BeritaDaerahHukumMiliter/ TNI-POLRI

Isu Pernikahan Mertua dan Menantu di Desa Abbanuange Dipastikan Hoaks, Pemerintah dan Tokoh Masyarakat Beri Klarifikasi

1257
×

Isu Pernikahan Mertua dan Menantu di Desa Abbanuange Dipastikan Hoaks, Pemerintah dan Tokoh Masyarakat Beri Klarifikasi

Sebarkan artikel ini

Isu Pernikahan Mertua dan Menantu di Desa Abbanuange Dipastikan Hoaks, Pemerintah dan Tokoh Masyarakat Beri Klarifikasi.

 

SOPPENG_Sulsel, –Mediainvestigasi.Net–
Isu pernikahan antara menantu dan mertua yang sempat viral dan dikaitkan dengan Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, dipastikan tidak benar alias hoaks. Klarifikasi tegas ini disampaikan langsung dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan keagamaan yang digelar di Masjid Siratal Musthaqim, Tocampu, Desa Abbanuange, pada Senin malam, 26 Mei 2025.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Camat Lilirilau Drs. Muh. Yusuf, Kepala KUA Kecamatan Lilirilau, Kapolsek Lilirilau AKP Asep Sibli SM.HK, Danramil Lilirilau Pelda Ngadi Wahono, Kepala Desa Abbanuange, penyuluh agama, kepala dusun, tokoh masyarakat, dan anggota Majelis Taklim se-Kecamatan Lilirilau.

Dalam rilis kegiatan yang diterima Mediainvestigasi.Net, bahwa dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Abbanuange dalam pembukaan acara menyampaikan klarifikasi terkait isu yang mencuat di media sosial.

“Isu tersebut sama sekali tidak benar. Sekali lagi saya tegaskan, TIDAK PERNAH TERJADI pernikahan antara menantu dan mertua di Desa Abbanuange,” tegasnya di hadapan para jamaah Magrib Mengaji. Ia juga menambahkan bahwa perempuan yang dikaitkan dalam isu itu sudah lama tidak berada di wilayah desa tersebut.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh kabar bohong yang hanya bertujuan mencemarkan nama baik desa. Kepala desa juga memaparkan berbagai kegiatan keagamaan aktif yang berlangsung di desanya, mulai dari pengajian dan zikir setiap malam Jumat, pengajian rutin di rumah warga, hingga program Magrib Mengaji yang melibatkan sepuluh Majelis Taklim di bawah binaan penyuluh agama.

Camat Lilirilau, Drs. Muh. Yusuf, dalam sambutannya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar.

“Saring sebelum sharing. Pastikan kebenarannya, jangan asal sebar. Banyak berita yang belum tentu benar justru memicu pro dan kontra serta mencemarkan nama baik orang dan daerah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kapolsek Lilirilau, AKP Asep Sibli SM.HK, menekankan pentingnya kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam memerangi informasi hoaks.

“Mari kita saling bersinergi dalam menyebarkan kebaikan dan informasi yang bermanfaat. Jangan mudah percaya pada berita palsu. Kepolisian siap menjalin kerja sama dengan semua pihak untuk menjaga ketertiban dan ketenangan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Danramil Lilirilau, Pelda Ngadi Wahono, mengajak masyarakat untuk tetap menjaga citra baik desa.

“Jangan sampai Desa Abbanuange tercoreng karena informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mari kita menjadi warga yang cerdas dan bertanggung jawab dalam menerima dan menyebarkan informasi,” pesannya.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi momen penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menghadapi isu-isu sensitif serta menjaga harmoni sosial di tengah gempuran informasi digital.
(Red)*