Warga Kecamatan Angata Keluhkan Akses Jalan Lintas Provinsi Sultra Menuju Konsel Rusak Total, Seakan Dianak Tirikan

Uncategorized204 Dilihat

Warga Kecamatan Angata Keluhkan Akses Jalan Lintas Provinsi Sultra Menuju Konsel Rusak Total, Seakan Dianak Tirikan

Andolo Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara, MediaInvestigasi.Net – Warga di dua Wilayah Desa Kecamatan Angata yakni Desa Desa Pudambu dan Warga Desa Mata Bondu Kecamatan Anggata, Kabupaten Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara, mengeluhkan tentang kondisi akses jalan lintas Provinsi menuju Kabupaten Konawe Selatan yang sudah kurang lebih dua tahun rusak parah, namun tak ada sentuhan dari Pemerintah baik itu Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, masyarakat seakan dianak tirikan oleh Pemerintah,” ungkap. pak Tayup warga Desa Pudambu dan Pak Dekrin Warga Desa Mata Bondu.

Dimana akses jalan lintas Provinsi menuju Kabupaten Konawe Selatan di keluhkan langsung oleh pak Tayup, warga Desa Pudambu dan Pak Dekrin Warga Desa Mata Bondu. Menurut mereka bahwa akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Konawe Selatan manuju Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara sudah lama kurang lebih dua tahun tidak di perbaiki oleh Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kabupaten Konawe Selatan, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) faktanya sampai saat ini belum juga ada perbaikan Padahal akses jalan ini sangat parah membuat para pengendara baik roda empat dan roda dua setengah mati,” tutur. pak Tayup warga Desa Pudambu dan Pak Dekrin Warga Desa Mata Bondu.

“Ironisnya lagi, akses jalan ini sudah seperti kubangan sawah dan tempat kodok melompat hal itu nampak di saat ketika musim hujan pak, saat kami melintasi di jalan tersebut, Khususnya masyarakat Desa Pudambu dan Warga Desa Mata Bondu dan pada umumnya sangat setengah mati karena akses jalan tersebut sangat becek dan licin, serta sebagian jalan penuh dengan bebatuan yang terjal, ini membuat kotor semua para pengguna jalan, kata.” Pak Tayup warga Desa Pudambu dan Pak Dekrin Warga Desa Mata Bondu.

Baca Juga :  Inilah Bukti Nyata Kepedulian Babinsa Kratonan Demi Kemajuan Usaha PT BUJ

“Pak Tayup warga Desa Pudambu dan Pak Dekrin Warga Desa Mata Bondu juga menjelaskan, bahwa dengan rusaknya akses jalan ini sangat menghambat aktivitas masyarakat”

Pak Tayup warga Desa Pudambu dan Pak Dekrin Warga Desa Mata Bondu juga menjelaskan, bahwa jalan tersebut sudah lama belum ada Perbaikan kurang lebih dua tahun lebih, sehingga dengan lamanya waktu membuat jalan mengalami rusak parah dan di khawatirkan akses Jalan rusak tersebut akan mengakibatkan Kecelakaan bagi para pengguna Jalan baik itu yang menggunakan Roda Empat dan Roda Dua, karena banyak lubang yang di Genangi air dan tidak menutup kemungkinan para Pengguna jalan bisa terperosok ke lubang jalan tersebut.

“Apalagi akses Jalan ini satu-satunya akses Aktivitas masyarakat baik penunjang untuk mencari ekonomi, maupun akan menuju ke Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara maupun ke Ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan yang nampak rusak parah, apalagi di musim penghujan kami berharap pada Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara segera memperbaiki dan Peduli terhadap keluhan masayarakat.

Karena jalan tersebut, kurang lebih sudah kurang lebih dua tahun mengalami kerusakan, namun belum ada juga perbaikan akses jalan ini kiranya kami mohon dengan sangat, kepada Pemerintah Kabupaten, atau Provinsi dan Pusat, agar segera di perbaiki jalan yang rusak dari mulai Kecamatan Angata, sampai di Kecamatan Benua.

“Masyarakat di Desa Mata Bondu juga mengancam jika Pemerintah Daerah
Provinsi Sulawesi Tenggara tak melakukan perbaikan jalan maka masyarakat akan menutup seluruh lubang yang ada di akses jalan dengan menanam pohon sawit”

Di tempat terpisah Ketua Investigasi Nasional (Lembaga Pemerhati Keuagan Negara Indonesia) La Omy La Tua tegas meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera memperbaiki akses jalan yang rusak apalagi akses jalan tersebut adalah akses jalur pertumbuhan ekonomi masyarakat dan jalur akses lintas yang menghubungkan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara dan Ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan.

Baca Juga :  Babinsa Kemlayan Rapat Koordinasi Bersama Staf Kelurahan & Pengelola Bahas Wahana Rumah Hantu

Ketua Investigasi Nasional (Lembaga Pemerhati Keuagan Negara Indonesia) sekaligus Pimpinan Redaksi Media Investigasi.net La Omy La Tua sangat menyesalkan tentang kondisi daratan tanah kelahiran ayah dan ibu kandungnya yang sangat terkenal sampai ke kanca Internasional sebagai Daerah penghasil Aspal, namun hampir seluruh Daerah Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara masih banyak yang nampak Rusak parah seharusnya Provinsi Sulawesi Tenggara adalah sebuah Daerah yang dapat menjadi contoh untuk seluruh Darah di Tanah Air.

Berdasarkan hasil Investigasi Ketua Investigasi Nasional (Lembaga Pemerhati Keuagan Negara Indonesia) sekaligus Pimpinan Redaksi Media Investigasi.net La Omy La Tua di lapangan miris bayak menemukan akses jalan yang masih corak marit bahkan ironisnya jalan yang baru di kerjakan kurang lebih satu tahun sudah tambal sulam parahnya lagi sejumlah akses jalan tergenang air saat musim hujan harusnya Provinsi Sulawesi Tenggara yang terkenal sebagai Daerah Penghasil Aspal seluruh akses jalannya bagus, bukan malah sebaliknya seperti Daerah yang melahirkan jalan seperti jalan tempat kodok lompat,” tutup. La Omy La Tua.

(Ketua Investigasi Nasional ****/ Tim Investigasi Nasional *** Snarti).

Komentar