Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Kasus dugaan pelecehan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) di Rumah Dinas Bupati Dharmasraya terus bergulir. Korban S (21) tidak hanya mengaku mendapat perlakuan tak pantas, tetapi juga diduga mendapat tekanan dari pihak Marlon, ayah kandung dari bupati yang menjabat saat ini.
Informasi tersebut disampaikan oleh P (21), teman korban, kepada Mediainvestigasi.net. Menurut pengakuannya, pada 2 Oktober 2025, dua orang yang diketahui dekat dengan Marlon — yakni Rored (sopir pribadi Marlon) dan Bibi Katmi (asisten rumah tangga di rumah dinas) — datang ke Muaro Sijunjung, tempat korban kini bekerja.
“Iya, saya diajak ikut, disuruh nemenin gitu. Siapa tahu S mau ketemu kalau ada saya. Tapi S dijaga ketat sama kepala cabang tempat dia kerja, jadi nggak dilepas buat ngobrol berdua sama Bibi. Kayaknya tujuannya memastikan S nggak ngomong ke siapa-siapa. Mereka itu Pak Rored sama Bibi dari rumah dinas,” ujar P kepada media ini.
Masih menurut P, kedatangan mereka ke tempat kerja korban sempat menimbulkan kejanggalan. Sebab, mereka semula mengaku sebagai kakak korban, namun S langsung membantah.
“S bilang bukan kakaknya. Akhirnya boleh ketemu tapi cuma di area kantor, nggak boleh keluar pagar. Saya juga ditanya dan diminta sama seorang datuk jangan bilang ke orang. Saya jawab iya, saya nggak pernah bilang ke siapa-siapa. Setelah ketemu S di Sijunjung, kita langsung pulang ke Dharmasraya,” tambahnya.
Di waktu yang hampir bersamaan, korban menghubungi tim redaksi Mediainvestigasi.net, membagikan lokasi keberadaannya dan meminta dijemput karena merasa takut. Namun, upaya tim media untuk menjemput korban tidak berhasil dilakukan.
Sebagai bentuk keberimbangan berita, Mediainvestigasi.net telah mengajukan konfirmasi resmi kepada pihak yang disebut dalam pemberitaan ini, pada Sabtu (10/10) pukul 07.43 WIB, melalui pesan WhatsApp. Berikut isi wawancaranya:
Wawancara Konfirmasi – Mediainvestigasi.net pada Sabtu 11/10/2025.
Assalamualaikum Pak Marlon.
Perkenalkan, saya Yanti dari Mediainvestigasi.net. Izin mengonfirmasi, Pak.
Dalam hak jawab yang Bapak sampaikan sebelumnya kepada Mediainvestigasi.net, Bapak menyatakan keberatan atas pemberitaan yang menggunakan inisial “M” karena dianggap mengarah pada nama Bapak dalam dugaan kasus pelecehan terhadap asisten rumah tangga di Rumah Dinas Bupati Dharmasraya.
Untuk memperjelas posisi Bapak di hadapan publik, apakah keberatan tersebut sekaligus berarti Bapak membantah telah melakukan pelecehan terhadap korban berinisial S (21)?
Selain itu, berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi, pada 2/10/2025 sekitar pukul 23.48 WIB, dua orang yang diketahui merupakan orang dekat Bapak — yakni Rored (sopir pribadi Bapak) dan Bibi (juru masak di rumah dinas) — disebut sempat berangkat ke Kabupaten Sijunjung untuk menemui S di tempat kerjanya.
Apakah benar mereka diutus oleh Bapak?
Jika benar, apa tujuan mereka menemui korban?
Dan bagaimana Bapak menjelaskan langkah tersebut di tengah isu dugaan pelecehan yang sedang menjadi perhatian publik ini?
Namun hingga Senin (13/10/2025) pukul 11.39 WIB, pihak yang bersangkutan belum memberikan jawaban apa pun, meskipun akun WhatsApp terpantau aktif secara daring.
Video “Pernyataan” Susi Beredar
Dugaan bahwa Susi dibungkam oleh pihak Marlon diperkuat dengan beredarnya video berdurasi 43 detik di media sosial. Dalam video tersebut, seorang perempuan diduga kuat S terlihat mengenakan jaket hoodie hitam, membaca teks dari kertas bertulisan hasil ketikan yang disimpan dalam map kuning.
Dalam rekaman itu, S mengucap Bismillah dan membacakan pernyataan yang membantah adanya pelecehan:
“Bismillahirrahmanirrahim, Minggu 05 Oktober 2025, saya Susi Lestari, alamat Sungai Dareh, umur 21 tahun, menyatakan dengan benar dan sesungguhnya bahwa isu dan berita miring yang terjadi antara saya dan Bapak Marlon adalah tidak benar. Pak Marlon sebagai orang tua memperlakukan saya sebagai pekerja dengan baik, sopan, penuh rasa hormat…”
Pernyataan dalam video tersebut bertolak belakang dengan pengakuan awal korban kepada redaksi, di mana ia sebelumnya mengaku diperlakukan tidak wajar oleh Marlon, termasuk disentuh pada bagian yang tidak boleh disentuh dan dicium tanpa persetujuannya.
Mediainvestigasi.net telah mencoba menghubungi Susi kembali setelah video itu beredar, namun nomornya tidak dapat dihubungi hingga kini.
Langkah Redaksi
Sebagai bentuk tanggung jawab jurnalistik, Mediainvestigasi.net menyimpan seluruh dokumen dan bukti berupa rekaman pengakuan S, video, percakapan chat, serta kesaksian saksi sebagai bukti autentik apabila kasus ini berlanjut ke ranah hukum.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan keterangan saksi, pengakuan korban, dan upaya konfirmasi kepada pihak yang disebut.
Editor: Yanti












