PP Muhammadiyah–KPK Teken MoU Antikorupsi, UMC Siap Perkuat Pendidikan Integritas

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara PP Muhammadiyah dan KPK. (Dok. Istimewa)

Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara PP Muhammadiyah dan KPK. (Dok. Istimewa)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) mendapat kehormatan dengan diundang langsung oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara PP Muhammadiyah dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (20/1) di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta.

Penandatanganan ini menandai penguatan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga negara dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi secara berkelanjutan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir dalam amanatnya menekankan tiga aspek utama yang perlu dijalankan bersama oleh KPK dan seluruh elemen bangsa dalam memberantas budaya korupsi. Aspek pertama adalah persoalan struktural yang dinilainya masih menjadi tantangan paling berat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Haedar, berbagai upaya negara melalui perbaikan regulasi dan penguatan sistem pengawasan belum sepenuhnya menutup celah terjadinya korupsi. Masih terdapat ruang yang dapat dimanfaatkan oleh oknum, dan tidak seluruhnya dapat dijangkau oleh KPK.

“Dan itu tidak selalu dapat terjangkau oleh KPK, namun kami percaya sesulit apapun aspek struktural ini, negara selalu punya otoritas dan kekuatan. Saya percaya ke depan pemberantasan korupsi akan terus menunaikan hasil yang lebih baik lagi,” ujar Haedar.

Ia juga menegaskan pentingnya peran KPK, kepolisian, dan kejaksaan sebagai ujung tombak penegakan hukum. Haedar meyakini ketiga institusi tersebut memiliki political will, komitmen, serta niat yang kuat dan konsisten dalam pemberantasan korupsi.

“Konsistensi inilah yang diharapkan publik. Sehingga pemberantasan korupsi meskipun proses pendakiannya berat, tetap memberi harapan besar bagi publik untuk terus dijalankan lebih baik lagi,” tegasnya.

Aspek kedua yang disoroti Haedar adalah penguatan budaya antikorupsi. Menurutnya, budaya ini harus ditanamkan secara sistematis di seluruh lapisan masyarakat, termasuk dalam organisasi Muhammadiyah dan lembaga pendidikan.

Baca Juga :  Kapolsek Marioriawa Hadiri Seleksi Paskibraka 2026, Sekaligus Pantau Program Makan Bergizi Gratis

“Budaya antikorupsi ini perlu terus diajarkan agar warga negara kita punya sistem pengetahuan. Dengan pengetahuan itu, mereka akan memiliki pemahaman dan penghayatan untuk tidak berkorupsi dan tidak memberi ruang pada korupsi,” ungkapnya.

Haedar menambahkan bahwa budaya antikorupsi bertumpu pada mentalitas kejujuran, kebaikan, dan kebenaran yang ditanamkan untuk diri sendiri, bukan sekadar untuk kepentingan pencitraan.

Dalam kegiatan tersebut, Rektor UMC Arif Nurudin, M.T. menyambut baik penandatanganan MoU ini dan menilai kerja sama tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi.

“Kerja sama antara PP Muhammadiyah dan KPK ini menjadi landasan penting bagi perguruan tinggi Muhammadiyah, termasuk UMC, untuk mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi dalam pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Arif Nurudin.

Ia menegaskan, UMC siap berperan aktif dalam membangun budaya integritas melalui kurikulum, pembinaan mahasiswa, serta penguatan tata kelola kampus yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter jujur dan berintegritas.

Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi tonggak penguatan gerakan antikorupsi berbasis pendidikan dan budaya, dengan melibatkan seluruh elemen bangsa secara berkelanjutan.

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelar Tasyakuran HUT RI dan Maulid Nabi: Bakat Siswa SDN Pisangan Baru 07 Bermunculan
Bahas Rencana Pembangunan SR dan Pasar Serikat C Batusangkar, Bupati Eka Putra Berkoordinasikan Kembali Dengan Kementerian PU
Hadiri Pelantikan Angkatan XXXIII SMA Matauli Pandan, Wakil Bupati Tapteng Ingatkan Peserta Didik Bijak Menghadapi Tantangan Era Digital
Ahyudin Terpilih Secara Aklamasi Sekaligus Di Tetapkan Sebagai Ketua Komite Madrasah Ibtidaiyah Negri 1 Banggai Kepulauan Periode 2026-2029
Bentengi Pelajar dari Narkoba, Mahasiswa Kukerta UNRI dan DPC GRANAT Gelar Program “GEBRAK” di SMAN 1 Tembilahan
Kapolsek Marioriawa Hadiri Seleksi Paskibraka 2026, Sekaligus Pantau Program Makan Bergizi Gratis
Kukerta UNRI Tembilahan Hilir Gaungkan Program KECE demi Menciptakan Generasi Remaja yang Positif
Mahasiswa KKN UNRI Pekan Arba Gelar Sosialisasi “Stop Bullying” di SDN 011 Tembilahan
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Gelar Tasyakuran HUT RI dan Maulid Nabi: Bakat Siswa SDN Pisangan Baru 07 Bermunculan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Bahas Rencana Pembangunan SR dan Pasar Serikat C Batusangkar, Bupati Eka Putra Berkoordinasikan Kembali Dengan Kementerian PU

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Hadiri Pelantikan Angkatan XXXIII SMA Matauli Pandan, Wakil Bupati Tapteng Ingatkan Peserta Didik Bijak Menghadapi Tantangan Era Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:23 WIB

Ahyudin Terpilih Secara Aklamasi Sekaligus Di Tetapkan Sebagai Ketua Komite Madrasah Ibtidaiyah Negri 1 Banggai Kepulauan Periode 2026-2029

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:42 WIB

Bentengi Pelajar dari Narkoba, Mahasiswa Kukerta UNRI dan DPC GRANAT Gelar Program “GEBRAK” di SMAN 1 Tembilahan

Berita Terbaru