dok.foto: Kasubdit IV tindak pidana tertentu (tipidter). Ditreskrimsus Polda Babel AKBP . M Iqbal Subakti, saat di lapangan meminpin Pengamanan 53 ton pasir timah _di sebuah rumah yg di jadikan tempat gudang penampungan 53ton timah tersebut di tanjung pandan belitung”.
Tanjung Pandan. Mediainvestigasi.net – Tim gabungan Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung, Satbrimob Polda Babel, dan Satreskrim Polres Belitung mengamankan sekitar 53 ton pasir timah yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan ilegal dari sebuah rumah di Jalan Jagung, Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan, Selasa (4/8/2026). Operasi dipimpin langsung Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Babel AKBP M. Iqbal Surbakti.
Besarnya barang bukti membuat aparat mengerahkan personel Satbrimob bersenjata lengkap untuk mengawal proses evakuasi ratusan karung pasir timah ke truk. Proses pengamanan sempat berlangsung tegang karena adanya dugaan upaya penghalangan terhadap petugas. Namun operasi tetap berjalan hingga seluruh barang bukti berhasil diamankan untuk kepentingan penyidikan.
Polisi telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Sementara itu, dua orang lainnya masih dalam pengejaran penyidik. Barang bukti kemudian dibawa ke Markas Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Babel untuk proses hukum lebih lanjut.
Kasus ini menjadi perhatian karena sehari sebelumnya lokasi yang sama sempat menjadi sorotan setelah muncul penjelasan dari pihak Satlap Tri Cakti bahwa komoditas di gudang tersebut merupakan milik mitra resmi PT Timah dan disebut sebagai akibat miskomunikasi di lapangan. Kini, setelah penindakan oleh Ditreskrimsus Polda Babel, penyidik menyatakan masih mendalami asal-usul pasir timah, jaringan yang terlibat, serta peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.
Perbedaan perkembangan penanganan dalam dua hari berturut-turut ini membuka ruang bagi publik untuk menunggu kejelasan hasil penyidikan, terutama mengenai status hukum pasir timah yang diamankan, asal-usulnya, serta pihak yang bertanggung jawab atas penyimpanan puluhan ton komoditas tersebut.
Mi/red_||











