Berita

Bukittinggi Perkuat Satgas, Wanda Leksmana Serukan Perlawanan Total terhadap Eksploitasi Anak

2
×

Bukittinggi Perkuat Satgas, Wanda Leksmana Serukan Perlawanan Total terhadap Eksploitasi Anak

Sebarkan artikel ini

Gambar: Wanda Leksmana Serukan Perlawanan Total terhadap Eksploitasi Anak (Dok, Mediainvestigasi.net/Rafika) 

 

BUKITTINGGI, MEDIAINVESTIGASI.NET — Komitmen Kota Bukittinggi dalam melindungi generasi muda kembali ditegaskan melalui kegiatan Sosialisasi Pekerjaan Terburuk untuk Anak yang digelar Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi di Hotel Dymens, Senin (8/12). Acara ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh unsur masyarakat dalam mencegah dan melawan segala bentuk eksploitasi terhadap anak.

Plt. Kepala Dinas P3APPKB, Robby Novaldi, membuka kegiatan dengan menyoroti semakin kompleksnya ancaman terhadap anak, baik di dunia nyata maupun digital. Ia mengajak semua pihak untuk aktif menjaga lingkungan yang aman bagi anak.

“Anak adalah investasi peradaban. Jika kita lengah, masa depan mereka bisa hilang dalam sekejap. Semua unsur—kelurahan, keluarga, sekolah, tokoh masyarakat—harus berdiri di barisan yang sama,” ujar Robby.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris P3APPKB Safrizal, S.Ag., M.H, Kabid Perlindungan Anak Jayatri, serta peserta dari Satgas Kelurahan, Forum Anak, PKK, Puspaga, dan sejumlah tokoh masyarakat.

 

Wanda Leksmana: “Jangan Biarkan Anak Bertarung Sendirian”

Sesi utama menghadirkan narasumber sekaligus Ketua Yayasan Ruang Anak Dunia (Ruandu) Sumbar, Wanda Leksamana, S.H., M.H. Dikenal sebagai aktivis perlindungan anak yang vokal, Wanda menegaskan bahwa ancaman eksploitasi anak kini semakin tersembunyi dan kerap berasal dari ruang digital.

“Anak-anak kita hidup di dunia yang semakin tidak ramah. Jangan biarkan mereka bertarung sendirian. Orang dewasa harus hadir, melindungi, dan menciptakan ruang aman untuk mereka tumbuh,” tegas Wanda.

Menurutnya, pekerjaan terburuk bagi anak tidak hanya berupa kerja fisik yang membahayakan, tetapi juga bentuk eksploitasi ekonomi digital, konten tidak pantas, hingga jeratan online yang sering kali tidak disadari oleh orang tua maupun lingkungan sekitar.

 

Satgas Kelurahan Jadi Garda Terdepan Perlindungan Anak

Wanda memberi penekanan khusus pada peran Satgas Perlindungan Anak di tingkat kelurahan. Menurutnya, satgas adalah aktor penting dalam pemetaan risiko, deteksi dini, serta koordinasi cepat ketika ditemukan indikasi eksploitasi.

“Satgas adalah mata, telinga, dan tangan penyelamat anak. Jika satgas kuat, anak selamat. Jika satgas ragu, anak bisa jatuh pada lingkaran eksploitasi,” ujarnya.

Ia mendorong agar seluruh satgas diperkuat secara kompetensi, respons, dan jejaring lintas sektor.

 

Bukittinggi Mantapkan Langkah sebagai Kota Layak Anak

Melalui kegiatan ini, Dinas P3APPKB Bukittinggi berupaya memperkuat ekosistem perlindungan anak dari tingkat kota hingga ke RT/RW, termasuk edukasi publik, respons cepat kasus, serta peningkatan koordinasi dengan berbagai lembaga dan komunitas.

Sosialisasi ini diharapkan menjadi pemantik gerakan masif untuk memastikan tidak ada satu pun anak Bukittinggi yang harus mengorbankan masa kecilnya demi pekerjaan berbahaya atau bentuk eksploitasi lainnya. (Rafika)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *