Luar Biasa Kegigihan JKA Perjuangkan Sektor Pertanian, Padang Pariaman Raih Bantuan Rp12,5 Miliar dari Kementerian Pertanian

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luar Biasa Kegigihan JKA Perjuangkan Sektor Pertanian, Padang Pariaman Raih Bantuan Rp12,5 Miliar dari Kementerian Pertanian

 

Padang Pariaman — Mediainvestigasi.net.- Kegigihan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, dalam memperjuangkan pemulihan sektor pertanian pascabencana membuahkan hasil. Melalui berbagai upaya lobi dan koordinasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kabupaten Padang Pariaman berhasil mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp12,5 miliar.

Anggaran tersebut disalurkan melalui dana tugas pembantuan pada Satker XIII Provinsi Sumatera Barat dalam bentuk program bantuan pemerintah untuk 6 kegiatan yaitu perbaikan infrastruktur optimalisasi lahan sawah non rawan bencana, rehabilitasi lahan terdampak bencana, DAM Parit, Irigasi Perpipaan, Irigasi Perpompaan dan perbaikan jaringan irigasi tersier di wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Program ini menyasar kelompok tani yang tersebar di 17 Kecamatan berbentuk fokus bencana dan reguler yang tertuang dalam Juknis yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

Salah satu contoh kegiatan OPLA bencana yang saat ini telah masuk penetapan pada 18 kelompok tani di 9 kecamatan dengan total luasan lahan 446 hektare (kelompok tani yang memenuhi syarat juknis). Lahan tersebut merupakan sawah yang terdampak bencana hydrometeorologi beberapa waktu lalu. Bantuan ini difokuskan pada program optimasi lahan sawah terdampak bencana (Oplah Bencana), khususnya untuk lahan yang mengalami kerusakan ringan, seperti sedimentasi akibat banjir setinggi sekitar 10 hingga 30 sentimeter dan mengalami kerusakan pada jaringan irigasi tersier.

Melalui program optimasi lahan ini, terdapat dua kegiatan utama yang dilakukan, yakni pengerukan sedimentasi pada lahan sawah maupun saluran irigasi tersier, serta perbaikan jaringan irigasi tersier yang rusak akibat bencana. Perbaikan irigasi yang dilakukan memang difokuskan pada irigasi tersier, karena jaringan tersebutlah yang menjadi kewenangan Kementerian Pertanian dalam program pemulihan lahan pertanian.

Baca Juga :  Bupati Pimpin Evaluasi Penanganan Bencana: Logistik Dipercepat, Huntara Mulai Disiapkan

Kegiatan lainnya yaitu program rehabilitasi lahan untuk sawah yang mengalami kerusakan sedang, dengan indikasi sedimentasi lebih tebal, yakni di atas 30 sentimeter hingga 100 sentimeter dengan minimal terdampak 5 ha (sesuai Juknis Kementerian Pertanian), telah memasuki tahap penetapan kelompok tani yaitu pada 17 kelompok tani dan toal luasan 198Ha.

Plt. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman Dr. Hendri Satria, A.P., M.Si menyatakan bahwa angin segar dari upaya Bupati yang terus mencari peluang di tengah efisiensi ini menjadi pelecut untuk menyambut dengan komitmen yang sama oleh Dinas teknis pelaksana dibalik keterbatasan yang ada.

Melalui program ini, lahan yang sebelumnya tidak dapat difungsikan akibat dampak bencana diharapkan dapat kembali produktif. Jika pada tahap awal lahan belum sepenuhnya dapat difungsikan sebagai sawah, setidaknya lahan tersebut dapat dimanfaatkan sementara untuk komoditas lain seperti jagung, sehingga tetap mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Rencananya, kegiatan optimasi lahan sawah terdampak bencana akan mulai dilaksanakan di lapangan pada awal Maret, sementara rehabilitasi lahan dijadwalkan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri.

Selain itu, sejumlah kegiatan pendukung juga akan dilaksanakan pasca-Lebaran, seperti pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, jaringan irigasi tersier, serta dam parit guna memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap berbagai program ini dapat membantu meringankan beban kelompok tani dalam memulihkan lahan pertanian mereka pascabencana, baik dari sisi perbaikan lahan maupun penyediaan air irigasi.

Upaya ini sekaligus menjadi bukti komitmen Bupati John Kenedy Azis dalam memperjuangkan kepentingan petani dan memastikan sektor pertanian di Padang Pariaman dapat bangkit kembali serta tetap menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.(***)

 

Baca Juga :  Pengurus GOW Kota Padang Dikukuhkan, Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan

Editor ; Rafdy Guci 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Satresnarkoba Polres Tapteng Bekuk Terduga Pengedar Sabu di Pinangsori
Kurang dari 1×24 Jam, Satreskrim Polres Sibolga Ungkap Kasus Curat dan Amankan Terduga Pelaku
Anggaran Polri Disorot! Pemerhati Kebijakan Publik Asal Sumsel Desak Kejagung Tindak Lanjuti Temuan BPK
Residivis Korupsi Fahd A. Rafiq Ditangkap KPK: PPWI Desak Hukuman Maksimal dan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Menjelang Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Bulgaria Pererat Kemitraan Strategis
PH Kelompok Tani Cahaya Baru Layangkan Somasi II ke PT RSA dan Koperasi ISM, Dugaan Penggelapan Hasil Sawit dan Pelanggaran Kemitraan
Ketua DPW Persadin NTB Lukman Aprizal, SH., Bersama Ketua DPC Lombok Tengah Ahmad Subandi Idris, SH. dan Jajaran Silaturahmi ke Kantor BPN Kabupaten Lombok Tengah
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:44 WIB

Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 15 September 2026 - 16:40 WIB

Satresnarkoba Polres Tapteng Bekuk Terduga Pengedar Sabu di Pinangsori

Selasa, 15 September 2026 - 16:36 WIB

Kurang dari 1×24 Jam, Satreskrim Polres Sibolga Ungkap Kasus Curat dan Amankan Terduga Pelaku

Selasa, 15 September 2026 - 16:32 WIB

Anggaran Polri Disorot! Pemerhati Kebijakan Publik Asal Sumsel Desak Kejagung Tindak Lanjuti Temuan BPK

Selasa, 15 September 2026 - 16:27 WIB

Residivis Korupsi Fahd A. Rafiq Ditangkap KPK: PPWI Desak Hukuman Maksimal dan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Berita Terbaru