Menu

Mode Gelap

Hukum

Ada Apa dengan PT. Bentani Megah Indah, Hasil Triliunan tapi Abaikan Hak Rakyat, Masyarakat Minta Pak Yosep Tinggalkan Pulau Taliabu 

badge-check


					Ada Apa dengan PT. Bentani Megah Indah, Hasil Triliunan tapi Abaikan Hak Rakyat, Masyarakat Minta Pak Yosep Tinggalkan Pulau Taliabu  Perbesar

Logo perusahaan PT. Bentani Megah Indah. (Foto: dok. PT BMI)

 

Taliabu – Maluku Utara, MEDIAINVESTIGASI.NET, Sejumlah Masyarakat keluhkan terkait hadirnya perusahaan PT. Bentani Megah Indah (BMI) di Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara yang main suka-suka menggunakan lahan masyarakat, dan menggunakan akses jalan tampa izin pemilik lahan, serta tidak menghargai masylyarakat lokal menjadi tenaga kerja malah jadi penonton di negeri sendiri.

Dimana sejumlah masyarakat juga meminta Kepala Eksternal PT. Bentani Megah Indah (BMI) Yosep untuk tinggalkan Kabupaten Pulau Taliabu yang di nilai tidak menghargai masyatakat lokal di sekitar areal tambang yang sering menuturkan ungkapan tidak sopan saat bertemu degan masyarakat.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya juga mengatakan,  bahwa menilah pihak Perusahaan PT. Bentani Megah Indah (BMI) yang berpenghasilan puluhan triliun itu tak punya kepedualian terkait rusaknya jembatan penghubung Desa Todoli menuju Desa Natang Kuning yang selama ini di Kerjakan mengunakan anggaran Swadaya masyarakat perusahaan hanya acuh tak tau padahal jembatan itu terletak di areal tambang

Masyarakat juga menanyakan ada apa pihak Perusahaan setiap melakukan pemalangan jalan harus mengunakan pihak Kepolisian dan TNI untuk menghalangi masyarakat.

Padahal mesyarakat hanya menuntut yang menjadi hak mereka serta minta tanggung jawab perusahaan di Wilayah Dampak.

Namun jika langkah dan tingkah laku perusahaan terus mengabaikan hak-hak masyarakat maka masyarakat akan bersatu melakukan aksi unjuk rasa dengan mendatangkan masyarakat dengan kapasitas masa yang sangat besar, tutupnya.

(Ketua Investigasi Wilayah Indonesia Timur **** La Omy La Tua)

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PETI di Peranap Kian Merajalela, Tokoh Adat dan Pemerintah Desa Surati Polisi: APH Jangan Lamban!

1 Juni 2026 - 11:36 WIB

Diduga Curi Buah Sawit di Kebun PT. APN, Humas Laporkan ke Polsek Keritang

1 Juni 2026 - 11:33 WIB

Tambang Ilegal di Pasaman Barat Mendadak Sepi: Alat Berat Hilang, Lubang Menganga, Publik Justru Semakin Curiga!

30 Mei 2026 - 17:44 WIB

Trending di Berita