H. Wigiono, Suara Bung Karno di Timpeh dan Aksi Nyata untuk Rakyat

- Penulis

Minggu, 17 Agustus 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. Wigiono pembaca naskah proklamasi HUT RI ke 80 di Timpeh (Dok, Mediainvestigasi.net/Yanti)

Oleh: Mitra Yuyanti Kaperwil Sumatera Barat

Mediainvestigasi.net – Ada momen yang tidak biasa di lapangan upacara Kecamatan Timpeh, ketika peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia digelar. Sebelum bendera Merah Putih berkibar, semangat kebangsaan tiba-tiba menguat ketika suara lantang H. Wigiono, Anggota DPRD Dharmasraya dari Fraksi PDIP, menggema membaca naskah proklamasi.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan sekadar membaca teks, Wigiono membawakan naskah itu dengan penuh penghayatan, berorasi layaknya Bung Karno pada pagi 17 Agustus 1945. Nada suaranya tegas, bergetar penuh keyakinan, seolah memanggil kembali ruh proklamasi ke tengah masyarakat Timpeh.

“Proklamasi, Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta”

Kalimat-kalimat itu tidak hanya terdengar, tapi juga terasa. Mengalir ke telinga, menembus hati para peserta upacara. Suara Wigiono berhasil menghipnotis hadirin: para pelajar, guru, perangkat nagari, tokoh masyarakat, hingga warga yang memenuhi lapangan. Semua terdiam, larut dalam getar patriotisme yang lahir dari pembacaan naskah proklamasi itu.

 

Di tengah formasi upacara yang dipimpin Camat Timpeh Rizki Rulien Putra sebagai inspektur upacara, Serka Yusnardi dari Koramil 03/PP sebagai perwira upacara, serta Aipda Roni Candra dari Polsek Koto Agung sebagai komandan upacara—sosok Wigiono seakan menjadi ruh yang membangkitkan jiwa kemerdekaan.

Inilah esensi upacara: bukan hanya soal barisan rapi atau simbol protokoler, tapi tentang bagaimana nilai-nilai kemerdekaan bisa dirasakan kembali. Wigiono, dengan gaya orasinya, menghadirkan nostalgia Bung Karno—proklamator sekaligus bapak bangsa yang suaranya dulu mengguncang dunia.

Baca Juga :  AKBP Farouk Kapolres Inhil yang Baru,AKBP Budi Terharu Saat Pamit

Patriotisme tidak selalu lahir dari medan perang. Ia juga bisa tumbuh dari sebuah upacara sederhana di lapangan kecamatan. Ketika seorang pembaca naskah proklamasi mampu menghidupkan kembali semangat 1945, maka generasi muda mendapat teladan bahwa kemerdekaan bukan sekadar angka tahun, melainkan api yang harus terus dijaga.

Lebih dari itu, usai pembacaan naskah proklamasi, ia menunjukkan sisi lain kepemimpinannya. Wigiono menyalurkan bantuan sembako kepada warga Nagari Panyubarangan dan Ranah Palabi. Sebuah wujud nyata kepedulian seorang anggota DPRD kepada rakyatnya. Bagi masyarakat, aksi sosial ini bukan hanya sekadar paket sembako, tetapi simbol bahwa kemerdekaan juga bermakna menghadirkan kesejahteraan.

Di tengah hiruk pikuk politik dan rutinitas upacara kenegaraan, Wigiono menghadirkan pesan kuat: kemerdekaan bukan hanya diperingati, tapi juga diwujudkan. Dengan suara yang menggetarkan dan tindakan yang menyentuh, ia mengajarkan bahwa semangat 17 Agustus adalah tentang keberanian, pengorbanan, dan kepedulian kepada sesama.

Dan pagi itu di Timpeh, semangat Bung Karno seolah hidup kembali—melalui suara dan tindakan H. Wigiono. (**)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Biaya Persalinan Rp10–20 Juta di Kateman, Kapustu: “Tidak Ada Tarif Normal Rp10 Juta”
Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima
SDN 01 Pasar Palembayan Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka Mulai 21 September 2026
Sumira Putri Digadang Pimpin Forum TBM Pasaman Barat, Sosok Pejuang Literasi dari Pelosok yang Kini Jadi Sorotan
Cuaca Buruk, Kwarcab Pramuka Indragiri Hilir Tunda Seluruh Lomba Hari Pramuka ke 65
Masyarakat Pulau Taliabu Pertanyakan Langkah Bupati Sashabila Widya L. Mus Cabut Status Daerah 3T Sementara Masih Bayak Program Pembagunan Jalan Amburadul
Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I
Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:10 WIB

Dugaan Biaya Persalinan Rp10–20 Juta di Kateman, Kapustu: “Tidak Ada Tarif Normal Rp10 Juta”

Minggu, 20 September 2026 - 13:13 WIB

Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima

Sabtu, 19 September 2026 - 19:48 WIB

SDN 01 Pasar Palembayan Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka Mulai 21 September 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 13:56 WIB

Sumira Putri Digadang Pimpin Forum TBM Pasaman Barat, Sosok Pejuang Literasi dari Pelosok yang Kini Jadi Sorotan

Sabtu, 19 September 2026 - 10:58 WIB

Cuaca Buruk, Kwarcab Pramuka Indragiri Hilir Tunda Seluruh Lomba Hari Pramuka ke 65

Berita Terbaru