Hotman Paris 911 Turun Respon Kasus Pengeroyokan Meri di Pasaman Barat, Keluarga Korban Minta Pendampingan Hukum

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman Barat, Mediainvestigasi.net — Kasus pengeroyokan yang menewaskan Meri (48) di Jorong Durian Tigo Batang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasaman Barat, kini mendapat perhatian nasional.

Perhatian itu muncul setelah Hotman Paris 911 merespons kasus tersebut, sebagaimana disampaikan dalam video singkat yang dibuat oleh Putri Maya Rumanti dan beredar luas di media sosial.

Respons dari kanal pengaduan hukum yang identik dengan advokat kondang Hotman Paris Hutapea itu langsung memantik perhatian publik.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak pihak menilai, masuknya kasus ini ke radar Hotman Paris 911 menjadi sinyal bahwa perkara tersebut dinilai serius dan layak dikawal secara ketat.

Video Putri Maya Rumanti Jadi Sorotan

Dalam video pendek yang beredar, Putri Maya Rumanti menyampaikan bahwa kasus meninggalnya Meri telah mendapat perhatian dari Hotman Paris 911.

Ia menegaskan pentingnya pengawalan hukum agar proses penyidikan berjalan transparan dan tidak menyisakan pertanyaan di tengah masyarakat.

Meski berdurasi singkat, video tersebut dinilai efektif menyuarakan kegelisahan publik atas penanganan kasus yang dipicu konflik lahan perkebunan sawit itu.

Warganet pun ramai-ramai membagikan ulang video tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap keluarga korban.

Adik Korban: Kami Butuh Pendampingan Agar Kasus Terang

Seiring meningkatnya perhatian publik, Fitri, adik kandung almarhum Meri, secara terbuka meminta agar tim Hotman Paris 911 bersedia membantu keluarga korban mengawal proses hukum hingga tuntas.

Fitri menyebut, keluarga tidak ingin kasus ini berhenti pada narasi sepihak.

Mereka berharap kehadiran tim advokasi hukum nasional dapat membantu membuka seluruh fakta, terutama pada tahap krusial rekonstruksi perkara.

“Kami keluarga hanya ingin keadilan. Kami berharap tim Hotman Paris 911 bisa membantu mengawal kasus ini supaya semua fakta dibuka dengan jujur,” ujar Fitri.

Baca Juga :  Ditreskrimsus Polda Sumbar Ungkap Tindak Penyalahgunaan Subsidi BBM di SPBU Lubuk Basung

Rekonstruksi Jadi Penentu

Keluarga korban menilai tahap rekonstruksi sebagai kunci untuk memperjelas posisi pelaku dan korban.

Mereka berharap rekonstruksi dilakukan secara profesional, menghadirkan seluruh pihak terkait, serta menampilkan semua barang bukti yang disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Menurut keluarga, kejelasan rekonstruksi akan menentukan arah penegakan hukum sekaligus menjawab keraguan publik.

Kasus Masih Didalami Polisi

Sementara itu, Satreskrim Polres Pasaman Barat menyatakan penyidikan masih berjalan.

Polisi telah mengamankan sejumlah terduga pelaku, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti terkait peristiwa yang terjadi pada Selasa, 2 Desember 2025 tersebut.

Pihak kepolisian juga menegaskan akan menangani perkara ini sesuai prosedur dan koridor hukum yang berlaku.

Harapan pada Atensi Nasional

Bagi keluarga korban, perhatian dari publik dan figur nasional seperti Hotman Paris 911 bukan untuk mengintervensi hukum, melainkan untuk memastikan proses berjalan adil, transparan, dan akuntabel.

Mereka berharap, dengan pengawalan yang ketat, kasus pengeroyokan yang merenggut nyawa Meri dapat diungkap secara menyeluruh dan memberikan rasa keadilan, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat luas.***

Penulis: Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Plh. Kabag PBJ Tapanuli Tengah dengan Tegas Bantah Pokja ULP Pemkab Tapanuli Tengah Makelar Proyek Tahun 2026
Diduga Tak Bisa Pertanggung Jawabkan Keuangan, Pengurus Bumdes Sisobahili Tak Hadir Saat Di Panggil Dinas PMD
Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Pinangsori, Enam Paket Barang Bukti Diamankan
Saling Lempar Tanggung Jawab Kasus Pemerasan Rp75 Juta, Ketum PPWI Siap Seret Kapolda Sumsel ke Propam Polri
Konfirmasi Belum Terjawab, Dua Pelaksana Blokir Kontak Wartawan — PUPR/Pemkab Bogor Diminta Buka Terang
Guncang DPR! Ranny Fadh Arafiq Terseret OTT KPK Ratusan Miliar, PPWI Desak Pecat dan Miskinkan Koruptor
Polres Soppeng Amankan Terduga Pelaku Peredaran Sabu, Lima Paket Diduga Narkotika Disita
Satresnarkoba Polres Tapteng Bekuk Terduga Pengedar Sabu di Pinangsori
Berita ini 410 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:17 WIB

Plh. Kabag PBJ Tapanuli Tengah dengan Tegas Bantah Pokja ULP Pemkab Tapanuli Tengah Makelar Proyek Tahun 2026

Senin, 21 September 2026 - 18:13 WIB

Diduga Tak Bisa Pertanggung Jawabkan Keuangan, Pengurus Bumdes Sisobahili Tak Hadir Saat Di Panggil Dinas PMD

Senin, 21 September 2026 - 12:57 WIB

Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Pinangsori, Enam Paket Barang Bukti Diamankan

Senin, 21 September 2026 - 05:51 WIB

Saling Lempar Tanggung Jawab Kasus Pemerasan Rp75 Juta, Ketum PPWI Siap Seret Kapolda Sumsel ke Propam Polri

Kamis, 17 September 2026 - 11:58 WIB

Konfirmasi Belum Terjawab, Dua Pelaksana Blokir Kontak Wartawan — PUPR/Pemkab Bogor Diminta Buka Terang

Berita Terbaru