BeritaOpiniPolitik

MENGENAL LEBIH DEKAT SOSOK DALIMI: KARIR, PENGABDIAN, DAN PENGALAMAN BIROKRASI PEMERINTAHAN

36
×

MENGENAL LEBIH DEKAT SOSOK DALIMI: KARIR, PENGABDIAN, DAN PENGALAMAN BIROKRASI PEMERINTAHAN

Sebarkan artikel ini

MENGENAL LEBIH DEKAT SOSOK DALIMI: KARIR, PENGABDIAN, DAN PENGALAMAN BIROKRASI PEMERINTAHAN

Oleh : RAKIMAN
Kepala Biro mediainvestigasi.net
Pasaman Raya

Dalimi merupakan salah seorang tokoh masyarakat Nagari Simpang Timbo Abu Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, yang dikenal memiliki pengalaman panjang dalam bidang pemerintahan. Lahir pada 22 Desember 1971, putra asli Jorong Tanjung Aro, Nagari Simpang Timbo Abu Kajai ini, telah mengabdikan sebagian besar perjalanan hidup untuk membangun masyarakat melalui berbagai amanah yang dipercayakan kepadanya.

Dalam kehidupan keluarga, Dalimi merupakan suami dari Wid Hermaneti, A. Md. Keb. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak, yaitu dr. Hanifa Salsabila, yang telah selesai mengikuti pendidikan kedokteran umum di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan Rafli Afif Deannova, alumni SMA N 1 Pasaman dan tahun ini akan mulai mengikuti perkuliahan Fakultas Teknik Industri di UIN SUSKA, Pekan Baru, Riau.

Jejak pengabdian Dalimi dimulai pada tahun 1999, ketika dipercaya menjadi Kepala Desa Mudik Simpang. Jabatan tersebut diembannya hingga tahun 2001. Meski masih berusia relatif muda saat itu, beliau menunjukkan komitmen dalam menjalankan roda pemerintahan desa dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selepas mengakhiri masa tugas sebagai kepala desa, Dalimi kembali dipercaya mengemban amanah sebagai anggota Badan Perwakilan Anak Nagari (BPAN) pada periode 2001 hingga 2004. Pengalaman tersebut semakin memperluas pemahamannya mengenai tata kelola pemerintahan dan pembangunan di tingkat nagari.

Karier pengabdiannya berlanjut ketika menjabat sebagai Sekretaris Nagari Kajai, pada periode 2005 hingga 2012. Selama tujuh tahun menjalankan tugas sebagai sekretaris nagari, Dalimi dikenal aktif mendukung jalannya administrasi pemerintahan, menyusun berbagai program, serta menjadi penghubung antara pemerintah nagari dengan masyarakat, yang saat itu terdiri dari delapan kejorongan. Dalam rentang waktu tujuh tahun menjadi Sekna, Dalimi pernah diamanahkan menjadi Pj. Wali Nagari Kajai selama satu tahun, di 2009 sampai 2010.

Pengalaman panjang di lingkungan pemerintahan menjadi modal berharga, ketika masyarakat kembali memberikan kepercayaan kepadanya sebagai Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Kajai, untuk periode 2015 hingga 2021. Dalam posisi tersebut, beliau berperan mengawal berbagai kebijakan nagari agar tetap berjalan sesuai aturan, sekaligus memastikan aspirasi masyarakat dapat tersalurkan melalui mekanisme musyawarah.

Dalam masa jabatannya sebagai ketua Bamus tersebut, Dalimi merupakan salah seorang tokoh yang memiliki peran penting dalam pemekaran nagari Simpang Timbo Abu Kajai.

Tidak hanya berkiprah dalam pemerintahan nagari, Sosok yang terkenal ramah ini juga dikenal aktif dalam membangun kerjasama antar nagari. Hal itu dibuktikan dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Nagari (BKAN) Kecamatan Talamau pada periode 2015 hingga 2022.

Selama lebih dari dua dekade, Dalimi telah menorehkan perjalanan panjang pengabdian yang mencakup berbagai bidang, mulai dari pemerintahan desa, administrasi nagari, lembaga permusyawaratan, hingga kerjasama antar nagari. Konsistensinya dalam mengemban amanah, menjadikannya salah seorang figur yang dikenal luas oleh masyarakat, sebagai pribadi yang berpengalaman, dekat dengan warga, serta memiliki komitmen terhadap pembangunan dan kemajuan nagari, maupun Kecamatan Talamau secara umum.

Berbekal pengalaman tersebut, Dalimi terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Baginya, jabatan bukanlah tujuan akhir, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, demi kemajuan nagari dan kesejahteraan masyarakat