah Inhu. ” ujar Priyayong.

Ayong juga menambahkan dugaan ini diperkuat dari kedekatan sdr Asun dengan pihak BPN Kabupaten Inhu Riau , Pasalnya Sertifikat yang di terbitkan Oknum BPN tidak di lengkapi Surat dasar baik dari Desa atau pun surat pendukung lainnya.

“Hanya menggunakan Akte Notaris yang di bayar oleh sdr asun Oknum BPN berani keluarkan Sertifikat, ” ucap ayong kepada mediainvestigasi.net.

Dirinya juga mengaku sempat diintimidasi oleh , Asun, yang mana saya telah di adukan kepada pimpinan saya , atas sengketa lahan tersebut agar saya tidak boleh memiliki/atau menguasai lahan sebidang tanah seluas 25 X 190.

“Saya di tuduh merampas lahan tanah miliknya, padahal lah lahan tersebut saya beli dari sdr M.Soleh kala itu dengan nilai harga Rp 450.000.000 ( empat ratus lima puluh juta rupiah) Akibat aduan Asun itu saya dapat teguran keras dan disuruh mencabut plang nama di lahan tersebut. ” Cetusnya.

Perlu di ketahui berdasarkan data yang di rangkum riauaktual.com ayong sendiri memiliki data lengkap dari desa sejak tahun 1982, berbeda dengan pihak Asun yang hanya memiliki sertifikat tahun 1995.

Baca Juga :  Operasi keselamatan Toba 2024, Polres Tapteng Himbau Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Terpisah Sadimun yang merupakan saksi sekaligus pemilik lahan yang berbatasan dengan lahan itu, Menjelaskan, selama tanah yang bersepadan dengan saya ini tidak pernah bermasalah.

“Setau saya lahan milik ayong tersebut tidak pernah bermasalah, sebab surat yang ia miliki satu induk dengan surat milik saya, Sesuai Surat dasar dari desa pada tahun 1982, namun saya kaget ada sertifikat yang dimiliki oleh cina Asun itu terbit pada tahun 1995, dengan demikian saya pastikan itu adalah tanah milik TNI Priyayong bukan milik cina Asun, dan saya siap menjadi saksi secara hukum. “ungkap Sadimun .

Terpisah awak media mencoba mengkonfirmasi Kepala Kantor BPN, namun pihak pimpinan BPN , tidak ada di tempat , menurut penjaga masih ada tugas keluar kota. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp singkat juga enggan memberikan tanggapan.

Sementara itu dari pihak oknum Cina Asun , ketika dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp singkat menjelaskan; ” Lahan saya beli tahun 2010 Sama bapak Sitanggang melalui bapak Marbun mantan Danramil, dan itu sudah ada sertifikat hak milik terbit tahun 1996 dan buat akte jual-beli di notaris Himawan. “ungkap Asun ketika dikonfirmasi awak media.(Tim/Nanda)

Komentar