Serangan Monyet Belum Mereda, PW IWO Riau Dorong Pemerintah Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan Monyet Belum Mereda, PW IWO Riau Dorong Pemerintah Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak

INDRAGIRI HILIR-Mediainvestigasi.net– Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, mendorong Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama instansi terkait agar memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang terdampak serangan monyet liar. Dorongan itu disampaikan menyusul bertambahnya jumlah korban gigitan monyet menjadi 15 orang dalam kurun waktu sekitar satu pekan.

Muridi mengatakan, selain korban yang harus menjalani perawatan medis, keluarga korban juga merasakan dampak ekonomi karena sebagian tidak dapat bekerja untuk sementara waktu akibat harus mendampingi anggota keluarganya yang dirawat.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korban bukan hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga perhatian terhadap kondisi keluarganya. Ada yang kehilangan penghasilan sementara karena harus fokus mendampingi korban. Kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujar Muridi, Senin (3/8/2026).

Ia menilai pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memperkuat langkah penanganan agar konflik manusia dengan satwa liar tidak terus memakan korban.

Menurut Muridi, bentuk perhatian yang dapat dipertimbangkan pemerintah antara lain memastikan seluruh korban memperoleh layanan kesehatan, membuka posko siaga di wilayah rawan, meningkatkan patroli bersama aparat dan instansi teknis, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta menyiapkan bantuan sosial apabila aktivitas dan mata pencaharian warga benar-benar terganggu.

Berdasarkan data yang dihimpun, hingga Senin (3/8/2026), sedikitnya 15 warga menjadi korban gigitan monyet liar di sejumlah lokasi di Kecamatan Tembilahan. Korban terbaru merupakan seorang anak yang mengalami luka gigitan di bagian leher dan telah dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan penanganan medis.

Sebelumnya, seorang pria dewasa juga dilaporkan menjadi korban serangan monyet di kawasan Lorong Kubur, Kelurahan Tembilahan Hilir. Korban mengalami luka gigitan di bagian belakang tubuh dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca Juga :  Bocor! SP2 Lid Kasus Hendry CH Bangun: Ada Apa dengan Penegak Hukum Kita?

Di sisi lain, seekor monyet yang diduga berkaitan dengan rangkaian serangan terhadap warga ditemukan dalam kondisi mati akibat tertembak. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir, Wardanus (Ego), membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar, tetapi saya tidak tahu siapa yang menembaknya. Monyet itu masuk ke sebuah bengkel dan sempat mengejar anak-anak di kawasan Parit 15 Hilir, Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan,” kata Wardanus.

Ia menjelaskan, bangkai monyet kemudian diamankan di Kantor DPKP Kabupaten Indragiri Hilir untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai identitas penembak, alasan penembakan, serta kepastian apakah monyet yang ditemukan mati merupakan satwa yang sebelumnya menyerang warga.

Muridi berharap pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan kepolisian, DPKP, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta instansi terkait lainnya agar penanganan konflik satwa liar dapat dilakukan secara cepat, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga tidak ada lagi korban di tengah masyarakat.

Redaksi: Data jumlah korban masih bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan laporan resmi dari instansi berwenang.(Tim/Mhd)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Kabupaten Pulau Taliabu Selenggarakan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Kemiskinan Daerah
Galodo Aro Suka Terjang Kompleks Pemkab Solok, Lumpur Penuhi Jalan Solok-Padang
Ditresnarkoba Polda Sumbar Perkuat Program Kampung Bebas Narkoba di Nagari Air Manggis Selatan Pasaman
ABPEDNAS Soppeng Perkuat Tata Kelola Desa dan Konsolidasi Organisasi
Dugaan Skandal Kapal Tongkang Rp30 Miliar, Ketum PPWI Laporkan Kapolda Sumsel dan Tiga Pejabat ke Propam Polri
Diduga Intimidasi Usai Pemberitaan, Penasehat PPWI Inhil Didatangi Pria yang Mengaku Suami Bidan
Plh. Kabag PBJ Tapanuli Tengah dengan Tegas Bantah Pokja ULP Pemkab Tapanuli Tengah Makelar Proyek Tahun 2026
Diduga Tak Bisa Pertanggung Jawabkan Keuangan, Pengurus Bumdes Sisobahili Tak Hadir Saat Di Panggil Dinas PMD
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 10:45 WIB

Bappeda Kabupaten Pulau Taliabu Selenggarakan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Kemiskinan Daerah

Selasa, 22 September 2026 - 06:03 WIB

Galodo Aro Suka Terjang Kompleks Pemkab Solok, Lumpur Penuhi Jalan Solok-Padang

Selasa, 22 September 2026 - 05:52 WIB

Ditresnarkoba Polda Sumbar Perkuat Program Kampung Bebas Narkoba di Nagari Air Manggis Selatan Pasaman

Selasa, 22 September 2026 - 05:37 WIB

Dugaan Skandal Kapal Tongkang Rp30 Miliar, Ketum PPWI Laporkan Kapolda Sumsel dan Tiga Pejabat ke Propam Polri

Senin, 21 September 2026 - 18:41 WIB

Diduga Intimidasi Usai Pemberitaan, Penasehat PPWI Inhil Didatangi Pria yang Mengaku Suami Bidan

Berita Terbaru

Rapat Penyusunan Annual Work Plan (AWP) dan Overall Work Plan (OWP) Daerah Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) Tahun Anggaran 2026-2030. (Dok. Bina Bangda/ Kemendagri)

Bina Bangda

Kemendagri Matangkan AWP dan OWP Program LSDP 2026-2030

Selasa, 22 Sep 2026 - 07:19 WIB