Tidak ada Aksi nyata Konflik Manusia dan Satwa, Akademisi Unila Yusdianto Kecam BKSDA dan TNBBS

- Penulis

Jumat, 11 Juli 2025 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak ada Aksi nyata Konflik Manusia dan Satwa, Akademisi Unila Yusdianto Kecam BKSDA dan TNBBS.

Media Investigasi.net. Jumat 11 Juli 2025.
Lampung – Akademisi Unila Dr.Yusdianto, SH, MH. Mempertanyakan dan mengecam Kinerja BKSDA dan TNBBS selaku leading Sektor terkait Konflik Manusia dan Satwa di Lampung Barat.

Menurut Yusdianto kedua lembaga tersebut cenderung melakukan pembiaran terhadap permasalahan. Dari peristiwa terakhir tak ada aksi nyata yang di lakukan sama sekali. Pungkas Yusdianto, 11 Juli 2025.

” Kedua lembaga BKSDA dan TNBBS melakukan pembiaran terhadap perambah dan Satwa memangsa manusia ”

” Menurut informasi dari beberapa narasumber bahwa TKP ke TNBBS berjarak 100 M ”

” Hanya tukang arsif jumlah satwa, tanaman, jumlah cakupan hutan dan sebagainya. Padahal perannya hanya itu. Anggaran negara di BKSDA dan TNBBS tidak bermanfaat sekali “, ujar Yusdianto Jumat 11 Juli 2025.

BKSDA dan TNBBS mestinya menjadi pelopor dalam menggalang kerjasama lintas sektoral ( Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten, TNI, Pokri, Masyarakat dan NGO ) dalam menyelesaikan permasalahan ini , tandas Yudianto, Jumat 11 Juli 2025.

” Ranah kerja permasalahan ini di kedua lembaga tersebut, mereka mestinya aktif, progresif menggalang dukungan semua pihak guna merumuskan langkah-langkah strategis dalam menyelesaikan permasalahan “, tegas Yusdianto kepada awak media Jumat 11 Juli 2025.

Yusdianto mendesak hendaknya kedua lembaga tersebut mengeluarkan peraturan zona rawan konflik satwa secara detail dan lalu melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Lalu menerapkan sangsi tegas bagi siapa saja yang melanggar aturan tersebut. Tentunya dengan kaloborasi semua pihak, Peran masyarakat di sekitar area ” Merah ” mesti di maksimalkan dan juga pihak-pihak lainnya. Tutup Yusdianto Jumat 11 Juli 2025.

Baca Juga :  Dikonfirmasi PPWI Kabupaten Bogor, Kapuspenkum Kejagung RI Benarkan Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Jalani Pemeriksaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pacu Pembangunan Desa, Kodim 0314/Inhil Gesa Pengerjaan Semenisasi Jalan TMMD ke-130 di Keritang
Kejar Target TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Kebut Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang
​Kemanunggalan TNI dan Rakyat: TMMD Ke-130 Percepat Pembangunan Jalan Desa Kuala Lemang
Dugaan Penampungan Pertalite untuk Dijual Kembali di Caringin Jadi Sorotan
Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan
Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Padang Pariaman Sosialisasikan KIPPRAH hingga Kecamatan dan Puskesmas
Tembus Gelombang dan Lumpur: Kodim 0314/Inhil Pasok Material TMMD Ke-130 ke Desa Kuala Lemang
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pacu Pembangunan Desa, Kodim 0314/Inhil Gesa Pengerjaan Semenisasi Jalan TMMD ke-130 di Keritang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Kejar Target TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Kebut Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:00 WIB

​Kemanunggalan TNI dan Rakyat: TMMD Ke-130 Percepat Pembangunan Jalan Desa Kuala Lemang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa

Berita Terbaru