Ilustrasi Gambar Anak tengah bermain di wahana bermain (Dok, Istimewa)
Dharmasraya, Mediainvestigasi.net-28 Oktober 2024, Kasus predator anak dan perempuan di Kabupaten Dharmasraya mencemaskan masyarakat. Data terbaru dari Dinas Sosial melalui Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dharmasraya menunjukkan angka kasus yang mengkhawatirkan, dengan korban tak hanya dari kalangan perempuan, tetapi juga anak laki-laki.
Data 2023: Kasus Meningkat di Berbagai Kecamatan
Pada tahun 2023, ada 5 anak laki-laki yang tercatat menjadi korban predator, mayoritas berasal dari Kecamatan Koto Besar (4 kasus) dan satu kasus di Kecamatan Timpeh. Sementara itu, jumlah korban anak perempuan jauh lebih tinggi, dengan 20 kasus tersebar di sejumlah kecamatan. Kecamatan Pulau Punjung mencatat angka tertinggi dengan 6 kasus, disusul Sitiung (3 kasus), Asam Jujuhan (1 kasus), Koto Besar (3 kasus), Koto Baru (2 kasus), Sembilan Koto (3 kasus), dan Timpeh (2 kasus). Kasus predator yang menyasar perempuan dewasa tercatat sebanyak 3 kasus, masing-masing terjadi di Pulau Punjung, Sitiung, dan Koto Besar.
Data 2024: Jumlah Kasus Menurun, Tetapi Tetap Mengkhawatirkan
Pada 2024, meski jumlah kasus menurun, ancaman predator anak masih membayangi. Tahun ini, tercatat 3 anak laki-laki menjadi korban, dengan dua kasus di Kecamatan Sitiung dan satu di Sungai Rumbai. Korban anak perempuan mencapai 9 orang, tersebar di Pulau Punjung (2 kasus), Sitiung (3 kasus), Sungai Rumbai (1 kasus), Koto Besar (1 kasus), Koto Baru (1 kasus), dan Timpeh (1 kasus). Sementara itu, kasus yang menyasar perempuan dewasa dilaporkan satu kasus, terjadi di Kecamatan Timpeh.
Kewaspadaan dan Perlindungan Anak, Tanggung Jawab Bersama
Melihat data ini, Dinas Sosial Dharmasraya mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman predator anak dan perempuan di lingkungan sekitar. “Penting bagi keluarga untuk membangun komunikasi yang kuat dan terbuka dengan anak-anak, serta mengawasi aktivitas mereka agar tidak menjadi korban,” ujar perwakilan dari Dinas Sosial.
Peran serta masyarakat juga diharapkan dapat membantu mendeteksi lebih awal kehadiran potensi predator dan mencegah terjadinya kasus-kasus baru. Dharmasraya diharapkan menjadi wilayah yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya, terutama anak-anak dan perempuan yang rentan terhadap ancaman predator.
Editor: Yanti











