Bantuan Bencana Tanpa Data, Solidaritas Tanpa Arah: Mengapa Audit Publik Jadi Harga Mati di Pasaman Barat Sumbar?

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman Barat, Mediainvestigasi.net – Bantuan kemanusiaan terus berdatangan ke Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) pascabencana banjir dan longsor yang terpicu badai siklon tropis Senyar 2025.

Truk logistik silih berganti, relawan datang dari berbagai daerah, dan posko berdiri hampir di setiap nagari terdampak.

Namun di balik hiruk-pikuk solidaritas itu, muncul persoalan sunyi yang mulai dirasakan warga: bantuan ada, tetapi tidak selalu tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Investigasi Media Investigasi.net menemukan bahwa lemahnya pendataan dan absennya audit publik membuat distribusi bantuan rentan salah arah, memicu kecemburuan sosial, bahkan berpotensi menciptakan konflik horizontal.

Suara Warga: “Kami Dapat Mi Instan Terus, Tapi Obat Tidak Ada”

Ilustrasi. Situasi Bencana di Pasaman Barat, Sumatera Barat. (Foto: DOK Afdhal)

Sebut saja Rini, warga Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, mengaku bersyukur atas banyaknya bantuan. Namun ia juga menyimpan kegelisahan.

“Kami tidak menolak bantuan, tapi kebutuhan kami tidak cuma makan. Suami saya sakit gula, obatnya habis. Yang datang mi instan terus. Kami bingung mau minta ke siapa,” ujar Rini kepada Media Investigasi.net.

Keluhan serupa disampaikan Yulman, petani yang sawahnya rusak diterjang banjir.

“Bantuan cepat datang, tapi setelah itu kami seperti lupa. Tidak ada yang tanya bagaimana kami mau tanam lagi. Bantuan datang ramai-ramai, tapi tidak ada data jelas,” katanya.

Testimoni warga ini menunjukkan bahwa bantuan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan riil korban.

Pemerhati Kebencanaan: Tanpa Audit, Bencana Sosial Mengintai

Salah seorang Pemerhati kebencanaan Sumatera Barat, menilai fenomena ini bukan hal baru dalam penanganan bencana di Indonesia.

“Masalah klasik kita adalah bantuan berbasis euforia, bukan kebutuhan. Tanpa audit publik dan pemetaan kebutuhan, bantuan bisa menumpuk di satu titik dan kosong di titik lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis Raih Gelar Doktor Hukum dari Universitas Trisakti

Menurut Fajri, audit publik bukan sekadar laporan keuangan.

“Audit itu mencakup siapa penerima, apa kebutuhannya, dan apa dampaknya. Jika ini tidak dilakukan, maka konflik sosial adalah risiko yang nyata,” tegasnya.

Relawan Bicara: Kami Bekerja Tanpa Data yang Sama

Seorang relawan independen yang meminta namanya disamarkan mengungkapkan kebingungannya di lapangan.

“Kami ingin membantu, tapi tidak ada satu data rujukan. Posko A bilang kurang ini, posko B bilang sudah cukup. Akhirnya bantuan berputar-putar,” katanya.

Ia menambahkan, relawan kerap menjadi sasaran kecurigaan warga akibat ketidakterbukaan sistem.

“Kalau ada audit terbuka, kami juga terlindungi. Tidak ada lagi tudingan macam-macam,” ujarnya.

Audit Publik sebagai Pelindung, Bukan Ancaman

Media Investigasi.net mencatat, audit publik sering disalahartikan sebagai upaya mencari kesalahan.

Padahal, sejumlah ahli tata kelola kebencanaan menilai audit justru menjadi instrumen perlindungan bersama.

Audit publik dapat:

  1. menjaga kepercayaan warga,
  2. melindungi relawan dan donatur,
  3. mencegah politisasi bantuan,
  4. dan menutup ruang manipulasi data.

Dalam kondisi darurat, audit bisa dilakukan secara bertahap dan proporsional tanpa menghambat distribusi bantuan.

Ketika Solidaritas Tak Dikelola, Kerawanan Sosial Menguat

Minimnya data distribusi telah memicu bisik-bisik di tingkat warga. Ada yang merasa dianaktirikan, ada pula yang menilai bantuan “hanya ramai di kamera”.

Pemerhati sosial, Nur Aisyah, menilai kondisi ini berbahaya.

“Bencana itu sudah berat. Jangan ditambah dengan rasa tidak adil. Kalau bantuan tidak transparan, luka sosial bisa lebih lama sembuh daripada luka fisik,” katanya.(***) Rully Firmansyah

Catatan Redaksi: Seluruh narasumber dalam laporan ini disajikan sesuai kaidah jurnalistik dan prinsip kehati-hatian. Media Investigasi.net membuka ruang hak jawab bagi pemerintah daerah, lembaga penyalur bantuan, dan pihak terkait demi kepentingan publik dan perbaikan tata kelola kebencanaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menepis Isu Soal Jual Beli Proyek Mencitus Nama Baik H. Zainal Mus Itu Murni Fitnah Di Lakukan Oleh Manusia Jahanam Minta Polisi Tangkap Pelaku
PENUNDAAN TRANSAKSI REKENING AKTIVIS PATI: JANGAN MEMBALIK LOGIKA HUKUM DAN JANGAN GUNAKAN INSTRUMEN TPPU UNTUK MEMBATASI HAK KONSTITUSIONAL WARGA
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengambil langkah pemeriksaan terhadap dua Aparatur Sipil Negara (ASN)
VIRAL VIDEO MESRA ASN: FRAKSI PPP DPRD SUMBAR BUKA SUARA & DESAK TIM INDEPENDEN!
Bupati Masinton Pasaribu, Wakil Bupati dan Sekdakab Tapteng, Rayakan HUT ke-81 Tapanuli Tengah Bersama Anak-Anak Panti Asuhan Sion dan Warga Terdampak Bencana
Musrenbangdes Umpungeng Bahas RKP Desa 2027 dan Usulan Pembangunan 2028
Roni Desak Audit Total Pengelolaan Trans Padang Koridor 1B: Jangan Biarkan Dugaan Permainan dan Dokumen Bermasalah Lolos Verifikasi
Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Menepis Isu Soal Jual Beli Proyek Mencitus Nama Baik H. Zainal Mus Itu Murni Fitnah Di Lakukan Oleh Manusia Jahanam Minta Polisi Tangkap Pelaku

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:13 WIB

PENUNDAAN TRANSAKSI REKENING AKTIVIS PATI: JANGAN MEMBALIK LOGIKA HUKUM DAN JANGAN GUNAKAN INSTRUMEN TPPU UNTUK MEMBATASI HAK KONSTITUSIONAL WARGA

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengambil langkah pemeriksaan terhadap dua Aparatur Sipil Negara (ASN)

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:50 WIB

VIRAL VIDEO MESRA ASN: FRAKSI PPP DPRD SUMBAR BUKA SUARA & DESAK TIM INDEPENDEN!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Bupati Masinton Pasaribu, Wakil Bupati dan Sekdakab Tapteng, Rayakan HUT ke-81 Tapanuli Tengah Bersama Anak-Anak Panti Asuhan Sion dan Warga Terdampak Bencana

Berita Terbaru