Gambar: Situs Candi Awang Maombik di Dharmasraya, Sumatera Barat (Dok, ist)
Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Kalau ngomongin candi di Indonesia, pikiran kita biasanya langsung ke Borobudur atau Prambanan.
Padahal nih, Sumatera Barat juga punya situs candi kuno yang usianya ratusan tahun dan jadi bukti penting perkembangan peradaban Hindu–Buddha di Nusantara.
Walau bentuknya nggak semegah candi di Jawa, peninggalan di Sumbar punya nilai sejarah yang nggak kalah keren—bahkan jadi kunci memahami hubungan kuno antara Sriwijaya, Kerajaan Melayu, dan jaringan perdagangan Asia Tenggara.
Yuk kenalan satu-satu!
1. Candi Pulau Sawah — Jejak Kuat Peradaban Hindu–Buddha di Dharmasraya
Candi Pulau Sawah adalah salah satu situs candi paling dikenal di Sumbar.
Lokasinya berada dekat aliran Batang Hari, bikin tempat ini historis banget sebagai jalur dagang kuno.
Kenapa penting?
Struktur bata besar khas arsitektur Hindu–Buddha masa klasik.
Banyak ditemukan fragmen arca, keramik, dan batu bata berukuran tidak biasa.
Diduga berkaitan dengan pengaruh budaya Sriwijaya dan pusat Kerajaan Melayu kuno.
Walau hanya menyisakan pondasi dan struktur bata, situs ini memberi gambaran kuat bahwa ajaran Hindu–Buddha berkembang di pedalaman Minangkabau sebelum Islam masuk.
2. Kompleks Candi Padang Roco — Pusat Kerajaan Melayu Kuno
Nah, kalau ini salah satu situs paling ikonik di Sumbar. Tahun 1286, Raja Kertanegara (Singhasari) mengirim Arca Amoghapasha ke wilayah ini. Artinya:
Ada hubungan resmi dan penting antara Jawa – Melayu – Sriwijaya.
Wilayah ini adalah pusat kekuasaan masa itu.
Yang ditemukan di Padang Roco:
Struktur bata besar
Fragmen arca Hindu–Buddha
Artefak era Kerajaan Melayu dan Sriwijaya
Bentuknya memang sederhana, tapi nilai sejarahnya? Premium.
3. Situs-Situs Lain
Selain Padang Roco, ada banyak situs bata kuno lain yang diyakini bagian dari kompleks peradaban Hindu–Buddha masa klasik:
Situs Candi Awang Maombik
Situs Padang Bintungan
Situs Koto Padang
Situs Pulau Sawah Lama
Mayoritas punya karakter yang sama: bata merah, dekat sungai besar, dan berhubungan dengan arsitektur klasik Sumatra.
Kenapa Candi di Sumbar Tidak Semegah Candi di Jawa?
Jawabannya simpel:
1. Bahan bangunan berbeda
Sumbar banyak menggunakan kayu untuk struktur besar. Batu hanya dipakai sebagian.
Yang tersisa sekarang hanya bata dan pondasi.
2. Fungsinya berbeda
Candi-candi di Sumbar cenderung lebih sederhana dan dipakai untuk fungsi ritual lokal, bukan monumen raksasa seperti di Jawa.
3. Topografi Minangkabau
Bentang alam bukit dan lembah kurang cocok untuk pembangunan candi raksasa.
Ya, Ada Candi di Sumatera Barat — dan Itu Peninggalan Peradaban Hindu–Buddha
Candi-candi di Sumbar adalah bukti nyata bahwa:
Peradaban Hindu–Buddha berkembang di Minangkabau
Wilayah ini terhubung dengan Sriwijaya & Kerajaan Melayu
Relasinya kuat dengan kerajaan-kerajaan Jawa kuno
Ada jaringan perdagangan besar yang lewat Sumatra bagian tengah
Situs-situs pentingnya:
🟠 Candi Pulau Sawah (Dharmasraya)
🟠 Padang Roco (Dharmasraya)
🟠 Kompleks situs bata kuno lain di Dharmasraya
Meski tidak megah secara visual, peninggalan di Sumbar ini sangat kaya nilai sejarah dan wajib diangkat ke permukaan. (***)
Editor: Rully Firmansyah











