Model Ideal Diplomasi Tetangga: Hubungan Maroko-Spanyol dan Penguatan Stabilitas Geopolitik Global

- Penulis

Sabtu, 12 September 2026 - 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Model Ideal Diplomasi Tetangga: Hubungan Maroko-Spanyol dan Penguatan Stabilitas Geopolitik Global

Rabat – Mediainvestigasi.net – Dinamika hubungan internasional di kawasan Laut Tengah kembali menunjukkan preseden penting bagi perdamaian dunia. Kementerian Luar Negeri, Kerjasama Afrika, dan Warga Maroko di Luar Negeri memberikan penegasan komprehensif mengenai perkembangan terbaru hubungan bilateral antara Kerajaan Maroko dan Kerajaan Spanyol. Dalam pernyataan resminya, Maroko menegaskan komitmennya untuk terus membina hubungan berbasis kesetaraan, saling percaya, pemahaman politik, serta kemitraan strategis di bidang ekonomi dan keamanan.

Sikap kedaulatan Maroko ini mencapai puncaknya sejak dilakukannya Deklarasi Bersama pada 7 April 2022, pascapertemuan bersejarah antara pimpinan tertinggi Maroko, Yang Mulia King Mohammed VI dan Perdana Menteri Spanyol, H.E. Pedro Sanchez. Deklarasi ini membuka babak baru hubungan kedua negara yang bertumpu pada dialog berkelanjutan, kemitraan saling menguntungkan, serta penghormatan atas kedaulatan masing-masing.

Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Maroko yang dikeluarkan pada Kamis, 10 September 2026, menekankan hal penting bahwa berkat pendekatan yang proaktif dan tenang, kedua negara mampu mengidentifikasi perbedaan tanpa terjebak dalam upaya menciptakan fakta sepihak (fait accompli). Capaian nyata terlihat jelas di sektor ekonomi, di mana Spanyol menjadi mitra ekonomi utama Maroko, sementara Maroko berdiri sebagai mitra dagang terbesar kedua bagi Spanyol di luar kawasan Uni Eropa. Di bidang keamanan, kolaborasi erat kedua negara telah berhasil membongkar berbagai jaringan terorisme dan kejahatan lintas negara, meminimalisasi potensi ancaman keamanan di kawasan Semenanjung Iberia dan Afrika Utara.

Terkait isu migrasi dan insiden yang terjadi pada Juli 2026 lalu, Maroko menegaskan perlunya investigasi menyeluruh untuk mengungkap fakta secara objektif. Pemerintah Maroko menyesalkan adanya narasi kaku dari segelintir lingkaran politik dan media di Spanyol yang memanfaatkan isu Maroko demi kepentingan politik domestik dan kontestasi pemilu.

Baca Juga :  Mengenal Rian Pribadi – Videografer Wedding Berbakat Asal Pontianak

Maroko secara tegas menolak dijadikan komoditas politik (political pawn) maupun kambing hitam dalam perselisihan internal negara tetangganya. Kementerian Luar Negeri Maroko mengingatkan bahwa kedekatan geografis adalah realitas yang abadi yang tidak mungkin diubah. Keberanian serta visi para pemimpin politiklah yang mampu mengubah geografi tersebut menjadi aset masa depan, bukan justru membutakan strategi diplomasi yang berujung pada kecurigaan kronis.

Perkembangan diplomasi di kawasan Afrika Utara dewasa ini mendapat sambutan hangat dari Indonesia. Wilson Lalengke, Presiden Indonesia-Sahara-Morocco Brotherhood (Persisma), menyampaikan rasa sukacita dan apresiasi yang mendalam atas kemajuan hubungan Maroko-Spanyol dalam mengatasi berbagai tantangan bersama.

Wartawan senior Indonesia ini menilai bahwa dinamika hubungan Maroko dan Spanyol merupakan contoh teladan (role model) yang sangat luar biasa bagi dunia internasional dalam menyelesaikan sengketa kawasan, isu perbatasan, maupun dinamika migrasi antarnegara.

“Persisma merasa bangga dan bersyukur melihat bagaimana Kerajaan Maroko di bawah kepemimpinan King Mohammed VI mengedepankan kebijaksanaan, transparansi, dan ketegangan diplomatik yang elegan. Model kemitraan Maroko-Spanyol ini membuktikan bahwa perbedaan tidak harus berujung pada konflik, melainkan dapat diselesaikan melalui dialog yang jujur, saling menghormati, dan pragmatisme yang berorientasi pada kesejahteraan bersama,” ujar Wilson Lalengke dari Jakarta, Jumat, 11 September 2026.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketum PPWI itu menambahkan bahwa sikap Maroko yang menolak dijadikan alat politik domestik oleh pihak luar menunjukkan kematangan bernegara yang patut dicontoh oleh negara-negara lain di dunia, terutama dalam mengelola kawasan perbatasan yang rentan benturan geopolitik.

