Foto Dokumentasi La Omy La Tua : Karhutla Kecamatan Taliabu Barat Laut
“Stop Pembodohan soal Helikopter! Ribuan Pohon Cengkih Kami Sudah Ludes Terbakar”
Taliabu Provinsi Maluku Utara
,MediaInvestigasi.net Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, secara tegas meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu beserta BNPB Daerah untuk menghentikan isu bantuan helikopter pemadam kebakaran, jika hal itu hanya dijadikan pembodohan terhadap masyarakat.
Dimana Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, menyampaikan bahwa dampak Karhutla sampai sekarang ini, puluhan ribu pohon cengkih milik petani di Desa Salati, Desa Onemay, dan Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut, telah hangus dilalap api “Si Jago Mereh” sementara janji bantuan helikopter yang konon sudah disetujui, hingga saat ini tak kunjung datang, bukan sekadar janji tak ditepati itu adalah pembodohan terhadap masyarakat, tegasnya, hari Selasa tanggal, 13 Oktober 2026.

Lucunya lagi janji yang Tak Kunjung hadir menurut, Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, menyampaikan bahwa
isu usulan BNPB terkait dukungan helikopter pemadam karhutla kini hanya menjadi lelucon belaka.
“Faktanya di lapangan selama berhari-hari, tim gabungan yang terdiri dari unsur lintas OPD, TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, dan masyarakat setempat berjuang memadamkan api hanya dengan peralatan sederhana dan tenaga manual”
Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, juga mengatakan bahwa masyarakat tani malah bangga dengan semangat tim di lapangan. Tanpa helikopter pun, mereka tetap bekerja keras memadamkan api.
Justru karena itulah, isu soal helikopter ini seharusnya dihentikan jika tidak benar-benar direalisasikan. Jangan membuat masyarakat berharap pada sesuatu yang tak pernah datang saat ladang cengkih mereka terus terbakar habis,” ujarnya.
La Omy juga menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan BNPB Provinsi yang dinilai kurang menunjukkan kepedulian nyata terhadap musibah yang menimpa masyatakat tani di Kabupaten Pulau Taliabu.
“Terkesan seakan-akan Pulau Taliabu bukan bagian dari Provinsi Maluku Utara padahal kita ketahui bahwa Petani di sini juga telah membayar pajak, berkontribusi untuk negeri ini seumur hidup.
Namun alangkah lucunya saat mereka menangis kehilangan sumber penghidupan, perhatian justru terasa sangat minim,” ungkapnya dengan nada haru.
Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, juga menegaskan bahwa masyarakat yang ada di Kabupaten Pulau Taliabu bukan pengemis bantuan, namun yang mereka butuhkan bukan janji manis atau isu yang tak jelas, melainkan tindakan nyata saat musibah terjadi.”
Seruan Tegas La Omy La Tua juga meminta kepada seluruh pihak terkait :
a). Hentikan pembicaraan soal helikopter pemadam jika itu hanya akan menjadi lelucon yang memalukan.
b). Fokus pada apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat: bantuan pemulihan lahan dan ekonomi petani yang telah ludes terbakar.
c). Berikan perhatian yang layak, karena masyarakat Taliabu juga warga negara yang berhak dilayani.
“Stop dan sudahi soal isu bantuan Helikopter Pemadam untuk bnatuan karhutla di Kabupaten Pulau Taliabu, cukup sudah ribuan pohon cengkih yang hangus.
Jangan biarkan harapan masyarakat juga ikut terbakar oleh janji yang tak pernah sampai, tutup. La Omy La Tua, (Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI).
Tim Investigasi Indonesia Nasional ***
Penulis : La Omy La Tua
Editor : La Omy La Tua
Sumber Berita: Liputan Wartawan Media Investigasi.net






