Pemerintah Siapkan Lampung Jadi Kawasan Industri Bioetanol, Toyota Siap Invest!

- Penulis

Rabu, 12 November 2025 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Etanol (Dok, Freepik) 

 

JAKARTA, MEDIAINVESTIGASI.NET – Kabar segar datang dari dunia energi hijau! Pemerintah Indonesia resmi menyiapkan Provinsi Lampung sebagai kawasan industri bioetanol.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini sejalan dengan rencana penerapan BBM campur etanol 10% (E10) yang akan mulai berjalan pada 2027.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengungkapkan hal itu setelah melakukan kunjungan kerja ke Jepang dan bertemu langsung dengan Masahiko Maeda, CEO Toyota Motor Corporation untuk wilayah Asia.

 

Indonesia dan Toyota Kolaborasi Bangun Ekosistem Bioetanol

Pertemuan tersebut fokus membahas rencana investasi Toyota dalam pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia, yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto — mendorong swasembada energi, ekonomi hijau, dan hilirisasi sumber daya alam di dalam negeri.

Toyota, lewat asosiasi risetnya di Jepang yaitu RABIT (Research Association of Biomass Innovation), kini tengah mengembangkan bioetanol generasi kedua.

Bedanya dengan versi lama, bahan bakunya bukan dari tanaman pangan, tapi dari biomassa non-pangan seperti limbah pertanian dan tanaman sorgum.

“Teknologi bioetanol generasi kedua ini bisa pakai berbagai jenis limbah pertanian, cocok banget buat Indonesia yang kaya akan bahan baku seperti tebu, padi, singkong, sawit, dan aren,” jelas Todotua Pasaribu, Rabu (12/11/2025).

Lampung Dipilih Jadi Pusat Produksi Bioetanol Nasional

Berdasarkan Roadmap Hilirisasi Investasi Strategis milik Kementerian Investasi/BKPM, Lampung jadi salah satu wilayah yang disiapkan jadi sentra industri bioetanol.

 

Kenapa Lampung?

Punya bahan baku melimpah (tebu, singkong, sorgum)

Infrastruktur industri energi sudah berkembang

Didukung lahan pertanian dan tenaga kerja lokal

Tak cuma itu, proyek ini juga diproyeksikan bakal:

Menciptakan ribuan lapangan kerja baru

Baca Juga :  Awali Tahun 2026, Bupati Solok Jon Firman Pandu Pimpin Apel Perdana ASN

Meningkatkan kesejahteraan petani lokal

Menguatkan rantai pasok energi bersih nasional

 

Kolaborasi Toyota – Pertamina: Energi Hijau Made in Lampung

Todotua menegaskan, proyek perdana (pilot project) akan digarap bareng Pertamina NRE (New Renewable Energy).

Nantinya, bahan baku bakal disuplai bukan hanya dari perusahaan besar, tapi juga dari petani dan koperasi lokal.

“Kami ingin petani ikut terlibat. Jadi industri ini nggak cuma soal energi bersih, tapi juga pemberdayaan ekonomi rakyat,” ujar Todotua.

Menariknya lagi, proyek ini akan diintegrasikan dengan pembangkit geothermal dan hidrogen Pertamina, menjadikan Lampung salah satu pusat energi hijau terlengkap di Indonesia!

 

Toyota Antusias Investasi, Target 2026 Sudah Jalan

Melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Toyota menyatakan minat besar berinvestasi di sektor bioetanol Indonesia.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi global Toyota untuk mengamankan pasokan bahan bakar kendaraan flex-fuel mobil yang bisa memakai campuran bioetanol.

“Indonesia punya keunggulan sumber daya alam, Jepang punya teknologi. Kalau dua kekuatan ini disatukan, hasilnya bisa luar biasa untuk ketahanan energi dan ekonomi hijau,” tegas Todotua.

Pasca kunjungan dari Tokyo, Toyota dan Pertamina dijadwalkan langsung melakukan joint study dan site visit ke Lampung. Targetnya, awal 2026 perusahaan patungan (joint venture) sudah terbentuk.

 

Investasi Rp2,5 Triliun & Kapasitas 60.000 KL per Tahun

Untuk mendukung kebijakan BBM E10, pemerintah juga menyiapkan fasilitas produksi bioetanol berkapasitas 60.000 kiloliter per tahun, dengan nilai investasi sekitar Rp2,5 triliun.

“Investasi ini bukan cuma buat kebutuhan dalam negeri, tapi juga bisa jadi peluang ekspor biofuel ke negara lain,” tutup Todotua optimistis.

 

Indonesia Menuju Era Energi Hijau

Langkah ini jadi sinyal kuat bahwa Indonesia mulai serius beralih ke energi bersih dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Kejati Sumbar Bongkar Korupsi Dana Operasional Dharmasraya: Rp 2 Miliar Uang Negara Berhasil Diselamatkan

Dengan dukungan teknologi Jepang dan sumber daya lokal yang melimpah, Lampung berpotensi jadi episentrum energi hijau di Asia Tenggara. (***)

 

Editor: Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I
Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi
My Rubel Literasi Center Gebrak Festival Literasi Pasaman Barat 2026, Siap Lahirkan Generasi Emas 2045
Hermawan Rahman Adalah Sosok Pemimpin Cerdas Masuk Pada Bursa Calon Kepala Desa (Cakades) Kota Bobong
DKUPP Inhil Tegaskan Lapak Pasar Bukan Untuk Diperjualbelikan, Buka Posko Pengaduan dengan QR Code
Polsek Kateman Ungkap Kasus Curat, Lima Orang Diamankan dalam Pengembangan Perkara
 Komitmen Lapas Bersih Narkoba, Razia Gabungan & Tes Urin di Lapas Bukittinggi Negatif
Pelantikan Rektor UINSA Surabaya Disambut Gelombang Penolakan Terhadap Rektor Muzakki Menjabat 2 Periode
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:28 WIB

Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I

Jumat, 18 September 2026 - 11:57 WIB

Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi

Jumat, 18 September 2026 - 10:36 WIB

Hermawan Rahman Adalah Sosok Pemimpin Cerdas Masuk Pada Bursa Calon Kepala Desa (Cakades) Kota Bobong

Jumat, 18 September 2026 - 09:41 WIB

DKUPP Inhil Tegaskan Lapak Pasar Bukan Untuk Diperjualbelikan, Buka Posko Pengaduan dengan QR Code

Jumat, 18 September 2026 - 06:51 WIB

Polsek Kateman Ungkap Kasus Curat, Lima Orang Diamankan dalam Pengembangan Perkara

Berita Terbaru