Bendi Bukittinggi Mulai Sepi Penumpang, Kusir Bertahan Demi Lestarikan Tradisi

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Gambar: Bendi Bukittinggi sepi penumpang (Dok, Mediainvestigasi.net/Refika) 

 

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukittinggi, Mediainvestigasi.net – 10 November 2025 – Dentang lonceng bendi yang dulu riuh di kawasan Tugu Tak Dikenal, Kota Bukittinggi, kini mulai jarang terdengar. Di pagi hari yang biasanya ramai oleh derap kaki kuda dan sorak wisatawan, suasana tampak lebih lengang. Para kusir bendi mengaku pendapatan mereka menurun drastis dalam beberapa bulan terakhir.

Meski begitu, semangat untuk menjaga warisan budaya khas Bukittinggi itu tak padam. Para kusir terus berupaya mempertahankan daya tarik bendi dengan berbagai cara. Ada yang menghias kendaraannya dengan warna cerah, menambahkan ornamen khas Minangkabau, bahkan mengecat kudanya agar tampak lebih menarik di mata wisatawan.

“Pendapatan menurun, tapi kami tetap berusaha membuat bendi terlihat menarik. Rumput untuk pakan kadang harus dibeli lewat jasa pencari rumput, sedangkan sagu untuk makanan tambahan kuda kami upayakan sendiri,” ujar Edi, salah seorang kusir bendi yang sudah puluhan tahun menekuni profesinya.

Edi menceritakan, hari-hari biasa seperti Senin hingga Kamis menjadi masa paling sulit. Dalam sehari, hanya satu atau dua wisatawan yang mau naik bendi. Penghasilan yang didapat bahkan tak cukup untuk biaya perawatan kuda dan bendi. Harapan baru muncul setiap akhir pekan atau libur panjang, saat wisatawan datang lebih banyak.

“Bukittinggi ini udaranya sejuk, pemandangannya indah. Tapi kalau tidak ada suasana baru di tempat wisata, pengunjung cepat bosan. Harus ada inovasi supaya mereka mau datang lagi,” tambahnya.

Di balik perjuangan itu, Edi menitipkan pesan sederhana namun sarat makna kepada setiap wisatawan yang datang ke Bukittinggi:

“Naik bendi dulu, baru ke Jam Gadang.”

Baca Juga :  Sentra IKM Logam Dharmasraya: Harapan Besar yang Berujung Korupsi, Kini Terbengkalai

Kalimat itu menggambarkan harapan agar bendi tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman berwisata di kota kelahiran Bung Hatta tersebut.

Para kusir bendi berharap adanya perhatian dan dukungan nyata dari pemerintah daerah, terutama dinas pariwisata, agar tradisi ini tetap lestari. Di tengah tantangan ekonomi dan menurunnya minat wisatawan, bendi bukan sekadar alat transportasi — tetapi simbol budaya, kenangan masa lalu, dan daya tarik unik yang membedakan Bukittinggi dari kota wisata lainnya.

 

Editor: Refika Santi

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apel Perdana Kapolres Sibolga, AKBP Budi Prasetyo Tekankan Disiplin dan Pelayanan Humanis
Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Pinangsori, Enam Paket Barang Bukti Diamankan
Sat Binmas Polres Soppeng Edukasi Santri, Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini.
Siswa MAN 1 Inhil Raih Gelar Duta Anak Kabupaten Indragiri Hilir 2026, Kepala Madrasah Berikan Apresiasi Tinggi
Saling Lempar Tanggung Jawab Kasus Pemerasan Rp75 Juta, Ketum PPWI Siap Seret Kapolda Sumsel ke Propam Polri
Dugaan Biaya Persalinan Rp10–20 Juta di Kateman, Kapustu: “Tidak Ada Tarif Normal Rp10 Juta”
Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima
SDN 01 Pasar Palembayan Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka Mulai 21 September 2026
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:01 WIB

Apel Perdana Kapolres Sibolga, AKBP Budi Prasetyo Tekankan Disiplin dan Pelayanan Humanis

Senin, 21 September 2026 - 12:57 WIB

Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Pinangsori, Enam Paket Barang Bukti Diamankan

Senin, 21 September 2026 - 12:53 WIB

Sat Binmas Polres Soppeng Edukasi Santri, Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini.

Senin, 21 September 2026 - 09:31 WIB

Siswa MAN 1 Inhil Raih Gelar Duta Anak Kabupaten Indragiri Hilir 2026, Kepala Madrasah Berikan Apresiasi Tinggi

Minggu, 20 September 2026 - 20:10 WIB

Dugaan Biaya Persalinan Rp10–20 Juta di Kateman, Kapustu: “Tidak Ada Tarif Normal Rp10 Juta”

Berita Terbaru