Heboh di Toko Obat Pasar Pramuka! Pedagang Ngamuk Massal, Teriakan Protes Pecah di Tengah Kerumunan

- Penulis

Kamis, 13 November 2025 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIAINVESTIGASI.NET – Suasana Pasar Pramuka, Jakarta Timur, yang menjual alat kesehatan dan obat, berubah menjadi lautan amarah. Ratusan pedagang obat dan alat kesehatan beramai-ramai menutup kios mereka sambil meneriakkan protes keras terhadap kebijakan penutupan sementara yang dilakukan oleh Perumda Pasar Jaya, Kamis (13/11/2025)

Aksi spontan ini memanas sejak pukul 10.15 WIB. Pedagang yang biasanya sibuk melayani pembeli, kali ini justru menggembok etalase dan mengangkat spanduk protes, menolak keputusan yang mereka anggap mendadak dan tak berpihak pada rakyat kecil.

“Tutup aja, tutup semua! Masa kita tidak boleh dagang,” teriak seorang pedagang perempuan di tengah kerumunan, suaranya menggema di antara kios-kios yang mulai disegel.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah pedagang tampak histeris, sebagian lainnya menitikkan air mata karena bingung harus mencari nafkah di tengah situasi yang tidak pasti. Solidaritas antar-pedagang pun meledak. Semua menutup kios serentak, membuat suasana pasar lumpuh total.

Di tengah kekacauan itu, seorang pedagang bernama Buyung (30) mengaku kecewa berat karena baru tahu ada penutupan hari ini, padahal sehari sebelumnya disebut masih boleh buka.

“Katanya mau revitalisasi. Kalau biayanya sekitar Rp200 juta mungkin masih bisa diusahakan, tapi mintanya sekitar Rp400 juta. Baru hari ini tahu ada penutupan. Kemarin dibilang boleh buka sama orang PD (Pasar Jaya), makanya ini kami solidaritas,” jelas Buyung.

Ia menegaskan banyak pedagang sudah memenuhi kewajiban pembayaran, namun tetap ikut terkena dampak kebijakan.

“Ini saya sudah bayar. Yang sudah bayar bisa dihitung, makanya mereka turun (protes), mungkin kebanyakan yang belum bayar. Kalau segelan tidak ada, adanya penutupan sekarang ini,” ucapnya dengan nada kesal.

Sementara itu, di sudut lain pasar, keluhan pilu terus terdengar. Teriakan pedagang pecah dengan nada getir.

Baca Juga :  Buru Selatan Diguyur Hujan Deras, Semangat Pantang Padam Satgas TMMD 125 Kodim 1506/Namlea Mendapat Apresiasi Warga 

“Kasihanilah hidup kami, kami tidak ada gaji UMP (upah minimum provinsi). Mau makan gimana?” teriak seorang pedagang lain yang sudah kehabisan kata-kata.

Kemarahan para pedagang kian memuncak ketika mereka menuding kebijakan revitalisasi kios dilakukan tanpa sosialisasi matang dan dianggap terlalu membebani ekonomi rakyat kecil. Mereka menuntut Perumda Pasar Jaya agar meninjau ulang keputusan dan memberi solusi manusiawi, termasuk skema pembayaran yang tidak mencekik.

Sampai siang hari, aksi protes masih berlangsung panas. Ratusan orang berkerumun, menyoraki petugas yang berusaha menenangkan massa. Pasar Pramuka lumpuh total.

Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya membantah tudingan adanya kenaikan harga sewa kios hingga empat kali lipat.

“Hasil kajian menunjukkan bahwa tarif yang diberlakukan masih berada di bawah rekomendasi nilai pasar,” ujar Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (11/10).

Agus menjelaskan bahwa penetapan tarif dilakukan melalui kajian komprehensif bersama tim teknis dan penilai independen dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Ia juga membantah angka Rp425 juta yang sempat beredar.

Menurutnya, tarif resmi saat ini adalah Rp403 juta untuk lantai dasar dan Rp351 juta untuk lantai satu.

Namun di lapangan, protes tetap membara. Pedagang menolak diam. “Kami cuma mau keadilan,” ujar salah satu pedagang sebelum kembali menutup rolling door kiosnya rapat-rapat.

Pasar Pramuka yang biasanya ramai pembeli obat dan kesehatan kini berubah jadi simbol perlawanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konfirmasi Belum Terjawab, Dua Pelaksana Blokir Kontak Wartawan — PUPR/Pemkab Bogor Diminta Buka Terang
Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Antrean BBM Mengular di SPBU, Polres Soppeng Perkuat Patroli dan Pengamanan
TANGGAPI KABUT ASAP, POLSEK PALEMBAYAN DAN SAKA BHAYANGKARA BAGIKAN MASKER GRATIS KEPADA WARGA
Gubernur Jabar Dituding Framing Profesi Wartawan, FWJ: Jangan Generalisasi dan Menghakimi
Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor Digeledah, Polisi Dalami Dugaan Mafia Tanah PTSL 2019
Pondok Pesantren Alaimatul Arbaah Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Pendidikan Santri Harus Diselamatkan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:58 WIB

Konfirmasi Belum Terjawab, Dua Pelaksana Blokir Kontak Wartawan — PUPR/Pemkab Bogor Diminta Buka Terang

Selasa, 15 September 2026 - 16:44 WIB

Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sabtu, 12 September 2026 - 17:23 WIB

Antrean BBM Mengular di SPBU, Polres Soppeng Perkuat Patroli dan Pengamanan

Sabtu, 12 September 2026 - 17:12 WIB

TANGGAPI KABUT ASAP, POLSEK PALEMBAYAN DAN SAKA BHAYANGKARA BAGIKAN MASKER GRATIS KEPADA WARGA

Sabtu, 12 September 2026 - 09:21 WIB

Gubernur Jabar Dituding Framing Profesi Wartawan, FWJ: Jangan Generalisasi dan Menghakimi

Berita Terbaru