Dirut RSUD Dharmasraya Bantah Isu Lalai Tangani Mahasiswa Undhari saat Konferensi pers (Dok, Mediainvestigasi.net/Yanti)
Dharmasraya, Mediainvestigasi.net — Direktur RSUD Sungai Dareh, Sartinovita, S.Si, Apt, MKM, membantah tudingan kelalaian pihak rumah sakit dalam penanganan dua mahasiswa Universitas Dharmas Indonesia (Undhari) korban kecelakaan lalu lintas maut yang terjadi Senin dini hari, 5 Mei 2025. Dalam konferensi pers yang digelar (06/05) bersama jajaran medis RSUD, Sartinovita menegaskan seluruh prosedur penanganan terhadap kedua korban telah dilaksanakan sesuai standar pelayanan yang berlaku.

Didampingi Ketua Komite Medik dr. Hendresta, SpP (FISR), Kabid Pelayanan Medik dr. Ridia Dityarika, M. Biomed, dan Kabid Keperawatan Ns. Elvi Nora, S.Kep, Dirut Sartinovita memaparkan kronologi dan tindakan medis terhadap dua pasien berinisial Tn. A (19) dan Tn. P (18) yang diketahui sebagai mahasiswa Undhari asal Merangin, Jambi.
Detail Penanganan Pasien Tn. A (19)
Tiba di IGD RSUD Sungai Dareh pada pukul 04.46 WIB dalam keadaan sadar, Tn. A mengalami luka robek di alis mata, lecet di dada dan lutut. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan diagnosa termasuk radiologi, pasien direncanakan operasi pada pukul 14.00 WIB. Prosedur berjalan lancar dan selesai pukul 16.00 WIB. “Pasien telah ditangani sesuai SOP dan saat ini pasien telah di pindahkan di ruang rawat inap bedah pasca operasi,” tegas Sartinovita.
Pasien Tn. P (18) Tak Tertolong Meski Sejumlah Upaya Rujuk Sudah Dilakukan
Pasien Tn. P tiba di IGD pada pukul 05.26 WIB dengan kondisi kritis, GCS 10, tekanan darah rendah, serta beberapa luka dan patah tulang. RSUD langsung melakukan resusitasi, pemasangan infus dua jalur, serta penanganan luka. Namun karena keterbatasan fasilitas, pasien harus dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas bedah saraf dan urologi. Pengajuan rujukan ke berbagai rumah sakit di Sumbar dan Riau ditolak karena keterbatasan SDM. Akhirnya, RSUP M. Djamil Padang menerima rujukan pada pukul 12.47 WIB. Namun sebelum sempat diberangkatkan, kondisi pasien memburuk dan dinyatakan meninggal pukul 12.50 WIB.
“Semua tindakan yang dilakukan terhadap pasien telah mengikuti prosedur pelayanan. Tidak ada unsur kelalaian,” tegas Sartinovita.

Aksi Mahasiswa Undhari dan Respons Elviana
Meski demikian, pada hari yang sama, sekitar 500 mahasiswa Undhari melakukan aksi ke Kantor Bupati Dharmasraya sebagai bentuk protes terhadap pelayanan RSUD yang dinilai lamban dan tidak maksimal.

Pemilik Undhari sekaligus Anggota DPD RI, Elviana, turut menyuarakan dukungan kepada mahasiswa. Melalui grup WhatsApp “Membangun Dharmasraya”, ia menulis, “Info dari lapangan, portal Kantor Bupati sudah dibuka dan mahasiswa sudah diterima sekda. Jika hingga pukul 16.00 tadi pemkab tetap tidak terima mahasiswa ini maka akan dilanjutkan besok dengan kekuatan lebih besar. Ini baru di lepas 500 orang mahasiswa dari total 2460 orang mahasiswa Undari. Ini bukan mau melawan pemkab tapi cara rakyat menyampaikan aspirasinya dan dihalalkan oleh UU.”
Pertanyaan Soal Pengawasan Asrama Mahasiswa di Undari
Sementara itu, warga Dharmasraya bernama Rahmad (54) mempertanyakan pengawasan pihak kampus, khususnya pembina asrama mahasiswa. Ia menyoroti jam keluar masuk mahasiswa Undhari yang dianggap bebas. “Saya yakin orang tua sudah menyerahkan pengawasan penuh kepada kampus. Ini kejadian pukul 03.15 dini hari, seharusnya ada pengawasan. Diketahui kedua korban tinggal di asrama kampus,”ujarnya.
Wakapolres: Tak Ada Pemberitahuan Aksi Mahasiswa
Wakil Kapolres Dharmasraya, Kompol Armijon, saat dikonfirmasi usai aksi mahasiswa mengatakan bahwa pihaknya belum menerima surat pemberitahuan resmi terkait aksi unjuk rasa. “Sampai saat ini belum ada surat pemberitahuan dari mahasiswa,” ujarnya.
Kasatlantas: Mahasiswa Menyeberang Secara Tiba-tiba
Kasatlantas Polres Dharmasraya AKP Zamrinaldi SH MH membenarkan telah terjadi kecelakaan di KM 210 Jalinsum Jorong Sungai Lomak, Koto Padang, pukul 03.15 WIB. Kecelakaan melibatkan pick-up Daihatsu Grand Max BA 8509 HA yang dikemudikan Rendi Fernando dan sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi yang dikendarai dua mahasiswa Undhari.
“Dugaan kuat, pengendara motor menyeberang tanpa memperhatikan arus lalu lintas dari arah belakang. Pengemudi pick-up, yang terkejut, berusaha membanting setir ke kiri. Namun karena jarak yang sudah sangat dekat dan kedua kendaraan tak dapat dikendalikan, tabrakan pun tak terhindarkan,” ujar AKP Zamrinaldi.
“Petugas Satlantas yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian. Kedua korban pengendara sepeda motor segera dievakuasi ke Puskesmas Sitiung I dan kemudian dirujuk ke RSUD Sungai Dareh. Mereka tiba di rumah sakit sekitar pukul 05.26 WIB untuk penanganan medis lebih lanjut,”tambah Kasatlantas Polres Dharmasraya menjelaskan.
Mahasiswa Undhari Terlibat Kecelakaan Maut di Jalinsum Dharmasraya, Satu Kendaraan Tanpa Plat Nomor
Editor: Yanti










