Diduga Korban Pelecehan di Rumah Dinas Bupati Dharmasraya Dapat Tekanan dari Marlon

- Penulis

Senin, 13 Oktober 2025 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Diduga Korban Pelecehan di Rumah Dinas Bupati Dharmasraya, S dalam video membaca teks (Dok. Istimewa)

Gambar: Diduga Korban Pelecehan di Rumah Dinas Bupati Dharmasraya, S dalam video membaca teks (Dok. Istimewa)

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Kasus dugaan pelecehan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) di Rumah Dinas Bupati Dharmasraya terus bergulir. Korban S (21) tidak hanya mengaku mendapat perlakuan tak pantas, tetapi juga diduga mendapat tekanan dari pihak Marlon, ayah kandung dari bupati yang menjabat saat ini.

Informasi tersebut disampaikan oleh P (21), teman korban, kepada Mediainvestigasi.net. Menurut pengakuannya, pada 2 Oktober 2025, dua orang yang diketahui dekat dengan Marlon — yakni Rored (sopir pribadi Marlon) dan Bibi Katmi (asisten rumah tangga di rumah dinas) — datang ke Muaro Sijunjung, tempat korban kini bekerja.

“Iya, saya diajak ikut, disuruh nemenin gitu. Siapa tahu S mau ketemu kalau ada saya. Tapi S dijaga ketat sama kepala cabang tempat dia kerja, jadi nggak dilepas buat ngobrol berdua sama Bibi. Kayaknya tujuannya memastikan S nggak ngomong ke siapa-siapa. Mereka itu Pak Rored sama Bibi dari rumah dinas,” ujar P kepada media ini.

Masih menurut P, kedatangan mereka ke tempat kerja korban sempat menimbulkan kejanggalan. Sebab, mereka semula mengaku sebagai kakak korban, namun S langsung membantah.

“S bilang bukan kakaknya. Akhirnya boleh ketemu tapi cuma di area kantor, nggak boleh keluar pagar. Saya juga ditanya dan diminta sama seorang datuk jangan bilang ke orang. Saya jawab iya, saya nggak pernah bilang ke siapa-siapa. Setelah ketemu S di Sijunjung, kita langsung pulang ke Dharmasraya,” tambahnya.

Di waktu yang hampir bersamaan, korban menghubungi tim redaksi Mediainvestigasi.net, membagikan lokasi keberadaannya dan meminta dijemput karena merasa takut. Namun, upaya tim media untuk menjemput korban tidak berhasil dilakukan.

Sebagai bentuk keberimbangan berita, Mediainvestigasi.net telah mengajukan konfirmasi resmi kepada pihak yang disebut dalam pemberitaan ini, pada Sabtu (10/10) pukul 07.43 WIB, melalui pesan WhatsApp. Berikut isi wawancaranya:

Baca Juga :  Dana Desa di Kecamatan Timpeh Mulai Cair, Lima Nagari Salurkan BLT dan Alokasikan untuk Pembangunan

Wawancara Konfirmasi – Mediainvestigasi.net pada Sabtu 11/10/2025.

Assalamualaikum Pak Marlon.

Perkenalkan, saya Yanti dari Mediainvestigasi.net. Izin mengonfirmasi, Pak.

Dalam hak jawab yang Bapak sampaikan sebelumnya kepada Mediainvestigasi.net, Bapak menyatakan keberatan atas pemberitaan yang menggunakan inisial “M” karena dianggap mengarah pada nama Bapak dalam dugaan kasus pelecehan terhadap asisten rumah tangga di Rumah Dinas Bupati Dharmasraya.

Untuk memperjelas posisi Bapak di hadapan publik, apakah keberatan tersebut sekaligus berarti Bapak membantah telah melakukan pelecehan terhadap korban berinisial S (21)?

Selain itu, berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi, pada 2/10/2025 sekitar pukul 23.48 WIB, dua orang yang diketahui merupakan orang dekat Bapak — yakni Rored (sopir pribadi Bapak) dan Bibi (juru masak di rumah dinas) — disebut sempat berangkat ke Kabupaten Sijunjung untuk menemui S di tempat kerjanya.

Apakah benar mereka diutus oleh Bapak?

Jika benar, apa tujuan mereka menemui korban?

