Kepala Inspektur Dharmasraya, Andi Sumanto (Dok, Istimewa)
Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Kepala Inspektorat Dharmasraya, Andi Sumanto, menyatakan dirinya tidak lagi menjabat. Informasi itu pertama kali beredar di grup WhatsApp internal Pemkab Dharmasraya, saat Andi menuliskan pesan pamit.
Namun, secara administrasi, pengunduran diri Andi belum sah. Kepala BKPSDM Dharmasraya, Yusrisal SKM MM, menegaskan prosedur pengunduran diri pejabat daerah harus melalui tahapan resmi.
“Secara pribadi, Andi Sumanto sudah mengundurkan diri. Tapi sampai hari ini surat pengunduran dirinya belum sampai ke BKPSDM. Prosedurnya, surat itu diserahkan ke kami, lalu diajukan ke BKN, dan ditandatangani oleh bupati. Setelah keluar persetujuan BKN dalam 1 sampai 10 hari, baru sah. Kalau tidak disetujui BKN, maka tidak bisa mengundurkan diri,” jelas Yusrisal, Rabu (27/8/2025).
Menurut Yusrisal, sebelum ada persetujuan BKN, secara hukum segala urusan Inspektorat masih berada di bawah wewenang Andi Sumanto.
Sementara itu, Pj Sekda Jasman yang dikonfirmasi melalui WhatsApp dan telepon hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban, meski terlihat aktif secara online.
Isu Nonjob Pejabat Selatan
Langkah mundur Andi Sumanto kembali memanaskan isu yang selama ini berhembus kencang: dugaan “pembersihan” pejabat dari selatan Dharmasraya, yang kerap dikaitkan sebagai lingkaran loyalis mantan Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan.
Selain Andi, sederet nama pejabat juga terus disebut-sebut dalam pusaran isu tersebut, di antaranya Darisman (Kadis Pertanian), Silaturahim (Kadis Perkimtan), M. Sukri (Kadis Arsip dan Perpustakaan), serta Imam Mahfuri (Sekretaris DPRD).
Sebelumnya, Adlisman dan Pariyanto sudah lebih dulu mundur dari jabatannya. Kondisi ini memperkuat spekulasi publik bahwa satu per satu pejabat asal selatan akan tersingkir.
Politik Balas Dendam atau Penyegaran Birokrasi?
Hingga kini, Bupati Dharmasraya Anisa Suci Ramadani belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah mundur Andi Sumanto maupun isu “politik balas dendam” terhadap pejabat selatan.
Pengamat menilai, jika benar hanya desas-desus, maka Bupati Anisa perlu memberikan klarifikasi terbuka untuk menenangkan kegelisahan birokrasi. Jika pun ada rotasi jabatan, semestinya dijelaskan secara transparan agar tidak dimaknai sebagai langkah politik.
Sementara publik masih menunggu, drama perombakan pejabat ini terus menjadi bahan perbincangan di warung kopi hingga lorong-lorong kantor pemerintahan. Nama Andi Sumanto kini menjadi simbol pertanyaan besar: apakah ini awal dari gelombang besar mutasi pejabat selatan, atau sekadar keputusan pribadi?
Sampai berita ini diturunkan, media ini masih terus berusaha menghubungi Andi Sumanto untuk mendapatkan alasan jujur di balik pengunduran dirinya sebagai Kepala Inspektorat Dharmasraya.
Editor: Yanti












