Pengangkatan PJ Sekda Dharmasraya, Jasman (Dok, Mediainvestigasi.net/Yanti)
Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Pengangkatan Jasman sebagai Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya oleh Bupati Anisa, Jumat (18/7/2025), kembali memantik sorotan tajam publik. Jasman yang masih aktif menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik kini merangkap jabatan sebagai PJ Sekda Dharmasraya. Pelantikan dilakukan di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya.

Dalam sambutannya, Bupati Anisa menyebut jabatan Sekda adalah posisi strategis yang berperan dalam merumuskan kebijakan daerah, mengoordinasikan program, serta membina ASN. “Oleh karena itu, pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya,” ujarnya di podium.

Namun di balik seremoni, pengangkatan PJ Sekda dari luar daerah kembali memunculkan isu lama yang belum kunjung reda: dugaan Bupati Anisa tidak memberdayakan putra daerah. Jasman sendiri bukan satu-satunya contoh. Sejumlah pejabat di Dharmasraya kini merangkap jabatan, seolah menunjukkan tidak adanya SDM yang cukup atau dianggap layak di internal pemerintahan.
Sebelumnya, jabatan Sekda diisi sementara oleh Yefrinaldi, yang merangkap Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) dan PLH Sekda. “Pengangkatan PJ Jasman karena jabatan kosong. Masa jabatan PJ itu tiga bulan, nanti baru dilelang jabatan definitifnya,” jelas Bupati.
Namun, penunjukan dari luar kabupaten dengan latar belakang jabatan strategis di provinsi justru memperkuat anggapan bahwa Bupati lebih percaya pada orang luar ketimbang ASN lokal. Ini sejalan dengan pola yang sudah berlangsung: Catureby merangkap Kepala Dinas Perhubungan dan Plt Kadis PUPR, Bobby Perdana Riza menjabat sebagai Kadis Pendidikan sekaligus Plt Kominfo, Darisman Kadis Pertanian merangkap Plt Asisten 1, Roni Puska Kadis Koperindag sekaligus Plt Asisten 3 dan Prinaldi merangkap sebagai Plt Kepala Bappeda serta Kabid di instansi yang sama.
Fenomena ini tidak luput dari perhatian masyarakat. Isu soal “anti putra daerah” kini makin santer beredar, tak hanya di lingkup internal ASN, tetapi juga di warung-warung kopi hingga ruang-ruang publik lainnya. Banyak yang mempertanyakan arah kebijakan SDM di bawah kepemimpinan Anisa yang seolah mengabaikan potensi daerah sendiri.
Pengangkatan Jasman dari provinsi hanya mempertegas dugaan itu. Ketika banyak pejabat lokal dirangkapkan dan jabatan penting diambil alih oleh orang luar, muncul pertanyaan: benarkah tidak ada yang kompeten di Dharmasraya?
Editor: Yanti












1 Komentar
**backbiome**
Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.