Dugaan Kuat Karhutla Pulau Taliabu Bukan Bencana Alam, Diduga Dirancang Demi Kepentingan Tambang‑Sawit

- Penulis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Dokumentasi La Omy La Tua : Karhutla Kecamatan Taliabu Barat Laut

SOROTAN INVESTIGASI :

TALIABU, Provinsi Maluku Utara MediaInvestigasi.net, Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK‑GPI) mengemukakan dugaan serius bahwa kebakaran hutan dan lahan yang menghancurkan ribuan perkebunan cengkih di Pulau Taliabu bukanlah bencana alam yang kebetulan terjadi, melainkan peristiwa yang diduga direncanakan secara terstruktur demi kepentingan usaha pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

Ketua Investigasi Nasional LPK‑GPI, La Omy La Tua, menegaskan hal ini setelah timnya melakukan peninjauan langsung di titik‑titik kebakaran yang melanda Kecamatan Taliabu Barat Laut, Kecamatan Lede, dan Kecamatan Taliabu Utara dalam beberapa pekan terakhir. Ribuan pohon cengkih milik petani kecil hangus total, yang berarti mata pencaharian utama warga hancur dalam sekejap.

“Di balik tragedi besar ini, kami menduga ada unsur kesengajaan yang diatur oleh oknum tokoh ternama di lingkungan Maluku Utara, khususnya di Kabupaten Pulau Taliabu,” tegas La Omy La Tua dalam pernyataan pers resmi Jumat (30‑10‑2026) siang.

Tim LPK‑GPI menyatakan telah mengumpulkan barang bukti awal berupa rekaman percakapan telepon dan pesan WhatsApp yang diduga berisi perintah untuk memicu kebakaran berskala luas. Dugaan sementara yang diperoleh tim investigasi menyebutkan tujuan utama pembakaran tersebut adalah agar lahan milik warga yang sudah hangus dapat dialihkan menjadi wilayah kerja pertambangan atau perkebunan kelapa sawit.

Karena itu, La Omy La Tua mendesak aparat penegak hukum mulai dari Kepolisian Resor Pulau Taliabu hingga Polda Maluku Utara untuk segera membuka penyelidikan mendalam, memverifikasi seluruh bukti yang telah dikumpulkan, dan memproses setiap pihak yang terindikasi terlibat tanpa pandang bulu.

“Jangan biarkan penyelidikan berjalan lambat atau terhenti di tengah jalan. Jangan ada perlindungan bagi siapa pun yang diduga bertanggung jawab atas kerusakan harta dan masa depan ribuan petani,” tegasnya dengan nada tegas.

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Soppeng Perkuat Pelayanan Prima untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Tim LPK‑GPI juga menyerukan kepada masyarakat Pulau Taliabu yang memiliki informasi tambahan terkait peristiwa kebakaran ini untuk berani menyampaikan keterangan kepada pihak kepolisian guna memperkuat bahan penyelidikan, tutup. La Omy La Tua (Ketua Investigasi Nadional LPK GPI).

Catatan Redaksi : Sampai saat ini dugaan yang disampaikan LPK‑GPI masih berupa hasil temuan awal investigasi dan belum ada keputusan resmi dari pihak penegak hukum terkait keterlibatan pihak‑pihak yang diduga. Pihak‑pihak yang disebutkan dalam pernyataan ini juga belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan dugaan tersebut.

Tim Investigasi Nasional Indonesia ***

Penulis : La Omy La Tua

Editor : La Omy La Tua

Sumber Berita: Liputan Wartawan Media Investigasi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil dan BPBD Berikan Pemahaman Karhutla di Desa Kuala Lemang ​
Pantang Menyerah! Satgas TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil Kebut Semenisasi Jalan, 810 Meter Tuntas Dikerjakan
Dari Dinding hingga Teras, Satgas TMMD Kodim 0314/Inhil Terus Wujudkan Hunian Layak bagi Masyarakat
BRI BO Gunungsitoli Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wujudkan Semangat Bersatu dan Berkarya untuk Indonesia
Ketua Investigasi Nasional LPK GPI Minta Pemda Dan Penegak Hukum Jangan Hanya Padamkan Api, Telusuri Pemicu Awal Karhutla Pulau Taliabu Dugaan Ada Perencanaan Terstruktur
Cuman karena sigap hijuakan hutan, Bupati Siak Dapat Ancaman telAWI Seprovinsi Riau siap pasang Badan.
Ranperda Lingkungan Hidup Riau Disorot: Masyarakat Adat Jadi Korban Karhutla
Penutupan Program Pelita 2026 Bupati Nias Utara Turut Hadir
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Sinergi TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil dan BPBD Berikan Pemahaman Karhutla di Desa Kuala Lemang ​

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Pantang Menyerah! Satgas TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil Kebut Semenisasi Jalan, 810 Meter Tuntas Dikerjakan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Dugaan Kuat Karhutla Pulau Taliabu Bukan Bencana Alam, Diduga Dirancang Demi Kepentingan Tambang‑Sawit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Dari Dinding hingga Teras, Satgas TMMD Kodim 0314/Inhil Terus Wujudkan Hunian Layak bagi Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:18 WIB

BRI BO Gunungsitoli Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wujudkan Semangat Bersatu dan Berkarya untuk Indonesia

Berita Terbaru