Banyaknya Jembatan Rusak Di Keritang, Aidil Akbar Mahasiswa Keritang: Ini Adalah Tanggung Jawab Pemerintah!

- Penulis

Kamis, 2 Januari 2025 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyaknya Jembatan Rusak Di Keritang, Aidil Akbar Mahasiswa Keritang: Ini Adalah Tanggung Jawab Pemerintah!

Mediainvestigasi.net-Keritang-
Seorang Mahasiswa asal Kecamatan Keritang, Aidil Akbar yang juga merupakan Anggota Himpunan Pelajar Mahasiswa Keritang (Hipmaker) Tembilahan, menyampaikan keprihatinannya terhadap buruknya infrastruktur jembatan didaerahnya.
Dan mengingatkan kepada seluruh elemen pemerintah baik itu eksekutif dan legislatif untuk menjalankan tugasnya sebagai pemegang kekuasaan yang dimandatkan oleh rakyat.

“Pemerintah seharusnya berperan aktif dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan rakyat, terutama melalui penyediaan infrastruktur yang memadai.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Namun, kenyataannya, banyak jembatan di berbagai Desa di Kecamatan Keritang yang berada dalam kondisi memprihatinkan. Jembatan yang seharusnya menjadi penghubung antar wilayah justru sering kali terabaikan, seolah-olah hanya menjadi alat untuk kepentingan kekuasaan semata”.

Menurutnya, Dari undang-undang yang ada, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk mengabaikan infrastruktur yang vital bagi masyarakat untuk menunjang perekonomian mereka. Ironisnya, yang terjadi justru sebaliknya: pemerintah tampak seolah abai dengan tanggung jawabnya.

Berdasarkan Undang-Undang No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan, Pasal 3 menyatakan bahwa baik pemerintah pusat maupun daerah memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan jalan, termasuk jembatan.

“Sementara Pasal 7 ayat 1 menegaskan kewajiban pemerintah untuk memastikan kualitas dan keselamatan jalan serta jembatan agar dapat digunakan dengan aman oleh masyarakat.

“Sudah saatnya mereka kembali kepada relnya dan mewujudkan kesejahteraan rakyat, khususnya di Kecamatan Keritang, yang merupakan daerah dengan jumlah pemilih terbanyak kedua di Kabupaten Indragiri Hilir.
Sebagai contoh, jembatan Parit Nangka yang terletak di Kelurahan Kotabaru Reteh, Kecamatan Keritang, yang menghubungkan beberapa desa lainnya, hingga kini belum mendapatkan perbaikan. Padahal, jembatan-jembatan tersebut sangat penting untuk ekonomi dan mobilitas warga. Sayangnya, pemerintah terlihat acuh terhadap kondisi yang kritis ini”.

Baca Juga :  Dukung Program Asta Cita, Sat Reskrim Polres Aceh Timur Cek Ketersediaan Pupuk Bersubsidi   

Aidil yang juga merupakan salah satu Kader HMI ini, juga mengkhawatirkan tumbuhnya disorientasi politik yang menjadi tradisi, di mana perhatian terhadap masyarakat muncul hanya saat ada kepentingan untuk meraih kursi kekuasaan. Ketika telah menduduki posisi tersebut, seolah-olah mereka lupa dan terhanyut dalam kenyamanan, melupakan janji-janji yang diucapkan saat kampanye.

“Jika pemerintah sudah lupa atau berhenti peka terhadap kepentingan rakyat, kepada siapa masyarakat dapat berharap mendapatkan perhatian..?? Lalu, lembaga mana yang mampu mengutamakan kesejahteraan masyarakat..??”

Lebih lanjut, Aidil Akbar juga menyampaikan peringatannya kepada Anggota DPRD sebagai seorang yang telah diamanatkan oleh masyarakat dilembaga legistatif tersebut agar benar-benar mewakili aspirasi rakyat dengan memahami dan merealisasikan kebutuhan rakyat.

“Kita dapat melihat ada beberapa partai yg ada di dapil 6 Yg berhasil menduduki kader nya untuk menyalurkan aspirasi yg berasal dari masyarakat, dan di Provinsi juga ada beberapa partai yg menduduki posisi strategis dan seharusnya mereka merealisasikan kebutuhan masyarakat bukan hanya sekedar menginformasikan hal-hal yang tidak ada kontribusi nya sama sekali, lebih baik tiada dari pada ada tapi terasa tiada”.(*Mhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saling Lempar Tanggung Jawab Kasus Pemerasan Rp75 Juta, Ketum PPWI Siap Seret Kapolda Sumsel ke Propam Polri
Dugaan Biaya Persalinan Rp10–20 Juta di Kateman, Kapustu: “Tidak Ada Tarif Normal Rp10 Juta”
Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima
SDN 01 Pasar Palembayan Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka Mulai 21 September 2026
Sumira Putri Digadang Pimpin Forum TBM Pasaman Barat, Sosok Pejuang Literasi dari Pelosok yang Kini Jadi Sorotan
Cuaca Buruk, Kwarcab Pramuka Indragiri Hilir Tunda Seluruh Lomba Hari Pramuka ke 65
Masyarakat Pulau Taliabu Pertanyakan Langkah Bupati Sashabila Widya L. Mus Cabut Status Daerah 3T Sementara Masih Bayak Program Pembagunan Jalan Amburadul
Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 05:51 WIB

Saling Lempar Tanggung Jawab Kasus Pemerasan Rp75 Juta, Ketum PPWI Siap Seret Kapolda Sumsel ke Propam Polri

Minggu, 20 September 2026 - 20:10 WIB

Dugaan Biaya Persalinan Rp10–20 Juta di Kateman, Kapustu: “Tidak Ada Tarif Normal Rp10 Juta”

Minggu, 20 September 2026 - 13:13 WIB

Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima

Sabtu, 19 September 2026 - 19:48 WIB

SDN 01 Pasar Palembayan Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka Mulai 21 September 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 10:58 WIB

Cuaca Buruk, Kwarcab Pramuka Indragiri Hilir Tunda Seluruh Lomba Hari Pramuka ke 65

Berita Terbaru