Gambar Warga Silago yang Kecewa menunggu Bupati, Kamis 11 September 2025 (Dok, Istimewa)
Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Kekecewaan warga Nagari Silago, Kecamatan Sembilan Koto, pecah usai Bupati Dharmasraya Anisa Suci Ramadani tidak hadir pada agenda yang sudah dijadwalkan, Kamis (11/9/2025).
Warga mengaku telah menyiapkan penyambutan, bahkan sampai hal-hal detail, mulai dari konsumsi hingga ragam sambutan khas nagari.
“Kami sudah atur persiapan semaksimal mungkin, mulai dari konsumsi sampai hal-hal kecil yang unik untuk kunjungan ini. Tapi ternyata bupati tidak datang. Alasannya pun kami tidak tahu,” ungkap Dewi (45), salah seorang warga Silago kepada media ini, Kamis malam (11/9/2025) pukul 18.45 WIB.
Sebelumnya, undangan resmi dari pemerintahan nagari telah disebar ke seluruh unsur masyarakat: Bamus, LPM, KAN, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemuda, kader, hingga niniak mamak dan alim ulama. Acara dijadwalkan pukul 16.00 WIB di Balai Adat Nagari Silago.
Namun, warga yang sudah menunggu sejak sore harus menelan kekecewaan karena orang nomor satu di Dharmasraya tak kunjung datang.
“Undangan resmi sudah disebar, kami warga sudah siapkan semuanya. Ternyata malah bupati tidak datang,” tambah Dewi.
Sementara itu, Plt Kadis Kominfo Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Ia menyampaikan bahwa kunjungan bupati bukan dibatalkan, melainkan ditunda.
“Kunjungan ke Nagari Silago yang semula dijadwalkan kemarin, bukan dibatalkan. Tapi ditunda karena ibu bupati adanya panggilan mendesak dari pemerintah pusat yang tidak dapat diwakilkan. Kehadiran langsung pada agenda tersebut (On Call) merupakan bagian penting dalam menjaga komunikasi dan koordinasi strategis antara pemerintah daerah dengan pusat.
Meski demikian, tidak ada pengabaian terhadap masyarakat Silago. Agenda kunjungan telah dijadwalkan ulang sore ini dengan rangkaian kegiatan dialog serta peninjauan lapangan di beberapa nagari di Kecamatan Sembilan Koto, termasuk Silago. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir dan mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung,” tulisnya.
Meski sudah ada kepastian jadwal ulang, warga Silago tetap harus bekerja ekstra. Persiapan penyambutan yang sebelumnya sudah rampung kini harus diulang dari awal. Mulai dari konsumsi, dekorasi, hingga koordinasi ulang dengan seluruh elemen masyarakat.
“Kami tetap akan sambut, tapi tentu jadi capek dua kali. Semua harus diatur lagi dari nol,” keluh salah seorang pemuda nagari.
Editor: Yanti











