Menu

Mode Gelap

Opini

Di Balik Isu Nonjob Pejabat Selatan: Politik Balas Dendam atau Hanya Desas-Desus?

badge-check


					oplus_0 Perbesar

oplus_0

Gambar Kantor Bupati Dharmasraya (Dok, Mediainvestigasi.net/Yanti)

 

Oleh: Mitra Yuyanti Kaperwil Sumatera Barat Mediainvestigasi.net

 

Sejak pertama kali dilantik menjadi Bupati Dharmasraya, nama Anisa Suci Ramadani tak pernah lepas dari sorotan. Bukan hanya karena ia menjadi sosok muda yang dipercaya memimpin daerah ini, tetapi juga karena bisik-bisik yang terus berputar: bahwa ia akan melengserkan pejabat-pejabat dari selatan Dharmasraya—orang-orang yang selama ini dikenal sebagai lingkaran Sutan Riska Tuanku Kerajaan.

Isu itu menyusup pelan, lalu bergaung semakin keras. Dari warung-warung kopi yang tak pernah sepi obrolan, ke grup WhatsApp warga yang sibuk dengan diskusi panjang, hingga ke lorong-lorong birokrasi pemerintahan yang penuh tanda tanya. Nama demi nama disebut, seakan menunggu giliran: siapa berikutnya yang akan tersingkir?

Namun, sampai hari ini, sederet pejabat dari selatan Dharmasraya itu masih menduduki kursinya. Sebuah tanda bahwa, bagaimanapun, mereka masih dipercaya Bupati Anisa untuk ikut menjalankan roda pemerintahan di bawah kepemimpinannya.

Mereka yang Selalu Jadi Topik

Daftar nama itu bukan sembarang daftar. Mereka adalah wajah-wajah birokrasi yang setiap hari bekerja untuk pelayanan publik:

Andi Sumanto, Kepala Inspektorat Dharmasraya.

Darisman, Kepala Dinas Pertanian.

Silaturahim, Kepala Dinas Perkimtan.

M. Sukri Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan

Imam Mahfuri, Sekretaris DPRD.
Dan sejumlah pejabat lainnya yang selalu dikaitkan dengan “orangnya Sutan Riska.

“Bagi sebagian orang, mereka dianggap sebagai bayang-bayang masa lalu yang harus digeser. Bagi yang lain, mereka adalah birokrat yang masih punya kapasitas untuk bekerja, terlepas dari siapa bupati yang berkuasa.

Ketika Isu Menjadi Luka Kolektif

Gelombang isu ini memuncak ketika Adlisman dan Pariyanto lebih dulu memilih mengundurkan diri. Sejak itu, gosip soal “pembersihan” pejabat selatan semakin kencang, dan nama-nama seperti Andi Sumanto atau Darisman kerap dijadikan contoh: “Tunggu saja, sebentar lagi mereka juga akan disingkirkan,” begitu bisik-bisik yang beredar.

Namun, kita sering lupa: di balik setiap nama, ada manusia. Ada keluarga yang ikut menanggung beban isu. Ada harga diri yang terluka ketika setiap hari mendengar dirinya disebut “hanya menunggu waktu untuk dilengserkan.”

Isu yang terus dipelihara ini bukan hanya meruntuhkan ketenangan birokrasi, tetapi juga mencederai martabat pribadi mereka. Bayangkan bagaimana rasanya bekerja setiap hari dengan stigma bahwa jabatan yang dipangku hanya sementara, bahwa apa pun kinerja yang ditunjukkan akan sia-sia, karena pada akhirnya mereka akan disingkirkan.

Bupati, Saatnya Menjawab dengan Tindakan

Seorang pemimpin bukan hanya dituntut untuk membuat kebijakan, tetapi juga untuk menenangkan hati yang resah. Jika benar isu ini hanya desas-desus, maka Bupati Anisa mesti berani memberikan klarifikasi yang menenteramkan. Jika pun ada langkah mutasi, semestinya disampaikan secara transparan, agar publik paham bahwa itu adalah bagian dari penyegaran birokrasi, bukan permainan politik dendam.

Karena Dharmasraya tidak boleh terus hidup dalam bayang-bayang isu. Rakyat berhak atas pemerintahan yang menyejukkan, bukan yang membuat mereka curiga dan saling menduga.

Akhir yang Masih Menggantung

Hari-hari ini, Dharmasraya ibarat panggung drama yang naskahnya ditulis dengan gosip. Nama Andi Sumanto, Darisman, Silaturahim, Imam Mahfuri, dan lain-lain menjadi karakter yang selalu diperdebatkan: siapa yang akan bertahan, siapa yang akan tersingkir?

Dan di tengah semua tanda tanya itu, satu hal pasti: rakyat hanya ingin kepemimpinan yang adil, merangkul, dan tidak terjebak dalam balas dendam masa lalu.

Karena pada akhirnya, sejarah tidak akan menulis siapa yang duduk di kursi jabatan hari ini. Sejarah hanya akan mengingat apakah Bupati Anisa Suci Ramadani mampu menjadi pemimpin yang memelihara kepercayaan, atau sekadar penguasa yang sibuk mengukir dendam.(**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. **mitolyn reviews**

    Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

29 April 2026 - 10:44 WIB

Sultaf Restaurant Yogyakarta Restoran Masakan Pakistan & Yaman Terbaik di Sleman

29 April 2026 - 10:26 WIB

Ombudsman dalam Jerat Mafia

20 April 2026 - 16:16 WIB

Trending di Berita