Dan bagaimana Bapak menjelaskan langkah tersebut di tengah isu dugaan pelecehan yang sedang menjadi perhatian publik ini?

Namun hingga Senin (13/10/2025) pukul 11.39 WIB, pihak yang bersangkutan belum memberikan jawaban apa pun, meskipun akun WhatsApp terpantau aktif secara daring.

 

Video “Pernyataan” Susi Beredar

Dugaan bahwa Susi dibungkam oleh pihak Marlon diperkuat dengan beredarnya video berdurasi 43 detik di media sosial. Dalam video tersebut, seorang perempuan diduga kuat S terlihat mengenakan jaket hoodie hitam, membaca teks dari kertas bertulisan hasil ketikan yang disimpan dalam map kuning.

Dalam rekaman itu, S mengucap Bismillah dan membacakan pernyataan yang membantah adanya pelecehan:

“Bismillahirrahmanirrahim, Minggu 05 Oktober 2025, saya Susi Lestari, alamat Sungai Dareh, umur 21 tahun, menyatakan dengan benar dan sesungguhnya bahwa isu dan berita miring yang terjadi antara saya dan Bapak Marlon adalah tidak benar. Pak Marlon sebagai orang tua memperlakukan saya sebagai pekerja dengan baik, sopan, penuh rasa hormat…”

Baca Juga :  Polisi Amankan 12 Paket Sabu, Saat Grebek Pelaku Narkoba di Gang Cendana

Pernyataan dalam video tersebut bertolak belakang dengan pengakuan awal korban kepada redaksi, di mana ia sebelumnya mengaku diperlakukan tidak wajar oleh Marlon, termasuk disentuh pada bagian yang tidak boleh disentuh dan dicium tanpa persetujuannya.

Mediainvestigasi.net telah mencoba menghubungi Susi kembali setelah video itu beredar, namun nomornya tidak dapat dihubungi hingga kini.

 

Langkah Redaksi

Sebagai bentuk tanggung jawab jurnalistik, Mediainvestigasi.net menyimpan seluruh dokumen dan bukti berupa rekaman pengakuan S, video, percakapan chat, serta kesaksian saksi sebagai bukti autentik apabila kasus ini berlanjut ke ranah hukum.

 

Catatan Redaksi:

Berita ini disusun berdasarkan keterangan saksi, pengakuan korban, dan upaya konfirmasi kepada pihak yang disebut.

 

Editor: Yanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ZONA HIJAU DIDUGA DIABAIKAN, PEMKAB KLATEN JANGAN TUTUP MATA! WARGA RESAH, SIAPA YANG MENGAWASI?
Antisipasi Dampak Kabut Asap dengan Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat,Bupati Padang Pariaman Instruksikan PJJ Selama Dua Hari
Padang Pariaman Percepat Penegasan Batas Nagari, 58 Nagari Telah Melaksanakan Tahapan Penegasan
Penutupan Porprov XVI Sumbar di Lubuk Alung, Padang Pariaman Ukir Prestasi dengan 261 Medali ‎
Pemulihan Pasca-Bencana Tak Cukup Fisik, Pemkab Padang Pariaman dan KPPPA Tegaskan Pemenuhan Hak dan Partisipasi Anak
TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil: Gotong Royong Prajurit dan Warga Keritang Percepat Pembangunan RTLH
Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Kodim 0314/Inhil Genjot Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang
Tirai Gelap di Ruang Sidang PN Cibinong: Ketika Majelis Hakim Menjadi Benteng Pembungkaman Pers*
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

ZONA HIJAU DIDUGA DIABAIKAN, PEMKAB KLATEN JANGAN TUTUP MATA! WARGA RESAH, SIAPA YANG MENGAWASI?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap dengan Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat,Bupati Padang Pariaman Instruksikan PJJ Selama Dua Hari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Padang Pariaman Percepat Penegasan Batas Nagari, 58 Nagari Telah Melaksanakan Tahapan Penegasan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Penutupan Porprov XVI Sumbar di Lubuk Alung, Padang Pariaman Ukir Prestasi dengan 261 Medali ‎

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Pemulihan Pasca-Bencana Tak Cukup Fisik, Pemkab Padang Pariaman dan KPPPA Tegaskan Pemenuhan Hak dan Partisipasi Anak

Berita Terbaru