Berita

Candi di Sumatera Barat? Ada! Warisan Peradaban Hindu–Buddha yang Sering Terlewatkan

466
×

Candi di Sumatera Barat? Ada! Warisan Peradaban Hindu–Buddha yang Sering Terlewatkan

Sebarkan artikel ini

Gambar: Situs Candi Awang Maombik di Dharmasraya, Sumatera Barat (Dok, ist) 

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Kalau ngomongin candi di Indonesia, pikiran kita biasanya langsung ke Borobudur atau Prambanan.

Padahal nih, Sumatera Barat juga punya situs candi kuno yang usianya ratusan tahun dan jadi bukti penting perkembangan peradaban Hindu–Buddha di Nusantara.

Walau bentuknya nggak semegah candi di Jawa, peninggalan di Sumbar punya nilai sejarah yang nggak kalah keren—bahkan jadi kunci memahami hubungan kuno antara Sriwijaya, Kerajaan Melayu, dan jaringan perdagangan Asia Tenggara.

 

Yuk kenalan satu-satu! 

1. Candi Pulau Sawah — Jejak Kuat Peradaban Hindu–Buddha di Dharmasraya

Candi Pulau Sawah adalah salah satu situs candi paling dikenal di Sumbar.

Lokasinya berada dekat aliran Batang Hari, bikin tempat ini historis banget sebagai jalur dagang kuno.

Kenapa penting?

Struktur bata besar khas arsitektur Hindu–Buddha masa klasik.

Banyak ditemukan fragmen arca, keramik, dan batu bata berukuran tidak biasa.

Diduga berkaitan dengan pengaruh budaya Sriwijaya dan pusat Kerajaan Melayu kuno.

Walau hanya menyisakan pondasi dan struktur bata, situs ini memberi gambaran kuat bahwa ajaran Hindu–Buddha berkembang di pedalaman Minangkabau sebelum Islam masuk.

2. Kompleks Candi Padang Roco — Pusat Kerajaan Melayu Kuno

Nah, kalau ini salah satu situs paling ikonik di Sumbar. Tahun 1286, Raja Kertanegara (Singhasari) mengirim Arca Amoghapasha ke wilayah ini. Artinya:

Ada hubungan resmi dan penting antara Jawa – Melayu – Sriwijaya.

Wilayah ini adalah pusat kekuasaan masa itu.

Yang ditemukan di Padang Roco:

Struktur bata besar

Fragmen arca Hindu–Buddha

Artefak era Kerajaan Melayu dan Sriwijaya

Bentuknya memang sederhana, tapi nilai sejarahnya? Premium.

3. Situs-Situs Lain

Selain Padang Roco, ada banyak situs bata kuno lain yang diyakini bagian dari kompleks peradaban Hindu–Buddha masa klasik:

Situs Candi Awang Maombik

Situs Padang Bintungan

Situs Koto Padang

Situs Pulau Sawah Lama

Mayoritas punya karakter yang sama: bata merah, dekat sungai besar, dan berhubungan dengan arsitektur klasik Sumatra.

 

Kenapa Candi di Sumbar Tidak Semegah Candi di Jawa?

Jawabannya simpel:

1. Bahan bangunan berbeda

Sumbar banyak menggunakan kayu untuk struktur besar. Batu hanya dipakai sebagian.

Yang tersisa sekarang hanya bata dan pondasi.

2. Fungsinya berbeda

Candi-candi di Sumbar cenderung lebih sederhana dan dipakai untuk fungsi ritual lokal, bukan monumen raksasa seperti di Jawa.

3. Topografi Minangkabau

Bentang alam bukit dan lembah kurang cocok untuk pembangunan candi raksasa.

Ya, Ada Candi di Sumatera Barat — dan Itu Peninggalan Peradaban Hindu–Buddha

 

Candi-candi di Sumbar adalah bukti nyata bahwa:

Peradaban Hindu–Buddha berkembang di Minangkabau

Wilayah ini terhubung dengan Sriwijaya & Kerajaan Melayu

Relasinya kuat dengan kerajaan-kerajaan Jawa kuno

Ada jaringan perdagangan besar yang lewat Sumatra bagian tengah

Situs-situs pentingnya:

🟠 Candi Pulau Sawah (Dharmasraya)

🟠 Padang Roco (Dharmasraya)

🟠 Kompleks situs bata kuno lain di Dharmasraya

Meski tidak megah secara visual, peninggalan di Sumbar ini sangat kaya nilai sejarah dan wajib diangkat ke permukaan. (***)

 

Editor: Rully Firmansyah