Qurban dan Poligami: Antara Mampu tapi Tak Mau, dan Tak Mampu tapi Mau

- Penulis

Kamis, 5 Juni 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok/foto: Aswan, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN 148 Sanuale.

 

Oleh: Aswan, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN 148 Sanuale Kabupaten Soppeng.

MediaInvestigasi.Net – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, umat Islam kembali diingatkan pada sebuah momen spiritual yang penuh makna: tentang ketundukan Nabi Ibrahim, keikhlasan Nabi Ismail, dan kasih sayang Allah yang melimpahkan pengganti qurban. Perayaan ini bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan momentum untuk menyembelih ego dan hawa nafsu yang kerap membelenggu hati manusia.

 

Dalam perenungan menjelang Idul Adha tahun ini, penulis teringat sebuah ungkapan bernada satir tapi mengandung refleksi mendalam: _“Qurban banyak yang mampu tapi tidak mau, poligami banyak yang tidak mampu tetapi mau.”_ Sepintas terdengar jenaka, namun jika kita telaah lebih dalam, ungkapan ini menjadi cermin bagi kondisi sebagian umat Islam saat ini.

 

Qurban adalah ibadah sosial dan spiritual yang jelas tuntunannya. Ia tidak hanya mengajarkan kepasrahan kepada Allah, tapi juga wujud kepedulian terhadap sesama, terlebih bagi mereka yang jarang menikmati daging. Sayangnya, masih banyak yang secara ekonomi tergolong mampu, tetapi enggan berqurban. Mereka lebih memilih memenuhi keinginan duniawi yang konsumtif ketimbang berpartisipasi dalam ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menebar manfaat bagi masyarakat.

 

Di sisi lain, tidak sedikit yang begitu bersemangat membicarakan poligami suatu perkara yang secara syariat dibolehkan dalam situasi tertentu, namun justru dilakukan tanpa kesiapan mental, spiritual, dan tanggung jawab. Banyak yang _”mau”_, padahal secara lahir dan batin belum _”mampu”_. Padahal, poligami dalam Islam bukan sekadar mengikuti syahwat, tetapi amanah besar yang penuh konsekuensi.

 

Fenomena ini menandakan bahwa sebagian dari kita masih memilih ibadah atau syariat bukan berdasarkan pemahaman dan kebutuhan ruhani, tetapi berdasarkan selera pribadi. Padahal, agama ini mengajarkan mendahulukan yang wajib daripada yang mubah, dan lebih mengutamakan kemaslahatan daripada keinginan.

Baca Juga :  Momentum Idul Fitri Bupati JKA Ajak Kuatkan Persaudaraan untuk Bangun Padang Pariaman Maju dan Sejahtera

 

Idul Adha seharusnya menjadi momentum untuk mengasah kepekaan hati dan kejujuran dalam beragama. Mari kita ajukan pertanyaan dalam-dalam ke dalam diri: sudahkah saya menundukkan hawa nafsu seperti Nabi Ibrahim? Sudahkah saya bersedia berkorban demi kebaikan bersama seperti Nabi Ismail?

 

Semoga Hari Raya Idul Adha tahun ini tidak berlalu begitu saja tanpa membawa perubahan dalam diri dan keluarga kita. Mari berqurban bila kita mampu, dan mari menahan diri bila belum sanggup memikul beban syariat yang berat. Sebab agama ini bukan hanya soal hak, tetapi juga tanggung jawab.

 

Selamat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1446 H / 6 Juni 2025 M.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

31 Santri Tarbiyatul Falah Jalani Umrah ke Tiga Kota, KH Zamzami Apresiasi Pelayanan Zam Zam Indah Abadi
Ustaz Das’ad Latif Hadir di Mapolres Soppeng, Tekankan Akhlak dan Integritas Polisi
Pondok Pesantren Alaimatul Arbaah Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Pendidikan Santri Harus Diselamatkan
Bikin Gaduh! Ayat Suci Jadi Gimmick Promosi Miras, Advokat Persaudaraan Islam DKI Siap Tempuh Jalur Hukum
Perkuat Kepastian Hukum di Luar Negeri, Pengadilan Agama Jakarta Pusat Tetapkan Isbat Nikah 25 Pasangan WNI di Malaysia
KORPRI Siap Gelar MTQ ke-8, 103 Kafilah Siap Ramaikan Sulawesi Selatan
Sebanyak 600 Warga Kelapa Gading Barat Meriahkan Pawai Obor, Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Jam’iyah Singapore bersama BKPRMI DKI Jakarta Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Dhuafa
Berita ini 61 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:53 WIB

31 Santri Tarbiyatul Falah Jalani Umrah ke Tiga Kota, KH Zamzami Apresiasi Pelayanan Zam Zam Indah Abadi

Kamis, 10 September 2026 - 22:43 WIB

Ustaz Das’ad Latif Hadir di Mapolres Soppeng, Tekankan Akhlak dan Integritas Polisi

Selasa, 8 September 2026 - 17:04 WIB

Pondok Pesantren Alaimatul Arbaah Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Pendidikan Santri Harus Diselamatkan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:49 WIB

Bikin Gaduh! Ayat Suci Jadi Gimmick Promosi Miras, Advokat Persaudaraan Islam DKI Siap Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:29 WIB

Perkuat Kepastian Hukum di Luar Negeri, Pengadilan Agama Jakarta Pusat Tetapkan Isbat Nikah 25 Pasangan WNI di Malaysia

Berita Terbaru