Ketua LPKN Indonesia Soroti Sentral Kuliner Andolo Konawe Selatan Yang Di Bangun Anggaran Miliaran Memperihatinkan Tak Berfungsi

Uncategorized193 Dilihat

Ketua LPKN Indonesia Soroti Sentral Kuliner Andolo Konawe Selatan Yang Di Bangun Anggaran Miliaran Memperihatinkan Tak Berfungsi

Andolo Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara, MediaInvestigasi.Net – Kondisi terkini Sentral Kuliner Kota Andolo ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan yang di Anggaran Miliaran Rupiah oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan melalui Disperindag Kabupaten Konawe Selatan yang seharusnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat malah kini semakin memperihatinkan lantaran banyak fasilitas yang dibangun pemerintah beberapa tahun yang lalu itu malah terlihat kumuh dan terlihat hanya satu tapak penghuninya.

Dimana berdasarkan hasil Investigasi Ketua Tim Investigasi Nssional Lembaga Pemerhati Keuagan Negara Indonesia (LPKN) La Omy La Tua di lapangan saat menemui salah satu penghuni Arwan yang tersisa dalam di dalam bangunan lokasi tempat Sentral Kuliner Kota Andolo ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan menjelaskan bahwa dulunya banyak yang menempati tempat ini tapi karena tidak laku maka penghuni lainnya malah memilih pindah ke tempat lain.

Selain itu Arwan salah satu penghuni yang tersisa dalam di dalam bangunan lokasi tempat Sentral Kuliner Kota Andolo ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan juga menjelaskan bahwa selain itu pengunjung di Sentral Kuliner Kota Andolo dalam dua tahun terakhir pengunjung berkurang dan hanya ramai di momen-momen tertentu saja seperti malam minggu saja itupun kalau ada. Ditambah lagi, banyak pedagang yang kini enggan berjualan akibat kondisi sentra kuliner yang sepi pengunjungnya, “tuturnya.

Seorang pedagang bernama Arwan mengaku omzetnya menurun drastis dalam beberapa bulan terakhir bahkan, selama berjualan di lokasi Sentral Kuliner tersebut dirinya tidak pernah meraup omset lebih melainkan banyak pengeluaran mujur kita tidak di Pungut retribusi.

Baca Juga :  *Para Intelektual NU Jawa Timur menilai, Umat Islam Ditakuti dengan HTI, Wahabi, dan Radikalisme*

“Paling-paling ramai sedikit kalau malam Minggu itupun kalau ada. sekarang sudah tidak sama kayak dulu awal-awal dibuka,”ucapnya.

Namun, mau di apa kendati demikian, apapun konsekuensinya katanya sebagai pedagang sudah harus siap menanggung kondisi sepi yang sering ia alami.

Ketua Tim Investigasi Nssional Lembaga Pemerhati Keuagan Negara Indonesia (LPKN) La Omy La Tua tegas mengatakan bahwa dengan melihat kondisi itu, dirinya meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar di tahun ini tempat pusat kuliner dapat di benahi serta mencari solusi untuk memperbaiki nasib pusat kuliner yang terletak di Kota Andolo Ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan dapat berfungsi kembali dan menjadi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ketua Tim Investigasi Nssional Lembaga Pemerhati Keuagan Negara Indonesia (LPKN) La Omy La Tua juga tegas meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia agar melakukan Investigasi sejumlah kasus yang beraroma Korupsi pada tahapan pembangunan pusat kuliner yang terletak di Kota Andolo Ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan serta sejumlah kasus lainnya berdasarkan temuan BPK RI di Kabupaten Konawe Selatan salah satunya terkait pembangunan Kantor Bupati baru yang menelan anggaran kurang lebih 42 Miliar pada tahun 2020 silam,” tutupnya.

Ketua Investigasi Indonesia (Nasional) ****/ Tim Investigasi Indonesia (Nasional) *** SN).

Komentar