Menu

Mode Gelap

Berita

Serangan Serta Kekejaman KKB Bakar Bangunan SD di Intan Jaya Papua Semakin Menjadi-Jadi Negara Jagan Tidur

badge-check


					Serangan Serta Kekejaman KKB Bakar Bangunan SD di Intan Jaya Papua Semakin Menjadi-Jadi Negara Jagan Tidur Perbesar

Serangan Serta Kekejaman KKB Bakar Bangunan SD di Intan Jaya Papua Semakin Menjadi-Jadi Negara Jagan Tidur

Papua, MediaInvestigasi.Net – Bagaimanakah tanggapan Negara Republik Indonesia terhadap, KKB yang semakin membabi buta ketika kita melihat tindakan burutal melakukan pembunuhan secara burutal apalagi membawa diri mereka dan pengikutnya ke titik di mana empati mereka terhadap korban hilang.

Dimana degan seiring waktu, Papua semakin sakit dan gagal untuk sejahtera karena tindakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membakar sebuah bangunan Sekolah Dasar (SD) Inpres Pogapa di Intan Jaya, Papua Tengah, yang mungkin menjadi terbiasa menimbulkan rasa sakit, tanpa mengakui kemanusiaan karena aksi itu dilakukan usai menembak mati seorang warga sipil asal Toraja.

Ini benar-benar adalah kesalahan moral atas tindakan yang sering dilakukan oleh kelompok KKB yang serius dengan mengesampingkan orang lain, untuk menggunakan cara-cara yang secara moral tidak dapat diterima meng gunakan kekerasan, pembunuhan, pembakaran, intimidasi untuk mencapai tujuan penderitaan orang lain adalah berbahaya.

Apalagi setiap saat KKB menunjukkan kekejamannya secara terang-terangan untuk merendahkan kemanusiaan sampai melakukan pembunuhan secara burutal, Pembakaran dan itu terjadi di Kampung Pogapa Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, sekitar pukul 08.00 WIT pagi.

Adapaun lokasi pembakaran berdekatan dengan lokasi penembakan warga sipil bernama Alexsander Parapak (20) pada Selasa (30/4) tiga hari yang lalu.

Bahkan ironisnya tindakan kebiadaban KKB tidak memanusiakan musuh- musuhnya yang sudah tewas masih ditebas menggunakan senjata tajam, membahayakan penduduk sipil yang tidak bersalah.

“Pembakaran gedung bangunan SD Inpres Pogapa dilakukan oleh KKB atau OPM wilayah Homeyo dan dalam aksi tersebut juga terdengar bunyi letusan senjata api laras panjang dari kelompok KKB tersebut,” kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024 Bayu Suseno, Rabu (1/5/2024). dua hari lalu.

Kepada awak media Investigasi.net, Bayu menuturkan aksi pembakaran gedung sekolah dan penyerangan Mapolsek Homeyo dilakukan oleh OPM wilayah Homeyo, Intan Jaya Kodap VIII Kemabu, pimpinan Undius Kogoya dan Aibon Kogoya.

Berdasarkan hal tersebut mendapat Respons Kapolda Papua terhadap
Kelompok kriminal bersenjata (KKB) bahwa Keni Tipagau dari Kodap VIII Kemabu, pimpinan Undius Kogoya dan Aibon Kogoya yang diduga melakukan pembakaran terhadap SD Negeri Inpres Pogapa, Kabupaten Intan Jaya.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, menuturkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan TNI untuk membantu alat transportasi berupa helikopter.

“Kami sudah melakukan rapat intens dengan Kaskogab untuk menyiapkan helikopter untuk penguatan keamanan,” kata Kapolda Fakhiri kepada wartawan, Rabu (1/5/2024) dua malam lalu.

Kepada awak Media Investigasi.net, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri pun menyayangkan aksi yang dilakukan KKB dengan membakar fasilitas pendidikan di Intan Jaya. “Sekolah, Puskesmas jangan dibakar. Kalau fasilitas ini dirusak atau dibakar, itu adalah tindakan tidak terpuji bagaimana masyarakat Papua mau pintar, sehat,” tutunya.

Irjen Pol Mathius D. Fakhiri degan tegas meminta kepada warga Papua yang ada di Intan Jaya untuk membantu pihak keamanan untuk mengusir KKB dari wilayah tersebut agar tidak melakukan kekerasan atau pembakaran fasilitas umum.

“Saya tidak mau berburuk sangka karena mungkin warga terintimidasi sehingga mereka membantu KKB dalam melakukan aksinya,” tukasnya.

Situasi ini, dijelaskan De Mantap bahwa ketika KKB menyebarkan kejahatan lebih lanjut, dan kejahatan karenanya berkembang biak, maka kita juga harus mengembangkan respons yang efektif untuk menghilangkan kejahatan.

Dan Ini adalah sesuatu yang harus diselesaikan jika kita bertujuan untuk berhasil melawan OPM. Ini bukan hanya perang psikologis dan spiritual, semua terinformasi, menganalisis metode KKB, termasuk keluhan, menyebarkan ketakutan, menakuti-nakuti korban dalam arti fisik.

Dengan demikian, kita harus memerangi KKB dan juga kita perlunya ada tindakan dan reaksi kita berperan untuk menghadapinya agar hal serupa tak lagi di bumi Papua, tutup. (*)

(Ketua Investigasi Indinesia (Nasional) **** La Omy La Tua).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua DPC PPP Kabupaten Pulau Taliabu Baru Sulaiman Tari Terpilih Secara Aklamasi Atas Dukungan 8 PAC

16 Mei 2026 - 22:14 WIB

Jumat Berkah, Polisi Berikan Pengobatan dan Makan Gratis Kepada Ratusan Warga di Alun-Alun Soreang

16 Mei 2026 - 18:47 WIB

Minim Transparansi Pengelolaan Limbah Domestik Kota Bandung, Publik Pertanyakan Mekanisme dan Pengawasan

16 Mei 2026 - 18:43 WIB

Trending di Berita