BeritaDaerahReligi

MFA Menghadiri Haflah Akhirussanah Bertempatan di Pondok Pesantren Darul Hijrah

1821
×

MFA Menghadiri Haflah Akhirussanah Bertempatan di Pondok Pesantren Darul Hijrah

Sebarkan artikel ini

 

Mediainvestigasi.Net-Batanghari/Jambi Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief,SE menghadiri Haflah akhirussanah Bertempat di pondok pesantren Darul hijrah, simpang sungai rengas Kecamatan Maro sebo ulu,Kabupaten Batanghari, Rabu, (31/05/2023).

Turut Hadir,Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief, Asisten 1 Bupati Batanghari Muhammad Rifai Kadir, Ketua MUI Kabupaten Batanghari, serta para tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan ini Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief, SE menyampaikan,” ucapan selamat kepada Pondok Pesantren darul hijrah yang berhasil mendidik santri-santri hingga wisuda dan menjadi penghafal Al-Qur’an sehingga berhasil menciptakan insan santri yang berkualitas. Beliau juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya yang diiringi rasa bangga kepada semua pihak, khususnya yang terlibat langsung dalam upaya untuk terus memajukan pendidikan di Kabupaten Batanghari,” ungkapnya.

“Tentunya kami ucapkan selamat kepada para santri-santri yang telah lulus pada hari ini, ayo kejar cita-cita kalian raih prestasi tinggi mantapkan langkah kalian untuk menjadi hebat di semua bidang. Jadilah orang yang berguna untuk diri kalian, orang tua kalian, masyarakat dan untuk negeri tercinta karena masa depan negeri ini ada ditangan kalian. Tetap semangat menuntut ilmu setelah ini harus melanjutkan ke ke jenjang yang lebih tinggi lagi”, katanya.

Sementara itu Bupati Batanghari dalam sambutannya mengatakan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis agama islam dan mampu berperan sebagai lembaga pengembangan agama serta menjalankan fungsi sebagai lembaga dakwah serta pengembangan sosial kemasyarakatan.

Terakhir,“Pemerintah Kabupaten Batanghari juga berkomitmen untuk menjadikan Kabupaten Batanghari yang Agamis sebagaimana tertuang dalam Misi Kedua Batanghari Tangguh yaitu memperkuat akhlakul karimah, sinergitas umara dan ulama, semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat sebagai agen perubahan dalam mempercepat pembangunan dan tatanan kehidupan masyarakat yang Agamis,” tutupnya.

Sabri/Redaksi Mediainvestigasi.Net.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *