Menu

Mode Gelap

Parodi

Dulu Pisah Karena Sambal, Kini Menyesal Saat Bertemu di Acara 17-an

badge-check


					Dulu Pisah Karena Sambal, Kini Menyesal Saat Bertemu di Acara 17-an Perbesar

Ilustrasi tarik tambang cinta. (Dok. Freepik)


Oleh: Shendy Marwan

MEDIAINVESTIGASI.NET – Dunia memang selucu itu. Dulu bersumpah tidak akan saling menyapa lagi setelah marah, kini malah saling berebut sendok plastik di tenda konsumsi panitia HUT RI.

Sepasang mantan, Mbak Shofa dan Mas Shendy, yang bermusuhan sejak tahun lalu gara-gara perdebatan sengit tentang level pedas sambal terasi, hari Minggu kemarin tertangkap kamera sedang saling melirik di atas panggung acara 17 Agustus di RT 1000 umat.

“Awalnya saya kira dia tukang gorengan baru, eh pas nengok, ternyata mantan suami sendiri,” ujar Shofa sambil mengipas wajahnya dengan undangan panitia.

Pertemuan bermula saat Shendy diminta jadi juri lomba joget balon, sementara Shofa secara tidak sadar jadi peserta dengan pasangan yang ternyata… keponakan Shendy sendiri.

Saling lirik. Saling pura-pura nggak lihat. Tapi dalam hati, ribut.

“Waktu balonnya meletus, jantung saya juga ikut meletus. Rasanya kayak ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, padahal dulu saya yang tinggalin,” ucap Shendy yang kini tinggal di kontrakan megah 3×4 penuh kenangan.

Seketika, nostalgia menyerang saat Shofa menyuap anak-anak dengan nasi kuning dengan bentuk bintang, seperti yang dulu ia buat tiap ulang tahun pernikahan.

Klimaks terjadi saat lomba tarik tambang. Ternyata mereka berada di satu tali yang sama.

“Tangannya menyentuh tali – tangannya menyentuh kenangan”.

Mas Shendy berdiri kaku memegang tali tambang, tangan gemetar seperti habis lihat tagihan listrik.

Mbak Shofa tertegun, lalu spontan berkata, “Kamu masih suka sambal tomat, ya?”

Penonton bersorak, “Balikan! Balikan!”

Komentar Ketua RT:

“Kalau bisa rukun lagi, Alhamdulillah. Tapi jangan sampai lomba makan kerupuk berubah jadi lomba makan hati,” katanya.

“Kalau rindu, jangan nunggu 17-an. Kadang hati nggak bisa disewa tenda,” celoteh Pak RT yang komentarnya tak punya saringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *