Logo perusahaan PT. Bentani Megah Indah. (Foto: dok. PT BMI)
Taliabu – Maluku Utara, MEDIAINVESTIGASI.NET, Sejumlah Masyarakat keluhkan terkait hadirnya perusahaan PT. Bentani Megah Indah (BMI) di Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara yang main suka-suka menggunakan lahan masyarakat, dan menggunakan akses jalan tampa izin pemilik lahan, serta tidak menghargai masylyarakat lokal menjadi tenaga kerja malah jadi penonton di negeri sendiri.
Dimana sejumlah masyarakat juga meminta Kepala Eksternal PT. Bentani Megah Indah (BMI) Yosep untuk tinggalkan Kabupaten Pulau Taliabu yang di nilai tidak menghargai masyatakat lokal di sekitar areal tambang yang sering menuturkan ungkapan tidak sopan saat bertemu degan masyarakat.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya juga mengatakan, bahwa menilah pihak Perusahaan PT. Bentani Megah Indah (BMI) yang berpenghasilan puluhan triliun itu tak punya kepedualian terkait rusaknya jembatan penghubung Desa Todoli menuju Desa Natang Kuning yang selama ini di Kerjakan mengunakan anggaran Swadaya masyarakat perusahaan hanya acuh tak tau padahal jembatan itu terletak di areal tambang
Masyarakat juga menanyakan ada apa pihak Perusahaan setiap melakukan pemalangan jalan harus mengunakan pihak Kepolisian dan TNI untuk menghalangi masyarakat.
Padahal mesyarakat hanya menuntut yang menjadi hak mereka serta minta tanggung jawab perusahaan di Wilayah Dampak.
Namun jika langkah dan tingkah laku perusahaan terus mengabaikan hak-hak masyarakat maka masyarakat akan bersatu melakukan aksi unjuk rasa dengan mendatangkan masyarakat dengan kapasitas masa yang sangat besar, tutupnya.
(Ketua Investigasi Wilayah Indonesia Timur **** La Omy La Tua)
Editor: Shendy Marwan













