F oto Dokumentasi Istimewa : Dianita Widya Gandhi,
Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Media Investigasi.net, Dianita Widya Gandhi, resmi menyandang gelar Doktor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat usai menjalani promosi doktor di Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Makassar, yang di gelar pada hari Senin tanggal, 11 mey 2026, pagi kemarin.
Dimana Sidang promosi doktor Dianita Widya Gandhi, tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah stakeholder Kabupaten Pulau Taliabu, di antaranya Wakil Bupati Pulau Taliabu La Ode Yasir, Ketua TP PKK Kabupaten Pulau Taliabu Suriati Kene, tim pendamping, serta mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Taliabu Dr. Salim Ganiru.
Disertasi Dianita Widya Gandhi yang mengangkat sebuah tema berjudul :
“Literasi Pangan Lokal untuk Pencegahan Anemia Calon Pengantin di Kabupaten Pulau Taliabu Maluku Utara”.
Penelitian tersebut berfokus pada upaya pencegahan anemia melalui pemanfaatan pangan lokal yang mudah ditemukan, terjangkau, dan dekat dengan kehidupan masyarakat kepulauan.
Salah satu temuan utama dalam penelitian tersebut adalah lahirnya buku saku edukasi kesehatan berjudul “Kito Fene Sehat”, sebuah buku saku pangan lokal untuk pencegahan
anemia yang disusun khusus berdasarkan potensi pangan khas Pulau Taliabu.
Buku saku tersebut memuat edukasi tentang anemia, penyebab, gejala, pencegahan, hingga contoh menu pangan lokal sehat selama 11 hari yang disusun berbasis kebutuhan gizi masyarakat dan calon pengantin.
Tidak hanya berisi teori, seluruh dokumentasi pangan lokal dan menu dalam buku tersebut merupakan foto asli hasil penelitian lapangan, yang dibuat ulang saat demo masak dan penyajian menu sebagaimana dilakukan pada tahap uji menu dan uji pengguna bersama masyarakat setempat di Pulau Taliabu.
Dalam proses penyusunan buku “Kito Fene Sehat”, Dianita menghadapi tantangan besar karena harus menjangkau wilayah pelosok kepulauan dengan akses yang tidak mudah.
Sebagian lokasi penelitian hanya dapat ditempuh melalui jalur laut dengan kondisi cuaca yang sering kali ekstrem dan tidak menentu. Selain itu, keterbatasan akses darat serta infrastruktur komunikasi turut menjadi hambatan selama pengumpulan data dan penyusunan konten edukasi.
Namun dengan niat, ketulusan, dan semangat menghadirkan solusi kesehatan bagi masyarakat kepulauan, Dianita tetap menembus berbagai pelosok desa untuk menggali budaya pangan lokal, melakukan wawancara, Focus Group Discussion (FGD), hingga pengujian menu bersama masyarakat.
Berdasarkan hasil wawancara dan FGD bersama tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan stakeholder setempat, teridentifikasi lima jenis pangan lokal unggulan yang direkomendasikan karena memiliki kandungan zat besi (Fe) dan vitamin C tinggi, sehingga dinilai potensial dalam membantu pencegahan anemia.
Kelima pangan lokal tersebut kemudian dilakukan validasi ahli gizi dan pengujian laboratorium di Labkesmas Dinas Kesehatan Kota Makassar. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa pangan lokal Pulau Taliabu memiliki kandungan zat besi dan vitamin C yang cukup tinggi. Beberapa hasil uji tersebut antara lain adalah :
1).Tomi-Tomi memiliki kandungan zat besi (Fe) tertinggi sebesar 40,0185 μg/g,
2). Ganemo memiliki kandungan vitamin C tertinggi sebesar 147,957 mg/kg.
3). Sagu Lempeng memiliki kandungan karbohidrat tinggi sebesar 85,80%.
4). Suami mengandung zat besi sebesar 24,4821 µg/g dan vitamin C sebesar 96,23 mg/kg.
5).Tebu Ikan memiliki kandungan vitamin C sebesar 125,33 mg/kg.
Hasil pengujian tersebut tercantum dalam laporan resmi Labkesmas Makassar Kementerian Kesehatan RI tertanggal 9 Maret 2026.
Temuan tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan berbagai menu sehat berbasis pangan lokal dalam buku “Kito Fene Sehat”, seperti kasuami, papeda, ganemo, gohu ikan, sayur garo, hingga olahan ikan laut lokal yang dikombinasikan dengan sumber vitamin C alami untuk membantu optimalisasi penyerapan zat besi.
Promotor Dianita, Prof. Dr. dr. Citrakesumasari, M.Kes., Sp.GK., mengapresiasi keberanian promovenda yang memilih topik penelitian wilayah kepulauan dengan tantangan medan yang tidak mudah.
“Penelitian ini membutuhkan effort yang besar, baik dari sisi akses lapangan maupun biaya penelitian.
Pemerintah Pulau Taliabu harus menjaga dan memanfaatkan SDM unggul seperti Dr. Dianita Widya Gandhi agar ilmunya dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,”ujarnya.
Ko-Promotor Dr. Indra Fajarwati Ibnu, S.KM., M.A., menyebut penelitian tersebut tidak hanya menghasilkan karya akademik, tetapi juga solusi nyata berbasis potensi daerah.
“Pemerintah Pulau Taliabu patut berbangga karena memiliki SDM yang mampu menghadirkan solusi kesehatan dari daerahnya sendiri,” katanya.
Sementara itu, Penguji Eksternal Dr. Gunarmi, S.KM., S.Tr.Keb., M.Mkes., menilai buku “Kito Fene Sehat” dapat menjadi salah satu solusi strategis pemerintah daerah dalam menekan angka anemia dan stunting.
“Pangan lokal yang digunakan murah, mudah ditemukan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat tinggal bagaimana keberlanjutan program ini dijalankan ke depan,” jelasnya.
Wakil Bupati Pulau Taliabu La Ode Yasir turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian Dianita Widya Gandhi yang dinilai menjadi inspirasi bagi generasi muda Pulau Taliabu untuk terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi.
Buku “Kito Fene Sehat” diharapkan dapat menjadi media edukasi kesehatan masyarakat berbasis budaya dan potensi lokal, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung pencegahan anemia dan stunting di wilayah kepulauan, tutupnya.
Ketua Investigasi Indonesia Nasional **** La Omy La Tua.