Pendekatan diplomasi yang ditunjukkan oleh Maroko dan Spanyol sejalan dengan pandangan para pemikir besar dunia mengenai hubungan antarnegara dan etika ketetanggaan. Filsuf Jerman abad ke-18, Immanuel Kant (1724-1804), dalam karyanya _Toward Perpetual Peace_ (Menuju Perdamaian Abadi), menekankan prinsip _Hospitality_ (Keramahan Universal) dan pentingnya hukum antarnegara yang saling mengikat demi mencegah permusuhan permanen.

Baca Juga :  Jembatan Jorong Lagan di Sembilan Koto Akhirnya Diperbaiki, Mobilitas Warga Kembali Lancar

Kant menyatakan bahwa kedekatan geografis memaksa manusia dan bangsa-bangsa untuk saling berdampingan secara damai. Keberhasilan Maroko dan Spanyol mengelola perbatasan Laut Tengah menunjukkan penerapan konkret dari filosofi Kantian ini, di mana batas wilayah tidak dijadikan tembok pemisah, melainkan jembatan kerja sama.

Sementara itu, dalam filsafat hubungan internasional yang berakar pada pemikiran Realisme Etis (_Ethical Realism_), seperti yang dicetuskan oleh Reinhold Niebuhr (1892-1971), diplomasi yang efektif menuntut kejujuran intelektual dan kemampuan untuk melihat kepentingan bersama di atas ego politik jangka pendek. Ketika sebuah negara mampu menundukkan retorika populisme demi menjaga stabilitas kawasan, hal tersebut merupakan cerminan dari akal sehat (_common sense_) dan keberanian politik yang tertinggi.

Langkah strategis Kerajaan Maroko dalam mempertahankan dialog yang tenang dan objektif bersama Spanyol mempertegas posisinya sebagai pilar stabilitas di kawasan Mediterania. Keberhasilan model diplomasi ini memberikan harapan baru bahwa dinamika geopolitik global dapat dikelola secara bermartabat, damai, dan saling menguntungkan. (TIM/Red)

Penulis : MI

Editor : Atri

Sumber Berita: PPWI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPBU Jampang 34-16303 Kembali Disorot: Thunder Diduga Berulang Isi Pertalite, Pola Lama Muncul Lagi
‎Lebih dari 150 Hektare Kebun Sawit Warga di Sungai Raya Dirusak Ando, Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku ‎
Kebakaran Kembali Melanda Lahan Perkebunan Cengkeh Milik Warga Desa Ufung, Taliabu Utara
Ketua Bhayangkari Cabang Pulau Taliabu Ny. Desy Adnan Wahyu Kunjungi Posko Darurat Karhutla TBL Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Setibanya Bupati Taliabu Sashabila L Mus Langsung Tinjau Posko Darurat Karhutla Di Taliabu Barat Laut Untu Memasrikan Wilayah Dampak
Bupati Batu Bara: Pendampingan BKN Bantu Kaderisasi ASN dan Atasi Keterbatasan SDM di Daerah
Pers Diduga Diusir dari Kantor DLH, AWIBB Tantang Pemkab Bekasi: Berani Periksa Kadis?
Akibat Karhutla Di Kabupaten Pulau Taliabu Meluas, Citra Puspasari Mus Bagi Peduli Salurkan Bantuan Ke Warga Tani Terdampak Di TBL
Berita ini 27 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:34 WIB

SPBU Jampang 34-16303 Kembali Disorot: Thunder Diduga Berulang Isi Pertalite, Pola Lama Muncul Lagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:14 WIB

‎Lebih dari 150 Hektare Kebun Sawit Warga di Sungai Raya Dirusak Ando, Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku ‎

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kebakaran Kembali Melanda Lahan Perkebunan Cengkeh Milik Warga Desa Ufung, Taliabu Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Ketua Bhayangkari Cabang Pulau Taliabu Ny. Desy Adnan Wahyu Kunjungi Posko Darurat Karhutla TBL Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Setibanya Bupati Taliabu Sashabila L Mus Langsung Tinjau Posko Darurat Karhutla Di Taliabu Barat Laut Untu Memasrikan Wilayah Dampak

Berita Terbaru