Berita

HPN dan Pers Tak Boleh Hanya Di Persimpangan Jalan Kekuasaan Kritik Adalah Merupakan Vitamin Serta Suport Tanggung Jawab Masa Depan Bangsa

22
×

HPN dan Pers Tak Boleh Hanya Di Persimpangan Jalan Kekuasaan Kritik Adalah Merupakan Vitamin Serta Suport Tanggung Jawab Masa Depan Bangsa

Sebarkan artikel ini

 

Foto Dokumentasi Istimewa : La Omy La Tua (Ketua Investigasi Nasional Media Investigasi.net). 

Oleh: La Omy La Tua
Ketua Investigasi Nasional Media Investigasi.net, Minggu 08 Februari 2026.

Cibinong Bogor Provinsi Jawa Barat,  Media Investigasi.net, Ketua Investigasi Nasional Media Investigasi.net, La Omy La Tua, mengajak seluruh teman- teman Wartawan/Jurnalis di seluruh Dunia khusus teman-teman Wartawan/Jurnalis di Indonesia untuk menyambut
Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 sebagai hari kebahagiaan.

Hadir sebagai simbol semangat Dengan Tema : “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.

Ketua Investigasi Nasional Media Investigasi.net, La Omy La Tua, Pada Hari Pers Nasional Tahun 2026, Terinspirasi Pada Profesi Wartawan/Jurnalis di seluruh Dunia Khususnya Pada Wartawan/Jurnalis di Indonesia yang punya nilai luhur pada seluruh  masyarakat yang dapat  merepresentasikan pers :

    •    Sehat secara moral

    •    Profesional dalam kerja

    •    Jujur dan berimbang

    •    Berpihak pada kepentingan publik

Ketua Investigasi Nasional Media Investigasi.net, La Omy La Tua, juga menyampaikan bahwa semoga seluruh  Pers dalam menjalankan aktivitas kesehariannya selalu sehat serta menjadi Fondasi Bangsa yang kuat, dari informasi yang benar, maka tentumya lahir kepercayaan dari kepercayaan, tumbuh kemandirian dan daya saing maka mari kita ssmua menjadi bagian dari perayaannya ? serta mari hadir dan ramaikan puncak pada Hari Pers Nasional 2026 yang di pusatkan Provinsi Banten pada,
Tanggal 6 sampai 9 Februari 2026.

Dimana Ketua Investigasi Nasional Media Investigasi.net, La Omy La Tua, juga mengatakan bahwa Hari Pers Nasional 2026 yang di pusatkan Provinsi Banten pada, Tanggal 6 sampai 9 Februari 2026, bukan hanya sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi yang sangat penting bagi dunia pers Indonesia maka degan momentum ini saya menyatakan dukungan penuh terhadap Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026,sebagai ruang evaluasi bersama atas arah dan masa depan pers di tengah tantangan yang semakin kompleks yang hinggah sampai saat ini di bangsa kita.

Ketua Investigasi Nasional Media Investigasi.net, La Omy La Tua, menyatakan bahwa dukungan terhadap  harus dimaknai secara substantif, bukan simbolik. HPN adalah pengingat bahwa pers memiliki tanggung jawab historis dalam menjaga demokrasi, menyuarakan kebenaran, serta mengawal kepentingan publik secara independen dan berintegritas.

Namun dukungan terhadap HPN juga harus disertai keberanian untuk bersikap jujur. Kita perlu mengakui bahwa kondisi pers Indonesia hari ini sedang berada di persimpangan jalan: antara menjaga marwah jurnalistik atau terjebak dalam tekanan kekuasaan dan kepentingan pasar.

Ketua Investigasi Nasional Media Investigasi.net, La Omy La Tua, juga menambahkan bahwa di era digital, kecepatan sering kali dipuja berlebihan oleh banyak media yang berlomba menjadi yang tercepat, tetapi mengabaikan verifikasi dan keberimbangan, karena hal tersebut adalah merupakan Praktik yang  justru melemahkan kepercayaan publik dan menjauhkan pers dari fungsi utamanya sebagai penyaji kebenaran, selain itu Pers juga sering menghadapi ancaman intervensi kekuasaan, baik secara langsung maupun terselubung hal tersebut  ketika relasi media dan kekuasaan tidak dikelola secara sehat, independensi redaksi menjadi korban yang mana Pers yang seharusnya mengawasi justru berpotensi menjadi alat legitimasi.

Di sisi lain juga Ketua Investigasi Nasional Media Investigasi.net, La Omy La Tua, juga mengatakan bahwa dominasi algoritma platform digital telah menekan media untuk tunduk pada logika klik dan viralitas seperti  Berita sensasional lebih diutamakan dibanding liputan mendalam yang kritis dan kontekstual, Ini adalah tantangan serius bagi kedaulatan redaksi.

Maraknya hoaks dan disinformasi tidak boleh hanya disalahkan kepada masyarakat. Pers juga harus melakukan koreksi diri, memperkuat disiplin verifikasi, dan menegakkan standar editorial agar kembali menjadi rujukan utama publik.

Ketua Investigasi Nasional Media Investigasi.net, La Omy La Tua, mendukung HPN dan dirinya sangat meyakini bahwa seluruh insan Pers harus berani dikritik dan mengkritik dirinya sendiri, dan dukungan ini adalah dukungan untuk pers yang kuat, bukan pers yang nyaman demi mewujudkan  masa depan pers Indonesia tidak ditentukan oleh teknologi semata, melainkan oleh integritas jurnalis dan keberanian manajemen media dalam menjaga independensi.

“Tanpa keberanian tersebut, pers akan kehilangan relevansi sosialnya”

Transformasi digital seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas jurnalistik, bukan sekadar memperbanyak konten. Inovasi tanpa nilai hanya akan melahirkan media yang cepat, tetapi dangkal dan mudah dilupakan maka dukungan terhadap Hari Pers Nasional 2026 yang di pusatkan Provinsi Banten pada, Tanggal 6 sampai 9 Februari 2026,
harus diwujudkan dalam perlindungan nyata terhadap jurnalis.

“Stop : Kekerasan, intimidasi, dan kriminalisasi terhadap insan pers masih menjadi ancaman serius bagi kebebasan pers di Indonesia”.

Ketua Investigasi Nasional Media Investigasi.net, La Omy La Tua, juga berharap agar Pers merdeka dan  bukanlah pers yang bebas tanpa batas, melainkan pers yang berani menolak kompromi yang dapat merusak etika pada kebebasan pers karena Pers adalah hak konstitusional yang harus dijaga dengan tanggung jawab moral yang tinggi, ke depan, pers harus kembali mengambil peran sebagai ruang koreksi sosial yang jujur dan kritis apalagi Pers bukan sekadar pengisi linimasa digital, tetapi pilar demokrasi yang membentuk kesadaran publik dan menjaga kualitas kebijakan namun Pers merupakan penerah bangsa.

Semoga Hari Pers Nasional Tahun 2026, menjadi alarm sekaligus harapan dengan dukungan yang tulus terhadap HPN, saya berharap pers Indonesia mampu melakukan koreksi diri, menjaga marwahnya, dan tetap berdiri tegak di sisi kebenaran demi masa seluruh rakyat Indonesia serta menjadi masa depan demokrasi bangsa, tutup. La Omy La Tua, (Ketua Investigasi Nasional Media Investigasi.net).