WADUH! Proyek Irigasi Mondak Piladang Belum Selesai Dikerjakan Sudah Rusak, Pengerjaan Diduga Tidak Sesuai SOP Konstruksi

- Penulis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WADUH! Proyek Irigasi Mondak Piladang Belum Selesai Dikerjakan Sudah Rusak, Pengerjaan Diduga Tidak Sesuai SOP Konstruksi

PILADANG, 4 KOTO PALEMBAYAN –  Mediainvestigasi.net– Proyek pembangunan *Irigasi Mondak Jorong Piladang Nagari Ampek Koto Palembayan, Kabupaten Agam* yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan, sudah menampakkan kerusakan yang serius.

Pantauan Media Investigasi, jumat 2 Oktober 2026  kondisi plesteran dinding irigasi yang baru berumur 2 hari sudah bisa dikulupas dan diremas hanya dengan tangan kosong. Padahal proyek tersebut belum selesai 100% dan belum diserah terimakan.

Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa pengerjaan proyek tersebut *tidak sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) Konstruksi* yang telah ditetapkan.

BERIKUT PELANGGARAN SOP YANG DITEMUKAN DI LAPANGAN

.1 SOP MATERIAL DILANGGAR (Pasal Paling Fatal):

SOP mewajibkan pasir harus *bersih, dicuci, dan bebas lumpur <5%.* Fakta di lapangan, pasir yang digunakan diduga pasir mentah / sirtu yang masih bercampur tanah liat dan humus. Buktinya adukan menjadi hitam, lengket dan tidak mau mengeras. Di video terlihat jelas bekas karung semen di buang di semak-semak, bukan di tempat yang layak.

2. SOP ADUKAN DILANGGAR:
SOP adukan 1:4 harus diaduk dengan takaran yang pas dan menggunakan air bersih. Jika pasir berlumpur, tukang akan menambah air berlebihan agar mudah diplester, sehingga mutu beton turun drastis. Hasilnya seperti di video Uda, menjadi bubur.

3. SOP PELAKSANAAN DILANGGAR:
SOP mewajibkan dinding yang akan diplester harus dibasahi / disiram dulu dan dibersihkan. Dinding tidak boleh diplester dalam keadaan kering berdebu. Dan setelah diplester,  wajib dilakukan curing / penyiraman  pagi dan sore selama minimal 3 hari agar semen tidak gosong. Di lokasi Mondak, tidak terlihat ada proses penyiraman, dibiarkan kering kerontang.

Baca Juga :  Bupati JKA Hadiri Rakor Pengembangan SDM Transportasi 2026, Perkuat Sinergi dengan Kemenhub

4. SOP KESELAMATAN KERJA & KEBERSIHAN LOKASI DILANGGAR:
Lokasi proyek berantakan, bekas karung semen berserakan di tanah, tidak ada papan informasi proyek yang jelas terlihat di video.

Dengan pelanggaran SOP berlapis seperti ini, maka wajar jika plesteran umur 2 hari masih bisa dikupas. Jika dibiarkan dan dilanjutkan sampai selesai tanpa dibongkar, maka irigasi tersebut dipastikan akan *jebol dalam waktu 3-6 bulan ke depan* saat debit air besar.

Warga Jorong Piladang yang mayoritas petani sangat kecewa. Mereka berharap irigasi ini bisa mengalirkan air dengan lancar untuk sawah mereka, bukan malah menjadi proyek mubazir.

“Kami minta Wali Nagari dan Pengawas dari Dinas PU atau Pendamping Desa untuk segera menghentikan pekerjaan dan suruh bongkar yang sudah rusak. Ganti pasirnya dengan yang bagus. Jangan tunggu selesai baru diperiksa, sudah terlambat,” ujar salah seorang warga Piladang yang tidak mau disebutkan namanya.

Tim Media Investigasi masih berupaya mengkonfirmasi pihak pelaksana dan Pemerintah Nagari Ampek Koto Palembayan terkait anggaran dan pengawasan proyek Irigasi Mondak ini.

Junarlis :Surya adia putra

Kabiro investigasi

Penulis : Putra ,

Editor : Atri ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Lebih dari 150 Hektare Kebun Sawit Warga di Sungai Raya Dirusak Ando, Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku ‎
Kebakaran Kembali Melanda Lahan Perkebunan Cengkeh Milik Warga Desa Ufung, Taliabu Utara
Ketua Bhayangkari Cabang Pulau Taliabu Ny. Desy Adnan Wahyu Kunjungi Posko Darurat Karhutla TBL Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Setibanya Bupati Taliabu Sashabila L Mus Langsung Tinjau Posko Darurat Karhutla Di Taliabu Barat Laut Untu Memasrikan Wilayah Dampak
Bupati Batu Bara: Pendampingan BKN Bantu Kaderisasi ASN dan Atasi Keterbatasan SDM di Daerah
Pers Diduga Diusir dari Kantor DLH, AWIBB Tantang Pemkab Bekasi: Berani Periksa Kadis?
Akibat Karhutla Di Kabupaten Pulau Taliabu Meluas, Citra Puspasari Mus Bagi Peduli Salurkan Bantuan Ke Warga Tani Terdampak Di TBL
Uang Publik Dipertanyakan, Warga Dadok Tunggul Hitam Tuntut LPJ dan Audit Total
Berita ini 45 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:14 WIB

‎Lebih dari 150 Hektare Kebun Sawit Warga di Sungai Raya Dirusak Ando, Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku ‎

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kebakaran Kembali Melanda Lahan Perkebunan Cengkeh Milik Warga Desa Ufung, Taliabu Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Ketua Bhayangkari Cabang Pulau Taliabu Ny. Desy Adnan Wahyu Kunjungi Posko Darurat Karhutla TBL Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Setibanya Bupati Taliabu Sashabila L Mus Langsung Tinjau Posko Darurat Karhutla Di Taliabu Barat Laut Untu Memasrikan Wilayah Dampak

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Bupati Batu Bara: Pendampingan BKN Bantu Kaderisasi ASN dan Atasi Keterbatasan SDM di Daerah

Berita Terbaru