Menu

Mode Gelap

Berita

Masjid Megah di Kantor Bupati: Dibangun di Awal, Terbakar di Akhir

badge-check


					Masjid Megah di Kantor Bupati: Dibangun di Awal, Terbakar di Akhir Perbesar

Sisa-sisa karpet pasca kebakaran Masjid Kantor Bupati Dharmasraya (Dok, Istimewa)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net-masjid di kawasan Kantor Bupati Dharmasraya itu berdiri megah, menjadi saksi perjalanan kepemimpinan Sutan Riska Tuanku Kerajaan. Dibangun dengan anggaran sekitar Rp1 miliar, masjid tersebut rampung pada 2018, menjadi kebanggaan bagi aparatur dan masyarakat yang berkunjung ke pusat pemerintahan. Namun, di penghujung masa jabatan Sutan Riska, masjid ini justru dilanda kebakaran.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 17 Januari 2025. Beruntung, kobaran api tidak sampai melahap seluruh bangunan. Kerugian yang ditimbulkan disebut-sebut tidak terlalu besar. Namun, tetap saja kejadian ini mengundang tanda tanya besar: bagaimana mungkin sebuah masjid yang berdiri kokoh dan terpisah dari bangunan lain bisa terbakar begitu saja?

Dari Simbol Religi ke Tragedi Api

Ketika pertama kali dibangun, masjid ini dirancang sebagai tempat ibadah representatif bagi pegawai dan tamu yang berkunjung ke Kantor Bupati Dharmasraya. Dengan anggaran yang cukup besar, material yang digunakan pun tentunya bukan sembarangan.

Masjid ini bukan sekadar tempat salat, tetapi juga menjadi simbol pembangunan era kepemimpinan Sutan Riska. Setiap Jumat, masjid selalu dipenuhi jemaah, mulai dari pegawai pemerintahan hingga masyarakat sekitar. Ornamen-ornamen yang menghiasi interiornya memberikan kesan megah, mencerminkan niat besar dalam pembangunannya.

Namun, ketika api mencicipi bangunan itu, simbol kebanggaan tersebut seakan diuji oleh waktu.

 

Spekulasi dan Pertanyaan Publik

Sejak kejadian kebakaran, banyak yang mempertanyakan penyebabnya. Apakah korsleting listrik? Kelalaian manusia? Atau justru faktor lain yang belum terungkap?

Masjid yang terpisah dari bangunan lain seharusnya lebih aman dari risiko kebakaran akibat perambatan api. Namun, kenyataannya, si jago merah tetap menemukan celah untuk merasakan sedikit bangunan itu.

Beberapa pihak menilai, insiden ini bisa menjadi momentum evaluasi terhadap perawatan bangunan publik, terutama yang dibangun dengan dana besar. Apakah bahan bangunannya benar-benar berkualitas? Apakah sistem keamanan dan pemeliharaannya sudah memadai?

Perjalanan masjid ini seperti mencerminkan babak awal dan akhir dari kepemimpinan Sutan Riska di Dharmasraya. Dibangun di masa jabatannya, lalu terbakar di penghujung pemerintahannya.

Editor: Yanti 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me? https://www.binance.com/register?ref=IXBIAFVY

    Balas
  2. Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me.

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Warga belitang jaya kecewa terkait pupuk subsidi tidak sesuai harapan, pemerintah pusat harus tahu ini

17 Mei 2026 - 09:13 WIB

Ketua DPC PPP Kabupaten Pulau Taliabu Baru Sulaiman Tari Terpilih Secara Aklamasi Atas Dukungan 8 PAC

16 Mei 2026 - 22:14 WIB

Jumat Berkah, Polisi Berikan Pengobatan dan Makan Gratis Kepada Ratusan Warga di Alun-Alun Soreang

16 Mei 2026 - 18:47 WIB

Trending di Berita