PTPN 1 Hancuran Bangunan Ponpes Mathla’ul Anwar di Desa Natar, Picu Kemarahan Umat Islam

- Penulis

Senin, 6 Januari 2025 - 06:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PTPN 1 Hancuran Bangunan Ponpes Mathla’ul Anwar di Desa Natar, Picu Kemarahan Umat Islam

 

Lampung Selatan, MediaInvestigasi.Net – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 1 Regional 7 secara brutal menghancurkan 40-an rumah warga dan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Mathla’ul Anwar di RT 040, Dusun IX, Tanjung Rejo 2, Desa Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan pada Sabtu 4 Januari 2025. Pengusakan tak bersisa atas bangunan Ponpes tempat pembinaan moral dan mental spiritual generasi Islam masa depan itu menuai kecaman keras dari umat Islam, pendiri ponpes, serta jamaah yang aktif melaksanakan kegiatan keagamaan di tempat tersebut.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ustad Muhamad Rofiudin (Rofi), pendiri ponpes, menyatakan rasa kecewa dan marah atas tindakan tersebut. Saat ditemui oleh awak media bersama puluhan jamaah usai bangunan pondok pesantren dirobohkan, ia mengatakan bahwa peristiwa penghancuran ini sangat melukai perasaan umat islam setempat.

 

“Penghancuran ponpes ini sangat melukai hati kami, menyakiti para santri, jamaah, dan umat Islam secara umum. Tanpa ada konfirmasi atau pemberitahuan sebelumnya, bangunan ponpes kami diratakan menggunakan alat berat ekskavator,” ungkap guru mengaji yang akrab disapa Ustad Rofi ini.

 

Ustad Rofi menambahkan bahwa kejadian tersebut menyebabkan kerusakan dan kehilangan sejumlah barang penting. “Apa yang dilakukan PTPN 1 ini tidak hanya melecehkan umat Islam, tetapi juga merusak nilai-nilai agama. Banyak Al-Qur’an yang hilang atau rusak akibat penggusuran ini. Juz ‘Amma pun ikut hancur, sajadah diinjak-injak oleh eksavator, dan peralatan seperti mesin air, tangki wudhu, serta speaker besar untuk kegiatan pengajian raib tanpa jejak,” tambahnya dengan nada sedih dan geram.

 

Lebih lanjut, pendiri ponpes dan jamaah mengecam keras tindakan tersebut, yang dinilai berpotensi memicu konflik SARA dan kemarahan umat Islam secara luas. “Tindakan ini sangat tidak manusiawi. Kami akan menuntut PTPN untuk bertanggung jawab atas kerusakan ini. Ini tidak hanya melukai hati kami, tetapi juga dapat dianggap sebagai bentuk penistaan terhadap agama Islam. Jangan sampai umat Islam marah akibat tindakan seperti ini,” tutup Ustad Rofi.

Baca Juga :  Wawako Maigus Nasir: Koperasi Merah Putih Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

 

Sementara itu dari Jakarta, alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, menyatakan kesedihan mendalam atas perilaku tidak menghargai umat beragama oleh PTPN yang adalah perusahaan negara milik pemerintah. “Pantas saja bangsa ini selalu dilanda persoalan yang tidak kunjung selesai, para pengurus negara melalui kaki-tangannya, termasuk para pengelola perusahaan negara BUMN, menyimpan sifat dan moralitas buruk dalam diri mereka, tega menghancurkan pondok pesantren dan fasilitas keagamaan umat beragama. Dan ini terjadi di banyak tempat,” ujarnya mengecam tindakan yang disebutnya sebagai perilaku barbar tersebut.

 

Wilson Lalengke yang dikenal sangat getol membela masyarakat terzolimi di banyak tempat tersebut mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera membenahi mentalitas aparatnya, termasuk para pengelola BUMN. Menurutnya, perilaku yang dipertontonkan oleh PTPN I Regional 7 di Desa Natar itu dapat menjadi preseden buruk, karena akan dijadikan referensi oleh publik untuk melakukan perobohan dan perusakan bangunan dan fasilitas ibadah umat beragama di negara ini.

 

“Sangat berbahaya jika dibiarkan, bisa jadi contoh bagi perusahaan, lembaga, dan masyarakat umum, untuk merobohkan rumah ibadah sesuka hati, toh negara tidak peduli dengan tindakan buruk dan kriminal semacam itu,”tambah lulusan pasca sarjana bidang Etika Terapan dari Universitas Utrecht, Belanda, dan Universitas Linkoping, Swedia, itu.

 

Kejadian ini menjadi perhatian masyarakat luas, khususnya umat Islam, yang berharap agar pihak terkait segera menyelesaikan konflik ini secara adil dan transparan. (TIM/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I
Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi
My Rubel Literasi Center Gebrak Festival Literasi Pasaman Barat 2026, Siap Lahirkan Generasi Emas 2045
Hermawan Rahman Adalah Sosok Pemimpin Cerdas Masuk Pada Bursa Calon Kepala Desa (Cakades) Kota Bobong
 Komitmen Lapas Bersih Narkoba, Razia Gabungan & Tes Urin di Lapas Bukittinggi Negatif
Muhammad Herindra Pimpin PB ESI 2026–2030, ESI Soppeng Harap Prestasi Atlet Makin Bersinar.
Mini turnamen merdeka cup desa Rejosari 2026 Belitang jaya berjalan sukses dan meriah
Lampung Jadi Tuan Rumah HUT ke-19 PPWI, Husin Muchtar: Momentum Mempererat Persatuan dan Berdampak bagi Ekonomi Daerah
Berita ini 13 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:28 WIB

Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I

Jumat, 18 September 2026 - 11:57 WIB

Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi

Jumat, 18 September 2026 - 10:36 WIB

Hermawan Rahman Adalah Sosok Pemimpin Cerdas Masuk Pada Bursa Calon Kepala Desa (Cakades) Kota Bobong

Kamis, 17 September 2026 - 11:30 WIB

 Komitmen Lapas Bersih Narkoba, Razia Gabungan & Tes Urin di Lapas Bukittinggi Negatif

Rabu, 16 September 2026 - 18:53 WIB

Muhammad Herindra Pimpin PB ESI 2026–2030, ESI Soppeng Harap Prestasi Atlet Makin Bersinar.

Berita Terbaru