Penanganan Bencana Didominasi TNI–Polri, ASN Pidie Jaya Dinilai Minim Kontribusi

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 00:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanganan Bencana Didominasi TNI–Polri, ASN Pidie Jaya Dinilai Minim Kontribusi

Mediainvestigasi.net–Lambatnya progres penanganan bencana alam di Kabupaten Pidie Jaya memicu desakan keras kepada Bupati untuk segera mengevaluasi dan mencopot sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) yang dinilai gagal menjalankan tugas. Desakan ini menguat setelah rapat evaluasi penanganan bencana yang digelar pada Selasa (27/01/2026) mengungkap berbagai persoalan serius di lapangan.

Hasil evaluasi menunjukkan tidak adanya sinkronisasi antara tim lapangan dengan tim penginput data. Ketidaksesuaian ini menyebabkan laporan administrasi terlihat seolah berjalan, sementara kondisi riil di lapangan justru stagnan. Fakta tersebut mengindikasikan lemahnya koordinasi dan dugaan kuat adanya manipulasi progres penanganan bencana secara administratif.

Di sejumlah titik terdampak banjir, aktivitas pembersihan infrastruktur umum nyaris sepenuhnya didominasi oleh personel TNI dan Polri. Sebaliknya, kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Pidie Jaya di lapangan dinilai sangat minim. Bahkan, sejumlah ASN disebut tidak menunjukkan empati dan keterlibatan nyata terhadap penderitaan warga terdampak.

Situasi ini kian memprihatinkan dengan dugaan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya tidak turun langsung ke lokasi pasca bencana. Akibatnya, pemantauan dan evaluasi lapangan tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga pengambilan keputusan dinilai tidak berbasis pada kondisi faktual di lapangan.

Di sisi lain, anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp4,8 miliar disebut telah habis digunakan untuk penanganan bencana. Namun, hingga kini, hasil kerja di lapangan dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang telah digelontorkan. Perpanjangan masa tanggap darurat yang telah memasuki tahap kelima pun dinilai tidak membawa perubahan signifikan, sehingga menimbulkan kecurigaan publik terkait efektivitas dan akuntabilitas penggunaan anggaran tersebut.

Atas kondisi tersebut, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sigli, Refan Nurreza, mendesak Bupati Pidie Jaya untuk segera mencopot SKPK yang dinilai tidak becus dalam penanganan bencana. Menurutnya, pembiaran terhadap kinerja buruk ini tidak hanya berpotensi merugikan keuangan negara, tetapi juga semakin memperpanjang penderitaan masyarakat terdampak, terutama menjelang bulan suci Ramadhan. (Rilis)

Baca Juga :  Update Cuaca Sumbar Malam Ini: Hujan Lebat Meluas, Sejumlah Wilayah Siaga Ekstrem Hingga Tengah Malam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suherman Raih Kemenangan Pilkades PAW Sahkuda Bayu, Komitmen Bangun Ekonomi Desa Melalui BUMDes
ZONA HIJAU DIDUGA DIABAIKAN, PEMKAB KLATEN JANGAN TUTUP MATA! WARGA RESAH, SIAPA YANG MENGAWASI?
Antisipasi Dampak Kabut Asap dengan Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat,Bupati Padang Pariaman Instruksikan PJJ Selama Dua Hari
Padang Pariaman Percepat Penegasan Batas Nagari, 58 Nagari Telah Melaksanakan Tahapan Penegasan
Penutupan Porprov XVI Sumbar di Lubuk Alung, Padang Pariaman Ukir Prestasi dengan 261 Medali ‎
Pemulihan Pasca-Bencana Tak Cukup Fisik, Pemkab Padang Pariaman dan KPPPA Tegaskan Pemenuhan Hak dan Partisipasi Anak
TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil: Gotong Royong Prajurit dan Warga Keritang Percepat Pembangunan RTLH
Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Kodim 0314/Inhil Genjot Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Suherman Raih Kemenangan Pilkades PAW Sahkuda Bayu, Komitmen Bangun Ekonomi Desa Melalui BUMDes

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

ZONA HIJAU DIDUGA DIABAIKAN, PEMKAB KLATEN JANGAN TUTUP MATA! WARGA RESAH, SIAPA YANG MENGAWASI?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap dengan Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat,Bupati Padang Pariaman Instruksikan PJJ Selama Dua Hari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Padang Pariaman Percepat Penegasan Batas Nagari, 58 Nagari Telah Melaksanakan Tahapan Penegasan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Penutupan Porprov XVI Sumbar di Lubuk Alung, Padang Pariaman Ukir Prestasi dengan 261 Medali ‎

Berita Terbaru