Taliabu Maluku Utara, Mediainvestigasi.Net-Ketua Gerakan Pemuda Marhaenisme bersama sejumlah Aktivis serta sejumlah Warga di dalam Ibu kota Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara (Malut) melakukan aksi unjuk rasa.
Dimana aksi protes berkaitan dengan kebijakan Pemerintah soal kenaikan harga BBM subsidi secara nasional yang di nilai pemerintah pusat baik pemerintah daerah tidak profesional tampa melalukan kajian secara matang tentang dampak yang di alami oleh Masyarakat, umgkap. Ketua Lisman yang akrab di sapa Bung Dex hal itu di sampaikan langsung di depan komisi II siang tadi rabu 07/09/2022. Pukul. 11.30.wit
Ketua DPC GPM bersama sejumlah aktivis yang tergabung dalam aksi juga menyentil terkait dengan BBM subsidi di Taliabu yang sering alami kelangkaan setiap saat padahal jika kita ketahui bahwa jatah BBM cukup namun faktanya sering terjadi kelangkahan, kata. Lisman
Ketua DPC Gerakan Pemuda Marhaenisme sekaligus Kordinator Aksi, Lisman mengungkap jatah BBM subsidi jenis pertalite di Taliabu tidak bertahan lama karna di duga kuat ada sejumlah pemapungan Ilegal serta penyuplai Ilegal yang tidak punya ijin resmi
Sementara kita semua ketahui bahwa jatah pertalite di APMS Bobong itu 40 ton, tapi habis tidak sampai satu bulan, hanya makan hari, ada indikasi penimbunan pada stok BBM di Taliabu. tutur, Lisman.
Pendemo melalui salah seorang aktivis Bung Asis Armin mengatakan berdasarkan data dilapangan terkait dengan kenaikan harga di tiap-tiap pengecer yang melonjak.
Bung Asis Armin dan Surahman La Madi tegas meminta Dinas terkait dan DPRD Taliabu agar mengikapi permasalahan tersebut.
“Dan Seharusnya DPRD turun langsung menyaksikan kondisi saat ini bahwa, situasi kenaikan BBM yang menyebabkan kenaikan harga pengecer melambung tinggi dari harga nasional yang akibatmya berdapak pada harga sembako,” tegasnya.
Degan hal tersebut Anggota DPRD Taliabu, Dedi Mirzan menerima tuntutan para pendemo untuk ditindaklanjut.
Kemudian Dedi juga berjanji akan mengusut tuntas permasalahan ini sebagai aspirasi para pendemo.
“Kami menerima tuntutan ini dan kami akan menyampaikan ke pimpinan untuk memanggil pihak-pihak yang terkait,” kata Dedi.
Dedi bilang sering mendengar soal kelangkaan BBM subsidi di Taliabu. Karena itu, hal ini akan diagendakan.
Dirinya juga memaparkan bahwa, DPRD bakal memanggil kembali semua pihak yang berkaitan yakni Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS), Pemilik pangkalan dan Dinas Perindagkop Taliabu.
Untuk dapat transparan yang berkaitan degan penyaluran BBM agar tidak terjadi kelangkahan seperti yang di rasakan masyarakat saat ini.
Liman juga berharap agar DPRD Kabupaten Pulau Taliabu dan Dinas terkait yaitu Perindakop agar serius melakukan pengawasan jagan terkesan tidur tidak melihat penderitaan yang di alami masyarat, tutup. Lisman alias Bung Dex.
(Ketua Investigasi Wilayah Indonesia Timur **** La Omy La Tua).











