Dari Hijrah ke Kinerja, Refleksi Tahun Baru Islam untuk Dunia Kerja Modern

- Penulis

Kamis, 26 Juni 2025 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ucapan Tahun Baru Islam. ((Dok. Istimewa)


Oleh: Dr. Chairul Hakim, SP, SE, MM

MEDIAINVESTIGASI.NET – Memasuki 1 Muharram 1447 Hijriyah, umat Islam mengenang peristiwa monumental hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Lebih dari sekadar perpindahan geografis, hijrah merupakan simbol transformasi—dari tekanan menuju pembebasan, dari stagnasi menuju kemajuan, dari konflik menuju peradaban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Refleksi ini sejatinya tidak hanya milik umat Islam secara spiritual, namun juga relevan untuk dunia kerja modern. Dalam konteks organisasi, hijrah adalah simbol keberanian untuk berubah, berbenah, dan bertumbuh—terutama di tengah era disrupsi teknologi, perubahan generasi tenaga kerja, dan tantangan moral di ruang profesional.

Spirit Hijrah dalam Konteks SDM

Dunia kerja hari ini tak sekadar menuntut profesionalisme, tetapi juga integritas, resiliensi, dan kemampuan beradaptasi. Tantangan global seperti automasi, krisis lingkungan, dan ketidakpastian geopolitik membuat organisasi harus tangkas dan berorientasi pada nilai-nilai yang kuat.

Spirit hijrah memberi pesan bahwa perubahan tidak cukup dilakukan secara kosmetik. Dibutuhkan pergeseran paradigma: dari ego struktural ke etika kolektif, dari sistem yang hierarkis ke ekosistem yang kolaboratif, dari orientasi profit semata ke keberlanjutan dan kemanusiaan.

Bagi para profesional HR, tahun baru Islam ini bisa menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai dasar dalam pengembangan sumber daya manusia—ikhlas dalam kontribusi, amanah dalam tanggung jawab, dan ihsan dalam pelayanan kerja.

Hijrah Organisasi: Dari Budaya Lama ke Budaya Tumbuh

Banyak organisasi terjebak dalam budaya kerja yang transaksional: target, insentif, dan hukuman. Padahal, tantangan abad ini menuntut lebih dari sekadar kepatuhan. Dibutuhkan keterlibatan (engagement) yang otentik. Spirit hijrah mengajarkan pentingnya menciptakan budaya baru yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses yang penuh makna.

Baca Juga :  FJTI Resmi Dibentuk, Siap Jadi Wadah Profesionalisme Jurnalis Televisi di Inhil

Penerapan nilai hijrah dalam dunia kerja dapat dilakukan melalui tiga transformasi:

  1. Transformasi Kepemimpinan: Dari atasan yang memerintah ke pemimpin yang melayani (servant leadership).
  2. Transformasi Budaya: Dari budaya kompetisi ke budaya kolaborasi.
  3. Transformasi Sistem SDM: Dari penilaian kinerja yang kaku ke pendekatan yang adaptif, humanistik, dan kontekstual.

Muharram seharusnya tak hanya dikenang di masjid dan mimbar, tetapi juga di ruang-ruang rapat, forum strategis, hingga sesi coaching internal. Dengan itu, nilai-nilai spiritual tidak terasing dari dinamika profesional.

Kinerja Berbasis Nilai

Kinerja yang tinggi bukan hanya hasil dari sistem yang efektif, tetapi dari nilai yang dihayati. Profesional yang berhijrah secara mental dan moral akan memiliki kualitas kerja yang lebih otentik. Mereka tidak hanya bekerja untuk “apa yang dibayar“, tapi juga untuk “apa yang diyakini“.

Inilah saatnya HR menjadi agen perubahan, bukan hanya pengelola administrasi personalia. Tahun baru Hijriyah menjadi peluang strategis untuk melakukan hijrah organisasi secara menyeluruh—dari struktur ke kultur, dari prosedur ke makna.

Penutup

Hijrah bukan sekadar sejarah, melainkan arah. Bukan sekadar memindahkan tempat, melainkan membangun makna baru. Dalam dunia kerja yang sarat tekanan, tahun baru Islam 1447 H bisa menjadi titik tolak untuk menyatukan spiritualitas dan profesionalisme dalam satu tarikan napas: bekerja bukan hanya untuk hidup, tetapi juga untuk memberi hidup yang lebih baik bagi sesama.

Selamat Tahun Baru Islam. Saatnya kita berhijrah, dari rutinitas ke relevansi, dari pekerjaan ke pengabdian, dari jabatan ke kejujuran.

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pondok Pesantren Alaimatul Arbaah Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Pendidikan Santri Harus Diselamatkan
Dugaan Pungli Mengintai Pilkades Serentak 2026 di Bekasi, AWIBB Jabar Siapkan Laporan Polisi
Gang Sandiwara Kembali Disorot, Dugaan Perbuatan Cabul demi Keuntungan — Polsek Kemang Ditantang Buktikan Fakta
KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor, Dua Koper Dibawa Penyidik
Budi Arie dan Godaan Menjadi Pemerintahan Bayangan
PENUNDAAN TRANSAKSI REKENING AKTIVIS PATI: JANGAN MEMBALIK LOGIKA HUKUM DAN JANGAN GUNAKAN INSTRUMEN TPPU UNTUK MEMBATASI HAK KONSTITUSIONAL WARGA
Bogor Bersholawat 2026: Rakyat Bertahan, Pejabat Pergi — Seremoni Pemkab Bogor Dipertanyakan
Merajut Silaturahmi, Memperkokoh Ukhuwah: Presiden Komunitas Yaman Kunjungi Ketum PPWI
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:04 WIB

Pondok Pesantren Alaimatul Arbaah Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Pendidikan Santri Harus Diselamatkan

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Dugaan Pungli Mengintai Pilkades Serentak 2026 di Bekasi, AWIBB Jabar Siapkan Laporan Polisi

Selasa, 1 September 2026 - 10:08 WIB

Gang Sandiwara Kembali Disorot, Dugaan Perbuatan Cabul demi Keuntungan — Polsek Kemang Ditantang Buktikan Fakta

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:41 WIB

KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor, Dua Koper Dibawa Penyidik

Jumat, 28 Agustus 2026 - 05:29 WIB

Budi Arie dan Godaan Menjadi Pemerintahan Bayangan

Berita Terbaru