Menu

Mode Gelap

Berita

Kotak Kosong Menggema Kembali di Dharmasraya: AG Romi Ditolak, Warga Siap Lawan Calon Tunggal

badge-check


					Kotak Kosong Menggema Kembali di Dharmasraya: AG Romi Ditolak, Warga Siap Lawan Calon Tunggal Perbesar

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Situasi politik di Dharmasraya kembali memanas setelah keputusan KPU Dharmasraya menolak pendaftaran pasangan AG Romi pada perpanjangan masa penerimaan bakal calon bupati dan wakil bupati Pilkada 2024. Keputusan ini membuat gelombang besar di tengah masyarakat, terutama di kalangan pria, yang menolak keras calon tunggal terlebih jika calon tersebut adalah seorang wanita.

Kotak kosong kini mengemuka sebagai simbol perlawanan. Banyak warga melihatnya sebagai satu-satunya cara untuk menolak dominasi politik yang mereka anggap tidak sesuai dengan tradisi di Ranah Cati Nan Tigo. Dalam wawancara yang berlangsung 6 September 2024, kelompok mayoritas kaum laki-laki menyuarakan pilihan mereka dengan tegas.

“Jika pasangan AG Romi tidak bisa melenggang di kontestasi Pilkada 2024, kami lebih memilih kotak kosong,” ujar salah seorang warga yang menolak menyebutkan namanya. Suaranya penuh emosi, mencerminkan gelombang ketidakpuasan yang sedang bergulir di kalangan masyarakat.

Pendapat senada juga disampaikan oleh seorang tokoh masyarakat yang akrab disapa Datuk. Dengan nada yang lebih diplomatis, namun tetap penuh tekad, ia menegaskan bahwa keputusan KPU bisa memicu resistensi yang lebih luas. “Jika AG Romi tidak bisa terdaftar sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati 2024 oleh KPU, tentu kotak kosong menjadi pilihan kami,” ujarnya lugas.

Pilkada 2024 di Dharmasraya seolah memasuki babak baru. Penolakan KPU terhadap AG Romi dianggap sebagian kalangan sebagai bentuk ketidakadilan dan pembatasan hak politik. Kotak kosong, yang dulunya hanya dianggap sebagai alternatif, kini menjadi simbol perlawanan yang semakin kuat. Beberapa pengamat politik lokal memprediksi bahwa fenomena ini bisa membawa dampak besar terhadap hasil akhir Pilkada, terutama jika gelombang dukungan terhadap kotak kosong terus meningkat.

Di balik semua ini, ada pertanyaan besar yang menggantung: Apakah kotak kosong akan berhasil mengalahkan calon tunggal? Atau, apakah perjuangan AG Romi akan membuka jalan baru dalam politik Dharmasraya?

Satu hal yang pasti, Pilkada 2024 di Dharmasraya telah menjelma menjadi arena pertarungan ideologi, tradisi, dan hak politik yang penuh dinamika.

(Yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Tapteng Gelar Patroli KRYD Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan Jalanan

23 April 2026 - 10:34 WIB

Bupati JKA Apresiasi Pemprov Sumbar, Toboh Gadang Barat Dipilih sebagai Nagari Creative Hub, “Momentum Besar Kebangkitan Nagari”

23 April 2026 - 10:27 WIB

Dandim 0308/Pariaman: TMMD ke-128 Libatkan Ratusan Personel dan Masyarakat

23 April 2026 - 09:52 WIB

Trending di Berita