Foto Dokumentasi : Pen Koops TNI Habema
Papua, Media Investigasi.net, Komando operasi (Koops) TNI Habema menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ledakan yang terjadi di luar lingkungan Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada hari minggu tanggal, 17 mei 2026.
Dimana Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengatakan, “Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI/Polri sebagai pelaku di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut, ungkapnya.
Dan hingga sampai saat ini, tim gabungan masih melakukan pendalaman dan verifikasi di lapangan. namun demikian, dari temuan awal dapat kami sampaikan :
1). Granat yang ditemukan di lokasi memiliki karakteristik yang tidak sesuai dengan granat standar yang digunakan TNI.
2). TNI tidak menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil, apalagi di area ibadah.
3). TNI selalu mengedepankan pendekatan keamanan yang humanis dan melindungi masyarakat Papua.
Lebih lanjut Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyampaikan bahwa dirinya telah mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya.
“Bisa jadi Insiden ini sangat mungkin merupakan aksi provokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah TNI dengan masyarakat Papua,” tegasnya.
Satgas Koops Habema terus melakukan patroli dan pengamanan di wilayah tersebut untuk mencegah aksi serupa terulang. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak gereja dan tokoh masyarakat setempat untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada para korban.
“Kami akan terus memberikan update perkembangan secara transparan sesuai fakta yang diperoleh dari tim di lapangan, tutup. Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna (Kapen Koops TNI Habema melalui Pen Koops TNI Habema).
Ketua Investigasi Nasional Indonesia **** La Omy La Tua.












