Menu

Mode Gelap

Religi

Lebih dari Satu Abad, Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Terus Menjadi Pelita Pendidikan di Cirebon

badge-check


					Lebih dari Satu Abad, Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Terus Menjadi Pelita Pendidikan di Cirebon Perbesar

Foto kolase pesantren dan wawancara Dewan Masyaikh pesantren Tahsinul Akhlaq. (Dok. Shendy Marwan)


MEDIAINVESTIGASI.NET – Lebih dari satu abad berdiri, Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq terus menjadi mercusuar pendidikan Islam di wilayah Kabupaten Cirebon dan sekitarnya.

Terletak di Desa Winong, Kecamatan Gempol, pesantren ini telah eksis sejak tahun 1918 M, jauh sebelum bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Pendirian pesantren ini digagas oleh almarhum almaghfurlah KH Harun bin KH Abdul Jalil, seorang ulama besar yang juga merupakan ayahanda dari KH Umar Kempek, tokoh penting dalam sejarah pendidikan Islam di Cirebon.

“Beliau memerintahkan keponakannya yakni Kyai Hasbullah bin Qunawi untuk mengajar masyarakat desa winong ilmu agama islam,” kata Kang Zulal, Dewan Masyaikh pesantren Tahsinul Akhlaq, Rabu (9/7/2025).

Selama lebih dari 100 tahun, Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq konsisten mendidik generasi muda dalam tradisi Islam salaf, mengajarkan nilai-nilai akhlak, keilmuan klasik, dan kedisiplinan santri.

“Dari masa ke masa, Alhamdulillah pesantren ini terus berkembang. Bahkan banyak lulusan yang bisa melanjutkan kuliah di manapun, termasuk ke luar negeri,” ujar Kang Zulal.

Menariknya, pesantren ini mengelola santri putra dan putri secara terpisah. Kompleks pesantren putra berada di lokasi utama di Desa Winong, sedangkan pesantren putri ada di tempat yang berjarak 700 meter dari lokasi tersebut.

“Kalau untuk pesantren laki-laki memang letaknya lumayan jauh dari sini, karena ada pertimbangan khusus terkait kenyamanan dan efektivitas pembinaan,” tambah Kang Zulal.

Ditanyakan tentang kriminalisasi terhadap guru, ia mengucap syukur, bahwa di pesantren Tahsinul Akhlaq tidak pernah dan semoga tidak akan pernah terjadi hal semacam itu.

“Alhamdulillah sampai saat ini tidak pernah, karena kami sebelum menerima santri maupun santriwati sudah dibicarakan tentang pencegahan hal yang disebutkan tadi, yaitu kriminalisasi atau pelaporan terhadap guru maupun kekerasan terhadap santri sangat kami hindari,” tegasnya.

Keberadaan Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq selama lebih dari satu abad menjadi bukti ketangguhan sistem pendidikan Islam tradisional yang mampu bertahan, beradaptasi, dan terus melahirkan generasi unggul di tengah dinamika zaman.

Wawancara Ekslusif di akun Tiktok @shendymarwanjurnalis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SPU LPPTKA BKPRMI Jakarta Utara, Strategi Tingkatkan Pembinaan Santri TKA/TPA

18 April 2026 - 15:22 WIB

Khusyuknya Salat Idul Fitri di Gunung Cirowali Mattabulu, Perasaan Senang Sambut Kemenangan Ramadhan

22 Maret 2026 - 09:07 WIB

Hasil Sidang Isbat: Idulfitri 2026 Ditetapkan Sabtu, 21 Maret 2026

19 Maret 2026 - 21:00 WIB

Trending di Nasional