Tiga Jorong di Lubuk Karak Terisolir, Jalan Berlumpur Tanpa Jembatan Bikin Warga dan Pelajar Sengsara

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Gambar: Kondisi terkini salah satu dari tiga sungai tanpa jembatan yang di keluhkan masyarakat tiga jorong di Lubuk Karak (Dok, Istimewa)

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Di tengah geliat pembangunan di Kabupaten Dharmasraya, masih ada tiga jorong di Nagari Lubuk Karak, Kecamatan Sembilan Koto, yang seperti tertinggal dari peta pembangunan. Jorong Singolan, Jorong Sungai Kapur, dan Jorong Siraho hingga kini masih terisolir akibat akses jalan rusak parah dan tidak adanya jembatan penghubung.

Jarak dari Jorong Siraho ke Kantor Wali Nagari Lubuk Karak sebenarnya hanya sekitar 5 kilometer. Namun karena jalan tembus tidak terawat dan berbahaya, warga harus memutar melewati Nagari Silago hanya untuk mengurus administrasi atau sekadar mengambil bantuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harapan kami sederhana, bangunkan jalan tembus dari Jorong Siraho ke Kantor Wali Nagari,” ujar Amrizal Datuk Rajo Sampono, ninik mamak dari Suku Melayu, saat ditemui awak media, Rabu (4/3/2026).

Jalan Tanah, Licin Saat Hujan

Realita di lapangan berbicara lebih keras. Jalan menuju tiga jorong tersebut belum pernah tersentuh aspal. Permukaannya tanah bercampur batu, berlubang, dan berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan turun.

Lebih ekstrem lagi, untuk sampai ke Jorong Siraho, pejalan kaki, pengendara harus menyeberangi tiga titik sungai tanpa jembatan permanen. Tidak ada pelindung, tidak ada akses beton. Saat debit air naik, risiko kecelakaan mengintai.

Kondisi ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal keselamatan.

Pelajar Jadi Korban Infrastruktur Buruk

Yang paling terdampak adalah para pelajar. Setiap hari, siswa SMP dan SMA dari tiga jorong ini harus memutar jauh demi sampai ke sekolah.

“Kami harus memutar dulu baru bisa sampai ke sekolah. Kalau musim hujan, banyak yang jatuh karena jalan licin,” kata Putri, seorang siswi SMP dengan nada lirih.

Baca Juga :  HUT ke-26 DWP Kota Padang, Istri Lurah Unjuk Ketangkasan di Lomba Pasang Atribut PDU

Perjalanan sekolah yang seharusnya menjadi rutinitas biasa, berubah jadi perjuangan penuh risiko. Jalan licin, sungai tanpa jembatan, dan medan berat menjadi santapan harian mereka.

Bantuan Sosial Tak Seberapa, Ongkos Lebih Besar

Masalah akses ini juga berdampak pada pelayanan publik. Sejumlah warga mengaku enggan mengambil bantuan Raskin ke Kantor Wali Nagari karena jarak tempuh dan biaya transportasi lebih besar dibanding nilai bantuan yang diterima.

Kini masyarakat hanya berharap satu hal: Pemerintah Kabupaten Dharmasraya segera turun tangan. Bangun dan rawat kembali jalan tembus. Dirikan jembatan permanen. Karena bagi warga Singolan, Sungai Kapur, dan Siraho, akses jalan bukan sekadar infrastruktur tapi urat nadi kehidupan.

Editor: Mitra Yuyanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Investigasi Nasional LPK-GPI Tegas Minta KPK RI Tak Harus Mati Suri Berantas Seluruh Kasus Korupsi Bersarang Di Wilayah Provinsi Maluku Utara
Pemkab Tapteng Hidupkan Semangat Gotong Royong, Kecamatan Pandan Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan
Tinjau Jebolnya Tanggul di Hutanabolon, Bupati Masinton : Pemkab Tapteng Berkomitmen Lakukan Mitigasi Maksimal Demi Melindungi Keselamatan Warga
Polsek Padang Selatan Bekuk Juru Parkir Terduga Penggelapan Sepeda Motor
Model Ideal Diplomasi Tetangga: Hubungan Maroko-Spanyol dan Penguatan Stabilitas Geopolitik Global
Diplomasi Pewarta Warga: PPWI dan Kedubes Maroko Sepakati 9 Langkah Strategis Kemitraan Media dan Budaya
Menghubungkan Hati Melalui Pena: Kemitraan Pers Indonesia dan Maroko dalam Mengukir Peradaban Bersama
Bupati Masinton Pasaribu Lantik 23 Pejabat Administrator dan Pengawas Tapteng : Tekankan Kecepatan dan Tanggap Bencana
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:02 WIB

Ketua Investigasi Nasional LPK-GPI Tegas Minta KPK RI Tak Harus Mati Suri Berantas Seluruh Kasus Korupsi Bersarang Di Wilayah Provinsi Maluku Utara

Sabtu, 12 September 2026 - 08:45 WIB

Pemkab Tapteng Hidupkan Semangat Gotong Royong, Kecamatan Pandan Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

Sabtu, 12 September 2026 - 08:41 WIB

Tinjau Jebolnya Tanggul di Hutanabolon, Bupati Masinton : Pemkab Tapteng Berkomitmen Lakukan Mitigasi Maksimal Demi Melindungi Keselamatan Warga

Sabtu, 12 September 2026 - 08:21 WIB

Polsek Padang Selatan Bekuk Juru Parkir Terduga Penggelapan Sepeda Motor

Sabtu, 12 September 2026 - 05:47 WIB

Diplomasi Pewarta Warga: PPWI dan Kedubes Maroko Sepakati 9 Langkah Strategis Kemitraan Media dan Budaya

Berita Terbaru