Menu

Mode Gelap

Berita

Update Peringatan Cuaca Sumatera Barat 28 November 2025: Hujan Lebat & Angin Kencang Masih Mengintai Dini Hari Ini

badge-check


					Ilustrasi Peringatan Dini Cuaca (Foto: generate by AI) Perbesar

Ilustrasi Peringatan Dini Cuaca (Foto: generate by AI)

Padang, Mediainvestigasi.net – Sumatera Barat kembali berjaga ekstra malam ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terbaru, Jumat (28/11/2025) pukul 00.15 WIB, terkait potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.

Situasi ini diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 03.00 WIB.

Dalam update ini, BMKG menyebutkan sederet wilayah yang akan terkena dampak langsung maupun potensi perluasan awan-awan pemicu cuaca ekstrem.

Dan yep—daftarnya panjang banget. Artinya, kewaspadaan harus benar-benar ditingkatkan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, serta kawasan dengan akses jalan rawan terputus.

Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Mulai 00.30 WIB

Berikut daerah-daerah yang sudah terpantau dalam radar BMKG:

  • Kabupaten Solok
  1. Danau Singkarak
  2. Gunung Talang
  3. IX Koto Sungai Lasi
  4. Kubung
  5. X Koto Singkarak
  6. X Koto Diatas
  7. Junjung Sirih
  • Kabupaten Sijunjung
  1. Sijunjung
  2. Kamang Baru
  3. Sumpur Kudus
  • Kabupaten Tanah Datar
  1. X Koto
  2. Lintau Buo
  3. Lintau Buo Utara
  4. Batipuah Selatan
  • Kabupaten Padang Pariaman
  1. Lubuk Alung
  2. Batang Anai
  3. Nan Sabaris
  4. 2×11 Enam Lingkung
  5. VII Koto Sungai Sarik
  6. V Koto Kampung Dalam
  7. Sungai Garingging
  8. Sungai Limau
  9. IV Koto Aur Malintang
  10. Ulakan Tapakih
  11. Sintuak Toboh Gadang
  12. Padang Sago
  13. Batang Gasan
  14. V Koto Timur
  15. 2×11 Kayu Tanam
  16. Patamuan
  17. Enam Lingkung
  • Kabupaten Agam
  1. Tanjung Mutiara
  2. Lubuk Basung
  3. Tanjung Raya
  4. Ampek Nagari
  5. Malalak
  • Kabupaten Pasaman
  1. Duo Koto
  • Kepulauan Mentawai
  1. Siberut Barat
  • Kabupaten Pasaman Barat
  1. Gunungtuleh
  2. Sungaiaur
  • Kota Padang
  1. Lubuk Kilangan
  2. Pauh
  3. Koto Tangah
  • Kota Solok
  1. Lubuk Sikarah
  2. Tanjung Harapan
  • Kota Sawahlunto
  1. Barangin
  2. Talawi

Potensi Cuaca Ekstrem yang Dapat Meluas Hingga 03.00 WIB

Sejumlah kawasan diperkirakan akan ikut terdampak, termasuk wilayah pesisir, dataran rendah, hingga daerah pegunungan:

  • Pesisir Selatan

Ranah Pesisir, Lengayang, Batang Kapas, IV Jurai, Bayang, Koto XI Tarusan, Sutera, Linggo Sari Baganti, IV Nagari Bayang Utara.

  • Solok (wilayah lainnya)

Pantai Cermin, Lembah Gumanti, Payung Sekaki, Lembang Jaya, Bukit Sundi, Hiliran Gumanti, Tigo Lurah, Danau Kembar.

  • Sijunjung (lanjutan)

Tanjung Gadang, IV Nagari, Lubuak Tarok, Koto VII, Kupitan.

  • Tanah Datar (lanjutan)

Batipuh, Rambatan, Lima Kaum, Tanjung Emas, Sungayang, Sungai Tarab, Pariangan, Padang Ganting.

  • Agam (lanjutan)

Matur, IV Koto, Banuhampu, Pelembayan, Sungai Pua, Candung.

  • Lima Puluh Kota

Lareh Sago Halaban.

  • Pasaman

Lubuk Sikaping.

  • Kepulauan Mentawai (wilayah tambahan)

Sipora Selatan, Siberut Selatan, Siberut Utara, Siberut Barat Daya, Siberut Tengah, Sipora Utara.

  • Dharmasraya

Koto Baru, Pulau Punjung, Sitiung, Sembilan Koto, Timpeh, Koto Besar.

  • Solok Selatan

Sungai Pagu, Koto Parik Gadang Diateh, Sangir Batang Hari, Pauh Duo.

  • Pasaman Barat

Lembah Melintang, Pasaman, Talamau.

  • Kota Padang (lanjutan)

Padang Selatan, Padang Timur, Padang Barat, Padang Utara, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Kuranji, Nanggalo.

  • Kota Sawahlunto (lanjutan)

Lembah Segar, Silungkang.

  • Kota Padang Panjang

Padang Panjang Timur, Padang Panjang Barat.

  • Kota Pariaman

Pariaman Tengah, Pariaman Utara, Pariaman Selatan, Pariaman Timur.

Mengapa Cuaca Ekstrem Masih Terjadi?

Dari analisis sebelumnya, BMKG menyebutkan gangguan atmosfer dipicu oleh:

  • Bibit siklon 95B yang masih aktif di sekitar Selat Malaka.
  • Indeks Dipole Mode (IOD) negatif, meningkatkan suplai uap air dari Samudra Hindia.
  • Pola pertemuan angin (konvergensi) tepat melintas di Sumbar, membuat kondisi atmosfer makin labil.

Kombinasi ketiga faktor ini membuat Sumbar berada dalam situasi rawan-rawan manja—di mana hujan lebat bisa turun kapan saja, bahkan di malam hari ketika aktivitas masyarakat sedang minim.

Imbauan untuk Masyarakat

BMKG mengingatkan agar warga:

  1. Menghindari perjalanan malam, terutama di jalur rawan longsor seperti Malalak, Sitinjau Lauik, Kelok 44, dan Padang–Bukittinggi via Padang Pariaman.
  2. Tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan angin.
  3. Memantau kondisi sungai dan aliran air di sekitar pemukiman.
  4. Update informasi melalui kanal resmi BMKG: nowcasting.bmkg.go.id.

Cuaca ekstrem di Sumatera Barat masih belum mereda. Hujan lebat, angin kencang, hingga potensi meluasnya badai lokal diperkirakan bertahan hingga menjelang subuh.

Waspada dan tetap update kondisi cuaca adalah kunci untuk menghindari risiko perjalanan maupun bencana hidrometeorologi.(***) Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. **back biome official**

    Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek Tempuling Gelar Patroli KRYD Akhir Pekan

24 Mei 2026 - 21:59 WIB

Diduga Garap Hutan Mangrove Jadi Sawit, PT RSA dan Kades Batang Sari Intervensi Mitra Kerja PT Agrinas Palma Nusantara

24 Mei 2026 - 21:55 WIB

Dukung Ketahanan Pangan , Polsek Tembilahan Hulu Cek Kesiapan Lahan Jagung di Desa Sialang Panjang

24 Mei 2026 - 21:51 WIB

Trending di Berita