Sistem e-Court Dipertanyakan, Wahyudi Laporkan PN Karawang ke Komisi Yudisial

- Penulis

Senin, 6 Januari 2025 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sistem e-Court Dipertanyakan, Wahyudi Laporkan PN Karawang ke Komisi Yudisial

Karawang, MediaInvestigasi.Net  – Sistem e-Court Mahkamah Agung dipertanyakan, bagaimana tidak, Wahyudi selaku Tergugat 1 dalam kasus yang tengah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang melaporkan dugaan keganjilan ke Komisi Yudisial (KY) atas hilangnya amar putusan yang sebelumnya telah diunggah melalui sistem e-Court pada 30 Desember 2024. Akan tetapi, amar putusan tersebut tiba-tiba berubah status pada 2 Januari 2025.

“Kami ingin mengklarifikasi bahwa amar putusan sebenarnya telah keluar dan diunggah melalui e-Court pada 30 Desember 2024 pukul 16.23 WIB. Putusan itu bahkan sudah kami dokumentasikan. Namun, pada 2 Januari 2025 pukul 11.00 WIB, status tersebut berubah menjadi *putusan belum siap*. Ini menjadi hal yang kami pertanyakan,” ujar Wahyudi, didampingi pengacaranya, Dr. Syafrial Bakri, S.E., S.H., M.H., C.P., C.P.L.E., Senin (6/1/25).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya itu, status putusan kembali berubah menjadi *putusan belum siap karena salah satu majelis hakim sedang cuti* pada pukul 13.00 WIB di hari yang sama. “Ketika meminta salinan amar putusan pada 2 Januari, ternyata hasilnya berbeda dengan yang diunggah pada 30 Desember. Amar putusan tiba-tiba hilang dan berubah,” beber Wahyudi.

Sistem e-Court Dipertanyakan

Mengacu pada Pasal 26 Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No.7 Tahun 2022 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik, amar putusan yang diunggah melalui e-Court memiliki kekuatan hukum yang sama dengan putusan yang dibacakan secara fisik. Namun, perubahan status tanpa penjelasan resmi mencederai prinsip transparansi yang menjadi dasar sistem tersebut.

“e-Court dirancang untuk menjamin kejelasan dan kepastian hukum. Ketika terjadi perubahan seperti ini tanpa alasan jelas, tentu ada tanggung jawab yang harus dijelaskan oleh pihak terkait,” kata Wahyudi.

Baca Juga :  Pengiriman iPhone 13 Pro Diduga Hilang, Ganti Rugi JNT Tembilahan Hanya Rp280 Ribu

Laporan ke Komisi Yudisial

Atas keganjilan tersebut, Wahyudi dan tim kuasa hukumnya resmi melaporkan PN Karawang ke Komisi Yudisial pada 6 Januari 2025. Wahyudi berharap laporan ini dapat menjadi perhatian serius bagi KY untuk menjaga integritas sistem peradilan di Indonesia.

“Saya tidak benci kepada hukum atau PN Karawang. Saya hanya ingin memastikan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Sistem hukum harus transparan dan adil,” tegas Wahyudi.

Atas kejadian tersebut, PN Karawang melakukan penjadwalan ulang putusan yang akan dibacakan pada 8 Januari 2025. Namun, Wahyudi menekankan bahwa masalah utama bukan pada penundaan tersebut, melainkan pada hilangnya amar putusan yang sebelumnya sudah diunggah ke e-Court.

“Kami berharap PN Karawang memberikan penjelasan yang jelas dan sesuai aturan. Selain itu, kami menyerahkan penyelesaian kasus ini kepada KY untuk investigasi lebih lanjut,” pungkasnya.

Laporan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem peradilan berbasis elektronik. Integritas e-Court harus dijaga demi menjamin transparansi dan keadilan bagi masyarakat luas. (DJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Pungli Mengintai Pilkades Serentak 2026 di Bekasi, AWIBB Jabar Siapkan Laporan Polisi
Ketua Investigasi Nasional LPK GPI La Omy La Tua Tegas Minta Jajaran Penegak Hukum Polda Sulteng Jagan Bungkam Soal Kasus 36 Miliar 7 Miliar Belum Terungkap Pelakunya
Gang Sandiwara Kembali Disorot, Dugaan Perbuatan Cabul demi Keuntungan — Polsek Kemang Ditantang Buktikan Fakta
Menepis Isu Soal Jual Beli Proyek Mencitus Nama Baik H. Zainal Mus Itu Murni Fitnah Di Lakukan Oleh Manusia Jahanam Minta Polisi Tangkap Pelaku
KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor, Dua Koper Dibawa Penyidik
Skandal Paspor Ganda: Ancaman Serius bagi Perlindungan Anak dan Integritas Hukum Indonesia
Budi Arie dan Godaan Menjadi Pemerintahan Bayangan
PENUNDAAN TRANSAKSI REKENING AKTIVIS PATI: JANGAN MEMBALIK LOGIKA HUKUM DAN JANGAN GUNAKAN INSTRUMEN TPPU UNTUK MEMBATASI HAK KONSTITUSIONAL WARGA
Berita ini 20 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Dugaan Pungli Mengintai Pilkades Serentak 2026 di Bekasi, AWIBB Jabar Siapkan Laporan Polisi

Rabu, 2 September 2026 - 20:04 WIB

Ketua Investigasi Nasional LPK GPI La Omy La Tua Tegas Minta Jajaran Penegak Hukum Polda Sulteng Jagan Bungkam Soal Kasus 36 Miliar 7 Miliar Belum Terungkap Pelakunya

Selasa, 1 September 2026 - 10:08 WIB

Gang Sandiwara Kembali Disorot, Dugaan Perbuatan Cabul demi Keuntungan — Polsek Kemang Ditantang Buktikan Fakta

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Menepis Isu Soal Jual Beli Proyek Mencitus Nama Baik H. Zainal Mus Itu Murni Fitnah Di Lakukan Oleh Manusia Jahanam Minta Polisi Tangkap Pelaku

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:41 WIB

KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor, Dua Koper Dibawa Penyidik

Berita Terbaru