Bandung, Mediainvestigasi.net – Selama ini publik mengenal Sesar Lembang sebagai ancaman utama gempa bumi di kawasan Bandung Raya.
Namun ternyata, ada aktor lain yang tak kalah berbahaya dan bahkan lebih panjang jalurnya. Namanya Sesar Cimandiri.
Fakta ini diungkap oleh Perekayasa Ahli Pertama Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) BRIN, Putri Natari Ratna, dalam penelitian terbaru bertajuk “Geological and geomorphological insights into the Cimandiri Fault system”.
Sesar Cimandiri diketahui membentang sepanjang 100 kilometer, dari Pelabuhan Ratu hingga Padalarang, dan merupakan salah satu sesar aktif paling berbahaya di Jawa Barat.
Sesar Cimandiri Pernah Picu Gempa Besar, Bangunan Hancur dan Jalur Kereta Lumpuh
Putri menjelaskan, wilayah Cimandiri bukan daerah “sepi gempa”. Dalam catatan sejarah:
- Tahun 1982 terjadi gempa bermagnitudo di atas 5
- Tahun 2000 kembali terjadi gempa kuat
Dampaknya terjadi di Sukabumi, Cibeber, Cianjur hingga Rajamandala, Bandung Barat
Bahkan jalur kereta api peninggalan Belanda sempat rusak parah
Artinya, sesar ini sudah terbukti aktif dan destruktif.
Kenapa BRIN Meneliti Ulang Sesar Cimandiri?
Meski sudah banyak diteliti, hasil riset sebelumnya dinilai belum cukup konklusif. Karena itu, BRIN kini melakukan penelitian lebih menyeluruh dengan metode modern.
“Kami lakukan penelitian terpadu untuk memahami karakteristik dan pergerakan Sesar Cimandiri secara lebih akurat,” jelas Putri, Sabtu (6/12/2025).
Pakai Teknologi Canggih: GPS, LiDAR, Drone, hingga SLAM 3D
Penelitian ini menggunakan tiga pendekatan utama:
- 1. Pendekatan Geologi
Tim turun langsung ke lapangan mencari:
- Pergeseran lapisan batuan
- Cermin sesar
- Jejak retakan bumi
- 2. Pendekatan Geodesi (GPS)
- GPS dipasang di 24 titik di sekitar sesar
- Data diambil 36 jam setiap tahun
- Penelitian berlangsung 5 tahun penuh
Tujuannya untuk mengetahui laju, arah, dan besar pergerakan tanah
- 3. Pendekatan Geofisika
Digunakan untuk membaca sejarah kegempaan masa lalu, termasuk potensi gempa masa depan.
Selain itu, BRIN juga memanfaatkan:
- LiDAR
- Drone survei udara
- SLAM LiDAR 3 dimensi, yang bisa memetakan singkapan batuan secara detail
Ancaman Lebih Serius: Potensi Tsunami Lokal
Yang lebih mengkhawatirkan, Putri menyebut bahwa:
Jika jalur Sesar Cimandiri menerus hingga ke laut dan memicu longsoran bawah laut, maka tsunami lokal bisa terjadi.
Ini berarti wilayah pesisir selatan Jawa Barat juga masuk zona risiko tinggi.
Hasil Riset Jadi Dasar Tata Ruang dan Infrastruktur Aman
Riset Sesar Cimandiri bukan sekadar data ilmiah. Hasilnya akan menjadi acuan penting untuk:
- Pembaruan peta sumber gempa Jawa Barat
- Perencanaan tata ruang wilayah
- Pembangunan infrastruktur tahan gempa
- Edukasi kesiapsiagaan masyarakat
“Hasil penelitian ini bisa menjadi dasar pengambilan kebijakan agar pembangunan tidak lagi berada di zona rawan gempa,” ujar Putri.
Kolaborasi Nasional dan Internasional
Penelitian ini melibatkan banyak lembaga besar:
Mitra Nasional:
- Institut Teknologi Bandung (ITB)
- Badan Informasi Geospasial (BIG)
- BMKG
- BPBD
- Oceanland Indonesia Group
- Dompet Dhuafa
Mitra Internasional:
- The University of Edinburgh
- British Geological Survey (BGS)
Kolaborasi ini memperkuat posisi Indonesia dalam riset kebencanaan tingkat dunia.
Bandung Raya Tak Bisa Lagi Merasa Aman
Selama ini perhatian publik tertuju ke Sesar Lembang. Namun fakta terbaru dari BRIN menegaskan:
- Sesar Cimandiri panjangnya 100 KM
- Pernah memicu gempa besar
- Berpotensi memicu tsunami lokal
- Berada dekat pusat pemukiman padat
- Jadi ancaman serius bagi Bandung Raya dan pesisir selatan Jawa Barat
Artinya, kesiapsiagaan gempa di Jawa Barat tidak boleh setengah-setengah lagi.***













2 Komentar
**mitolyn**
Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.
**back biome**
Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.