Suasana acara di aula Umega (Dok, mediainvestigasi.net/Yanti)
Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Dalam upaya memperkuat layanan kesehatan dasar di masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat menggelar Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu. Acara ini berlangsung di Aula Umega, Gunung Medan, Senin (14/07/2025), dan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung transformasi layanan primer melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan Posyandu agar mampu memberikan layanan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Posyandu ILP dirancang untuk melayani seluruh siklus hidup masyarakat — dari bayi hingga lansia — tidak hanya terfokus pada ibu hamil dan balita seperti pada masa lalu.
“Posyandu bukan lagi semata urusan kesehatan, tapi sesuai Permendagri Nomor 12 Tahun 2014, mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat. Ketika ada masalah rumah tak layak huni atau air bersih, maka di situ ada peran PUPR. Ketika keluhan menyangkut pendidikan, dinas pendidikan pun harus hadir. Maka dari itu, kita duduk bersama lintas sektor hari ini,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Yosta Devina.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, kepala puskesmas, camat, wali nagari se-Kabupaten Dharmasraya, hingga pengelola program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Forum ini menjadi wadah untuk merumuskan langkah kolaboratif dalam mendukung penguatan Posyandu di tingkat nagari dan kecamatan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Nagari Sitiung menyampaikan aspirasi terkait insentif kader Posyandu. Menurutnya, honor kader yang hanya Rp75.000 per bulan dan diterima setiap triwulan, perlu ditingkatkan agar sebanding dengan peran dan tanggung jawab mereka.
Menurut data Dinas Kesehatan, saat ini terdapat 1.315 kader Posyandu di seluruh wilayah Kabupaten Dharmasraya.
“Kami terbuka menerima masukan dari siapapun terkait upaya peningkatan layanan kesehatan. Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyatukan komitmen dan integritas seluruh pihak dalam membenahi sistem layanan primer di Dharmasraya,” tegas Yosta Devina.
Dengan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Dharmasraya berharap Posyandu ILP bisa menjadi ujung tombak transformasi layanan kesehatan yang lebih dekat, merata, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Editor: Yanti











